Keajaiban Selawat: Kisah Imam Sufyan ats-Tsauri

2 comments









Assalamualaikum wr wb

Sahabatku rahimakumullah

Sebagai Dzat Yang Maha Segalanya, Allah Swt tentu saja tidak malaksanakan Ibadah sebagaimana kita makhlukNya. Allah Swt tentu saja tidak solat, tidak puasa dan juga tidak berhaji.

Namun ada satu ibadah yang Allah dan para MalaikatNya juga melakukannya, yaitