Wahai puteriku: "Janganlah engkau menangis"

0 comments
Bismillahirrahmaanirrahiim

Ketika Said bin Al-Musayyab hampir kepada kematiannya, anak perempuannya menangis tetapi Said berusaha untuk menenangkan puterinya yang sedang menangis itu: "Wahai puteriku, janganlah engkau menangisiku! Demi Allah, setiap kali azan dikumandangkan, sudah tentu aku berada di dalam Masjid Nabawi untuk menunggu solat berjemaah dan ini aku lakukan selama 40 tahun."
More

Hukum Solat Berjemaah:Lelaki

2 comments

Sumber artikel dari http://amanah2u.com/?p=597


Ramai orang yang meremehkan solat berjamaah. Yang dijadikan alasan mereka adalah sikap tak acuh sebagian ulama terhadap masalah ini. Setiap muslim tidak dibenarkan meremehkan masalah yang dianggap penting oleh Allah (dalam Kitab suciNya) dan RasulNya.Allah telah banyak menyebut kata “solat” dalam Al Qur’anul Karim. Ini menandakan begitu penting perkara ini. Allah telah memerintahkan kita untuk memelihara dan melaksanakan solat dengan berjamaah. Allah juga mengatakan bahwa meremehkan dan malas mengerjakan solat berjamaah termasuk sifat orang munafik.dalam salah satu firmanNya :

Artinya : “ Peliharalah segala solat(mu), dan (peliharalah) solat wusthaa. Berdirilah untuk Allah(dalam solatmu) dengan khusyu’.” ( Al Baqarah : 238)

Bagaimana seorang muslim dapat dikatakan orang yang memelihara dan mengagungkan solat, bila ia tidak melakukan ( bahkan meremehkan)shalat berjamaah bersama rakan-rakannya. Allah berfirman:

Artinya : “ Dirikanlah solat, tunaikan zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’( Al Baqarah : 43)

Ayat yang mulia ini merupakan nas tentang kewajiban solat berjamaah. Pada awal ayat tersebut Allah sudah memerintahkan kita untuk mendirikan solat, ini berarti kita diperintahkan Allah untuk memelihara shalat berjamaah, bukan sekedar mengerjakan saja. Dalam surat An Nisaa’, Allah berfirman yang artinya:
h
”Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka( shahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan solat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri ( solat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka ( yang solat besertamu ) sujud ( telah menyempurnakan serakaat ), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu ( untuk menghadapi musuh ) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum solat , lalu bersolatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap sedia dan menyandang senjata …” ( An Nisaa’ : 102)
Pada ayat di atas Allah mewajibkan kaum muslimin untuk mengerjakan solat berjamaah dalam keadaan perang. Bagaimana bila kita dalam keadaan aman?! Jika seorang muslim diperbolehkan meninggalkan solat berjamaah (oleh Allah ), tentu kaum muslimin lain yang tengah berbaris menghadapi serangan musuh dan yang paling terancam dibolehkan meninggalkan solat berjamaah. Tetapi di dalam ayat di atas perintah Allah tidaklah demikian. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa solat berjamaah merupakan kewajiban utama. Oleh karenanya tidak dibenarkan seorang muslim meninggalkan kewajiban tersebut. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi telah bersabda :

Artinya : “ Aku berniat memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan solat. Maka aku perintahkan seseorang untuk menjadi imam dan solat bersama manusia. Kemudian aku berangkat dengan kaum muslimin yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak mau ikut solat berjamaah, dan aku bakar rumah-rumah mereka.(HR. Bukhari Muslim)

Abdullah bin Mas’ud Ra berkata : “ Engkau telah melihat kami, tidaklah seseorang yang meninggalkan solat berjamaah, kecuali ia seorang munafik yang diketahui nifaknya, atau seseorang yang sakit, bahkan seorang yang sakit pun berjalan(dengan dipapah) antara dua orang untuk mendatangi solat(solat berjamaah di masjid ).” Abdullah bin Mas’ud lalu menegaskan, “ Rasulullah mengajarkan kita jalan-jalan hidayah, dan salah satu jalan hidayah itu adalah solat di masjid(solat yang dikerjakan di masjid ).”( shahih muslim)

Abdullah bin Mas’ud Ra berkata : “ Barang siapa ingin bertemu Allah di hari akhir nanti dalam keadaan muslim, maka hendaklah memelihara semua solat yang diserukanNya. Allah telah menetapkan kepada Nabi kalian jalan-jalan hidayah dan solat itu termasuk jalan hidayah. Kalau kamu solat di rumah berarti kalian telah meninggalkan jalan nabi kamu. Jika kalian meninggalkan jalan nabi kamu, maka pasti kamu akan sesat. Seorang lelaki yang bersuci dengan baik, kemudian menuju ke masjid, maka Allah menulis setiap langkahnya satu kebaikan, mengangkatnya satu darjat, dan menghapus satu kejahatannya. Engkau telah melihat di kalangan kami, tidak pernah ada yang meninggalkan solat ( berjamaah ). kecuali orang munafik yang sudah nyata dan jelas nifaknya. Perlu diketahui pernah ada seorang lelaki hadir dengan dituntun antara dua orang untuk didirikan di shaf.”

Dari Abu Hurairah Ra dikisahkan bahwa pernah ada seorang lelaki buta bertanya kepada Rasulullah, “ Wahai Rasul Allah, aku tidak punya penuntun yang menggandengku ke masjid. Apakah aku mendapatkan kemurahan( dispensasi ) untuk solat di rumah saja?” Rasulullah bertanya kepadanya : “ Apakah kamu mendengarkan azan (seruan ) untuk solat?” “ya” jawab lelaki buta itu. Rasulullah lalu berkata dengan tegas, “ kalau begitu datangilah masjid untuk solat berjamaah !”

Hadis yang menunjukkan wajibnya solat berjamaah dan kewajiban melaksanakannya di rumah Allah sangat banyak.oleh karena itu setiap muslim wajib memperhatikan dan bersegera melaksanakannya. Juga wajib untuk memberitahukan hal ini kepada anak-anaknya, keluarga, tetangga, dan seluruh teman-teman seakidah agar mereka mengerjakan perintah Allah dan perintah Rasul Nya agar mereka takut terhadap larangan Allah dan Rasul-Nya, dan agar mereka menjauhkan diri dari sifat-sifat orang munafik yang tercela, di antaranya sifat malas mengerjakan solat. Allah telah berfirman yang artinya :

“ sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah , dan Allah akan membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri untuk solat, mereka berdiri dengan malas, mereka bermaksud untuk riya’( dengan solat ) di hadapan manusia, dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali . mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian ( iman atau kafir ). Tidak masuk dalam galongan ini (orang-orang yang beriman ) dan tidak ( pula ) kepada golongan itu ( orang-orang kafir ). Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan ( untuk memberi petunjuk) baginya.” ( An Nisaa’ : 142-143)

Meninggalkan solat berjamaah merupakan salah satu penyebab untuk meninggalkan solat sama sekali. Dan perlu diketahui bahwa meninggalkan solat adalah kekafiran dan keluar dari Islam. Ini berdasarkan sabda Nabi :

Artinya : “ batas antara seseorang dengan kekafiran dan kemusyrikan adalah meninggalkan solat.” ( HR. Muslim) Rasulullah ? bersabda :

Artinya : “ janji yang membatasi antara kita dan orang-orang kafir adalah solat. Barang siapa meninggalkannya maka ia kafir.”

Setiap muslim wajib memelihara solat pada waktunya, mengerjakan solat sesuai dengan yang disyariatkan Allah, dan mengerjakannya secara berjamaah di rumah-rumah Allah. Seorang muslim wajib taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta takut akan murka dan siksa-Nya. Apabila kebenaran telah tampak dan dalil-dalilnyapun jelas, maka siapapun tidak dibenarkan menyeleweng serta mengingkari dengan alasan menurut perkataan si fulan ini atau si fulan itu, karena Allah telah berfirman :

Artinya : “ jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah ( Al Qur’an ) dan Rasul ( sunnahnya ), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama(bagimu ) dan lebih baik akibatnya.” ( An Nisaa’: 59)

“ … maka hendaklah orang-orang yang menyalahi kehendaknya (Rasul ) takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (An- Nuur : 63)

Tidak diragukan lagi,solat berjamaah mempunyai beberapa hikmah serta kemaslahatan. Hikmah yang paling tampak adalah akan timbul di antara sesama muslim saling mengenal dan saling membantu untuk kebaikan, ketaqwaan, dan saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran. Hikmah lainnya adalah untuk memberi dorongan kepada orang yang meninggalkannya, dan memberi pengajaran kepada orang yang tidak tahu. Juga untuk menumbuhkan rasa tidak suka / membenci kemunafikan, untuk memperlihatkan syiar-syiar Allah di tengah-tengah hamba-hamba-Nya, dan sebagai dakwah lewat kata-kata serta perbuatan.Semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya kepada anda sekalian untuk mencapai ridha-nya serta perbaikan masalah dunia dan akhirat. Kami juga memohon perlindungan dari kejahatan-kejahatan diri serta amalan-amalan kami dan dari sifat-sifat yang menyerupai orang-orang kafir dan munafik. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.

More

Mari Menunaikan Solat Berjemaah

0 comments
Salam,

Kita semua berada di akhir zaman. Hari kiamat pasti akan menjelang tiba. Di akhirat kelak, amalan yang pertama akan disoal adalah solat kita. Apakah solat kita selama ini benar2 sempurna dan diterima? sudahkah kita benar2 bersedia? Kematian adalah pasti, esok lusa, sebentar lagi ..kita pun tak tahu. Aku menyeru kepada diri aku dan saudara2 sekelian, marilah kita sama2 mendirikan solat secara berjemaah di masjid/surau di tempat kita masing2.

dari sumber berikut : http://tokasid.blogspot.com/2008/03/tazkirah-jumaatsolat-fardhu-lebih-baik.html untuk renungan kita bersama.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6VSQlrLSRNvq9Hs_129FW_4sFfOWCDD1C4hTuYg7T9BDaKn7wx8wOqkQmKxHUtr88Xm92tpouR_zQ_S3GqBOmTN4txzPuBRdrxyQx4zNKeZrTOQ5Y17PM_8QYa3bGWg0t4eJuoQgyVq4v/s1600/e515df0d202ae52L.jpg

KEPENTINGAN solat lima waktu sememangnya diketahui umum oleh umat Islam sehingga ia diletakkan pada kedudukan kedua dalam rukun Islam selepas mengucap dua kalimah syahadah. Begitupun, keadaan umat Islam pada zaman ini yang sebahagiannya didapati sengaja mencuaikan perintah Allah ini, apatah lagi untuk menunaikannya secara berjemaah, adalah suatu realiti yang amat menyedihkan hari ini. Oleh itu, adalah penting untuk masyarakat Islam diberikan dorongan (targhib) dengan menerangkan kelebihan dan keistimewaan solat berjemaah bagi menarik mereka kepada amalan tersebut kerana ia bukan sesuatu yang boleh dipaksa.
Nabi Muhammad telah mendidik para sahabatnya serta umat Islam keseluruhannya sehingga akhir zaman supaya bukan sahaja menjaga solat lima waktu tepat pada waktunya, bahkan supaya bertekun mengambil berat terhadap solat berjemaah. Hatta, Baginda tidak pernah bersolat fardu secara sendirian sepanjang hayatnya.


Dalam hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah Rasulullah bersabda:
Allah berfirman, Aku telah memfardukan ke atas umatmu solat lima waktu. Aku sungguh-sungguh telah berjanji dengan diri-Ku bahawa sesiapa yang menjaga solat tepat pada waktu maka Aku bertanggungjawab untuk memasukkannya ke dalam syurga. Sebaliknya bagi sesiapa yang tidak menjaga solat, Aku langsung tidak bertanggungjawab ke atasnya. (Riwayat Abu Daud dan Ibu Majah).
Ketika hampir wafat, Baginda tetap pergi ke masjid untuk menyertai solat berjemaah yang diimamkan oleh Saidina Abu Bakar. Demikianlah perilaku mulia yang ditunjukkan Baginda supaya umat Islam mengambil contoh tauladan untuk turut bersungguh-sungguh menjaga solat berjemaah yang dijanjikan banyak ganjaran dan rahmat daripada Allah.

solat

Diriwayatkan daripada Abdullah bin Umar bahawa Rasullullah bersabda: Sesungguhnya solat berjemaah adalah 27 kali ganda lebih afdal daripada solat bersendirian. (Riwayat Imam Malik, Bukhari dan Muslim).

Apabila seseorang itu mendirikan solat dengan ikhlas bersama niat untuk memperoleh keredaan Allah dan berniat mendapatkan ganjaran (ihtisab), maka cara yang mudah ialah bersolat di masjid dengan berjemaah dan bukan melakukannya secara sendirian. Sebagaimana seorang pekerja tidak mungkin kita melepaskan peluang untuk meraih gaji RM27 untuk sesuatu pekerjaan mudah, sebaliknya berpuas hati dengan hanya RM1. Tamsilan tersebut hanya bertujuan memberikan gambaran kerana lazimnya manusia lebih mudah memahami keuntungan atau kerugian berkaitan hal keduniaan. Namun sebenarnya keuntungan dalam amalan agama sebagaimana solat adalah terlalu besar.


Anas bin Malik meriwayatkan Rasulullah bersabda: Sesiapa yang mengerjakan solat berjemaah kerana Allah dengan memperoleh takbiratul ula selama 40 hari akan mendapat dua kelepasan, kelepasan daripada api neraka dan kelepasan daripada sifat munafik. (Riwayat al-Tirmizi).
Antara ganjaran lain ialah Allah akan mengurniakan lima keistimewaan;

Pertama, akan diangkat kesempitan hidup;
Kedua, akan dihindar daripada azab kubur;
Ketiga, akan menerima buku catatan amalan melalui tangan kanan;
Keempat, akan melintasi titian sirat sepantas kilat dan kelima, akan memasuki syurga tanpa hisab.

Sebahagian ulama meletakkan hukum bagi solat fardu lima waktu secara berjemaah untuk golongan lelaki ialah fardu ain. Manakala sebahagian ulama pula mengatakannya sebagai fardu kifayah dan sebahagian lagi ulama termasuk Imam Syafie berpendapat ia adalah sunat muakkad.

*Golongan munafik Pada zaman Rasulullah, kesemua orang Islam akan datang ke masjid solat berjemaah, kecuali mereka yang benar-benar uzur manakala golongan munafik pula tidak menyertai solat Isyak dan Subuh secara berjemaah kerana merasakan mereka tidak akan dapat dilihat pada dua waktu yang suasana harinya agak gelap itu.

Abdullah bin Abbas berkata bahawa Rasulullah bersabda: Sesiapa yang mendengar azan dan tidak pergi menunaikan solat berjemaah tanpa sesuatu sebab yang menghalangnya iaitu keuzuran daripada menyertai solat berjemaah maka solat yang dikerjakan (tanpa berjemaah) tidak akan diterima. Para sahabat bertanya: Apakah keuzuran itu? Jawab Rasulullah: Takut atau sakit. (Riwayat Imam Abu Daud dan Ibnu Hibban).

[solat bersendirian tidak diterima???]

Bagaimanapun ulama muktabar sepakat mengatakan bahawa perkataan ‘solat tidak akan diterima' bermaksud bahawa dia tidak akan mendapat ganjaran daripada Allah melalui solat yang dikerjakan itu, sebaliknya hanya sekadar terlepas daripada kewajipan menunaikan solat fardu. Ulama menggariskan keuzuran yang dimaksudkan dalam hadis di atas termasuk cuaca yang terlampau sejuk, hujan lebat, terpaksa buang air, lapar atau dahaga, takut kepada pemiutang kalau-kalau dimintanya di tengah jalan sedangkan ia benar-benar tidak mampu, takut kepada orang zalim dan siap sedia untuk bermusafir, takut kalau-kalau terlewat atau ketinggalan.

Rasulullah bersabda: Seseorang itu mengambil wuduk dengan sempurna lalu berjalan menuju ke masjid semata-mata untuk bersolat maka setiap langkah yang dilangkahinya akan ditingkatkan satu darjat, (langkah yang sama) digugurkan satu dosa, dan diberikan satu pahala. Setelah bersolat, jika dia terus duduk di dalam masjid (dengan keadaan berwuduk) maka para malaikat akan memohon rahmat dan keampunan untuknya. Selama mana dia terus menunggu untuk menunaikan solat yang seterusnya maka dia akan terus menerus mendapat pahala solat selama masa dia menunggu solat tersebut. (Riwayat Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi dan Ibnu Majah). Diriwayatkan daripada Sahl bin Sa'idi bahawa Rasulullah bersabda: Berilah berita gembira kepada mereka yang selalu berjalan ke masjid dalam kegelapan malam bahawa mereka akan memperoleh nur yang sempurna pada hari kiamat. (Riwayat Ibnu Majah).

Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Said, Rasulullah bersabda: Apabila kamu melihat seorang yang selalu ke masjid maka hendaklah kamu bersaksi atas keimanannya. Lalu baginda membaca surah al-Taubah ayat 18 yang bermaksud: Sesungguhnya mereka yang memakmurkan masjid-masjid Allah (yakni yang menghidupkan amalan dalamnya) ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat... Begitu besar ganjaran yang disediakan untuk orang yang bersolat jemaah sehinggakan mereka yang tidak sempat untuk menyertai jemaah turut diberi ganjaran seandainya sebelum itu dia menyangka solat belum selesai lagi. Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda: Seseorang yang berwuduk dengan sempurna lalu pergi ke masjid untuk bersolat berjemaah) lalu mendapati orang ramai telah selesai solat berjemaah, Allah akan memberi kepadanya ganjaran pahala yang sama sebagaimana mereka yang telah bersolat berjemaah, tanpa mengurangkan sedikit pun daripada pahala mereka. (Riwayat Abu Daud, Nasai dan Hakim).

Sebenarnya terlalu banyak sabda Rasulullah yang menggalakkan umat Islam untuk menunaikan solat secara berjemaah namun beberapa hadis di atas adalah memadai untuk mereka yang benar-benar mahu mengikut jejak langkah yang ditunjukkan oleh Baginda. Sesungguhnya Islam bukanlah hanya berkenaan perkara solat sahaja kerana agama yang syumul itu merangkumi segenap aspek kehidupan dan cara hidup manusia yang lengkap, namun solat adalah perkara asas dalam ajaran agama itu yang perlu dikerjakan dengan sempurna. Dan sama ada ibadat kita diterima atau tidak, hanya Allah sahaja yang mengetahui namun Rasulullah telah menunjukkan cara-cara bagaimana setiap amalan itu dapat diterima oleh Allah sekiranya dilakukan mengikut sunah Rasulullah, dan solat berjemaah adalah salah satu sunah Baginda.

Sebagaimana yang dinyatakan oleh Abdullah Ibnu Mas'ud: Rasulullah mengajarkan kami jalan-jalan petunjuk (sunanul huda) dan di antara jalan-jalan hidayah itu ialah mengerjakan solat berjemaah di masjid yang dilaungkan azan. (Riwayat Imam Muslim, Abu Daud, Nasai dan Ibnu Majah).

-dipetik dari Bicara Agama-Utusan Malaysia Online 4Jun 2007
More

Kewajipan Solat

0 comments
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3IJclowYsSw4IEUTUL5CDhFO2iu98KWT_t7nmdgqDMxPV5rH7ixBRdqHW6DkSUD-sF57fopyRYoxSzzrEPg0BrBsDk4vuK1YjuibnsoHT1izXPqZRWlB6A0XZYRCUQmfI7kLZ71vNkrg/s1600/solat-1.jpg

Solat adalah ibadah yang dimulakan dengan takbir dan disudahi dengan salam. Satu daripada rukun Islam yang lima. Suatu kewajipan pada setiap individu yang telah mencapai usia baligh.solat yang difardukan ke atas umat Islam adalah lima waktu sehari semalam. Solat telah disyari’atkan pada malam Isra’ setahun sebelum Hijrah. Fiman Allah s.w.t. dalam surah an-Nisa’:

Maksudnya; Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan sembahyang, maka hendaklah kamu menyebut dan mengingati Allah semasa kamu berdiri atau duduk dan semasa kamu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa tenteram (berada dalam keadaan aman) maka dirikanlah sembahyang itu (dengan sempurna sebagaimana biasa). Sesungguhnya sembahyang itu adalah satu ketetapan yang diwajibkan atas orang-orang yang beriman, yang tertentu waktunya

Terlalu banyak perkara yang perlu diketahui tentang solat. Orang-orang yang menunaikan solat dengan sempurna akan dikurniakan pelbagai kelebihan. Berdasarkan beberapa hadis Rasulullah s.a.w. ;

Hadis Talhah bin Ubaidillah r.a katanya:

Seorang penduduk Najd telah datang menghadap Rasulullah s.a.w dengan keadaan rambutnya yang kusut. Kami mendengar nada suaranya tetapi tidak memahami kata-katanya. Setelah hampir kepada Rasulullah s.a.w dia terus bertanya mengenai Islam. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Ia adalah sembahyang lima waktu sehari semalam. Lelaki tersebut bertanya lagi: Masih adakah sembahyang lain yang diwajibkan kepada ku? Rasulullah s.a.w menjawab dengan bersabda: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukannya secara sukarela iaitu sembahyang sunat. Seterusnya kamu hendaklah berpuasa pada bulan Ramadan. Lalu lelaki tersebut bertanya lagi: Masih adakah puasa lain yang diwajibkan kepada ku? Baginda menjawab dengan bersabda: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukannya secara sukarela iaitu puasa sunat. Rasulullah s.a.w meneruskan sabdanya: Keluarkanlah zakat. Kemudian lelaki tersebut bertanya: Adakah terdapat zakat lain yang diwajibkan kepadaku? Baginda menjawab dengan bersabda: Tidak, kecuali jika engkau ingin mengeluarkannya secara sukarela iaitu sedekah. Kemudian lelaki itu beredar sambil berkata: Demi Allah, aku tidak akan menambah dan menguranginya. Rasulullah s.a.w bersabda: Dia amat beruntung sekiranya membenarkan iaitu menepati apa yang telah diucapkannya (Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 12 )

Kelebihan Solat Berjemaah Mengikut Teori Fizik

Seorang professor fizik di Amerika Syarikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan solat berjemaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya tubuh badan kita mengandungi dua cas elektrik iatu cas positif dan cas negatif. Dalam aktiviti harian kita sama ada bekerja, beriadah atau berehat, sudah tentu banyak tenaga digunakan.

Dalam proses pembakaran tenaga, banyak berlaku pertukaran cas positif dan cas negatif, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita. Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita rasa letih dan lesu setelah menjalankan aktiviti seharian. Oleh itu cas-cas ini perlu diseimbangkan semula untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tahap normal.

Berkaitan dengan solat berjemaah, timbul persoalan di minda professor ini mengapa Islam mensyariatkan solat berjemah dan mengapa solat lima waktu yang didirikan orang Islam mempunyai bilangan rakaat yang tidak sama. Hasil kajiannya mendapati bilangan rakaat yang berbeza dalam solat kita bertindak menyeimbangkan cas-cas dalam badan kita. Semasa kita solat berjemaah, kita disuruh meluruskan saf, bahu bertemu bahu dan bersentuhan tapak kaki. Tindakan-tindakan yang dianjurkan semasa solat berjemaah itu mempunyai berbagai kelebihan. Kajian sains mendapati sentuhan yang berlaku antara tubuh kita dengan tubuh ahli jemaah lain yang berada di kiri dan kanan kita akan menstabilkan kembali cas-cas yang diperlukan oleh tubuh. Ia berlaku apabila cas yang berlebihan - sama ada negatif atau positif akan dikeluarkan, manakala yang berkurangan akan ditarik ke dalam kita. Semakin lama pergeseran ini berlaku, semakin seimbang cas dalam tubuh kita.

Menurut beliau lagi, setiap kali kita bangun dari tidur, badan kita akan merasa segar dan sihat setelah berehat berapa jam. Ketika ini tubuh kita mengandungi cas-cas positif dan negatif yang hampir seimbang. Oleh itu, kita hanya memerlukan sedikit lagi proses pertukaran cas agar keseimbangan penuh dapat dicapai. Sebab itu, solat Subuh didirikan 2 rakaat.Seterusnya, setelah sehari kita bekerja kuat dan memerah otak semua cas ini kembali tidak stabil akibat kehilangan cas lebih banyak daripada tubuh. Oleh itu, kita memerlukan lebih banyak pertukaran cas. Solat jemaah yang disyariatkan Islam berperanan untuk memulihkan keseimbangan cas-cas berkenaan. Sebab itu, solat Zohor didirikan 4 rakaat untuk memberi ruang yang lebih kepada proses pertukaran cas dakam tubuh.

Situasi yang sama turut berlaku di sebelah petang. Banyak tenaga dikeluarkan ketika menyambung kembali tugas. Ini menyebabkan sekali lagi kita kehilangan cas yang banyak. Seperti mana solat Zohor, 4 rakaat solat Asar yang dikerjakan akan memberikan ruang kepada proses pertukaran cas dengan lebih lama.

Lazimnya, selepas waktu Asar dan pulang dari kerja kita tidak lagi melakukan aktiviti-aktiviti yang banyak menggunakan tenaga. Masa yang diperuntukkan pula tidak begitu lama. Maka, solat Maghrib hanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat adalah lebih sesuai dengan penggunaan tenaga yng kurang berbanding 2 waktu sebelumnya.

Timbul persoalan di fikiran professor itu tentang solat Isyak yang mengandungi 4 rakaat. Logiknya, pada waktu malam kita tidak banyak melakukan aktiviti dan sudah tentu tidak memerlukan proses pertukaran cas yang banyak.

Setelah kajian lanjut, didapati terdapat keistimewaan mengapa Allah mensyariatkan 4 rakat dalam solat Isyak. Kita sedia maklum, umat Islam umat digalakkan untuk tidur awal agar mampu bangun menunaikan tahajjud di sepertiga malam. Ringkasnya, solat Isyak sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan cas dalam badan serta memberikan tenaga untuk kita bangun malam (qiamullail).

Dalam kajiannya, professor ini mendapati bahawa Islam adalah satu agama yang lengkap dan istimewa. Segala amalan dan suruhan Allah Taala itu mempunyai hikmah yang tersirat untuk kebaikan umat Islam itu sendiri. Belaiu merasakan betapa kerdilnya diri dan betapa hebatnya Pencipta alam ini. Akhirnya, dengan hidayah Allah beliau memeluk agama Islam

More

Teman Setia Kami

Tafsir al-Quran Miracle Reference 22 in 1

Dapatkan Sekarang. Tempahan boleh dibuat dengan menghantar email kepada saya di: fazakkeer@gmail.com atau arqustany@gmail.com. Sementara stok dengan saya masih ada. Harga yang ditawarkan masa sekarang ialah RM150.00 sebuah (termasuk penghantaran hanya di semenanjung Malaysia) Jika mengambil sendiri harga hanya RM130.00 sebuah.

Ruangan Iklan

Jika ada sesiapa yang ingin mengiklankan bisnes mereka bolehlah emailkan kepada saya di: fazakkeer@gmail.com

wibiya widget

Download MP3 Ceramah

MP3 Ceramah: Tuan Ibrahim Tuan Man

1. Antara Ahli Syurga & Neraka
2. Antara Ujian & Bala
3. Azab Neraka
4. Dajjal
5. Ikhlas Dalam Amalan
6. Mendidik Anak Yang Soleh
7. Kelahiran & Kematian


MP3 Ceramah: Ustaz Azhar Idrus

1. 12 Ribu Dosa
http://www.mediafire.com/?yvmj4zlzwmm
2. Dua Kali Bodoh
http://www.mediafire.com/?diwzhy12tjk
3. 28 Nabi
http://www.mediafire.com/?nmtwn0u0zyk
4. Adab Sembelih
http://www.mediafire.com/?bdmjmudmk4z
5. Air Zam Zam
http://www.mediafire.com/?ztmrahzzzti
6. Alam Barzakh
http://www.mediafire.com/?yuqlqym15n4
7. Amanah yang Semakin Hilang
http://www.mediafire.com/?tnqkwjjotnt
8. Anak Derhaka
http://www.mediafire.com/?om1ygodmmnt
9. Angin Merah
http://www.mediafire.com/?it5g0jddmj0
10. Awek Takraw
http://www.mediafire.com/?w2wnozmjzua
11. Bab Jenazah
http://www.mediafire.com/?dmmj0mojjjz
12. Bahaya Fitnah
http://www.mediafire.com/?qntgdndzrco
13. Bahaya Kemewahan
http://www.mediafire.com/?h3zzyzmymht
14. Baiki Agama
http://www.mediafire.com/?ixjmoh4mwry
15. Baju Telanjang
http://www.mediafire.com/?d1e2ytwmzwc
16. Basuh Hati
http://www.mediafire.com/?idh4qnzqjhm
17. Batu Pelesit
http://www.mediafire.com/?gv3v1kndhmj



MP3 Ceramah: Dato Ismail Kamus

1. Adab & Hikmah Menziarahi Orang Sakit: klik di sini
2. Perjalanan Umur: klik di sini
3. Asbab Nuzul: klik di sini
4. Adab vs Ibadat: klik di sini
5. 6 perkara antara doa dan zikir: klik di sini
6. Cari Hidayah: klik di sini
7. Apa Perlu Tauliah: klik di sini
8. Bidaah Dalam Solat
: klik di sini
9. Fitnah Kubur: klik di sini
10. Hukum Berjampi: klik di sini
11. Kelebihan Ilmu: klik di sini
12. Kelebihan Umat Nabi Muhammad: klik di sini
13. Alam Jin 1: klik di sini
14. Alam Jin 2: klik di sini
15. Alam Jin 3: klik di sini
16. Mengenal Jin 1: klik di sini
17. Mengenal Jin 2: klik di sini
18. Mengenal Jin 3: klik di sini
19. Mengenal Jin 4: klik di sini
20. Mengenal Jin 5: klik di sini



MP3 Ceramah: Tuan Guru Nik Abdul Aziz

1. Malam Nisfu Sya'ban: klik di sini
2. Bohong yang dibolehkan: klik di sini
3. Bertauhid mengenal Allah: klik di sini
4. Asal Usul Sifat 20: klik di sini
5. Doa Mengukuhkan Hati Si Mati: klik di sini
6. Ikat Setia Cara Islam: klik di sini
7. Islam Daya Penyelesaian: klik di sini
8. Keadilan Islam: klik di sini
9. Konsep Barakah Dalam Islam: klik di sini
10. Kunjungan Munkar Nakir: klik di sini


MP3 Ceramah: Dato Haron Din

1. Talaqqi Al-Fatihah: Klik di sini
2. Talaqqi Selawat Syifa': Klik di sini
3. Jiwa yang Tenang: Klik di sini
4. Israk Mikraj 1: Klik di sini
5. Israk Mikraj 2: Klik di sini
6. Manusia dan Islam: Klik di sini
7. Cabaran Perjuangan Islam: Klik di sini
8. Cahaya Iman: Klik di sini
9.
Cintai Islam: Klik di sini
10. Ikuti Para Ulama': Klik di sini
11. 4 Halangan Daie (side A): Klik di sini
12. 4 Halangan Daie (side B): Klik di sini


MP3 Ceramah: Ustaz Zaharuddin Abd Rahman

1. Halal Haram (Aurat): klik di sini
2. Halal Haram Pelaburan Saham: klik di sini
3. Kaedah & Hukum Jual Beli: klik di sini
4. Pelaburan Internet: klik di sini
5. Maulid Nabi: klik di sini
6. Penjelasan FOREX: klik di sini
7. Rasulullah Pakar Ekonomi: klik di sini


Muat turun

Doa-doa
Doa harian: klik di sini
Doa masuk hutan: klik di sini
Doa sakit kepala: klik di sini
Doa Bismillah enam: klik di sini
Doa Istikharah: klik di sini
Doa jamuan akhir tahun: klik di sini
Doa kejayaan: klik di sini
Doa pengasih anak: klik di sini
Doa peperiksaan: klik di sini
Doa kem bestari solat: klik di sini
Doa Yaasiin: klik di sini
Doa sempena mesyuarat: klik di sini
Doa angin ahmar: klik di sini
Doa Solat Hajat: klik di sini
Doa Solat Dhuha: klik di sini
Doa Solat Tahajjud: klik di sini
Doa Solat Terawih: klik di sini
Doa Solat Witir: klik di sini
Doa Sepanjang Mengerjakan Haji: klik di sini


Selawat Nabi
Selawat al-I'tiraf: klik di sini
Selawat Badar: klik di sini
Ya Nabi Salam Alaika 1: klik di sini
Ya Nabi Salam Alaika 2: klik di sini
Ya Rabbil-Bil-Mustafa: klik di sini
Selawat-Badwi: klik di sini
Selawat-Dawam: klik di sini
Selawat-Syifa': klik di sini
Muhammad Ya Habibi: klik di sini
Selawat-Maulid: klik di sini


Kategori

Logo SKSSJ

Logo SKSSJ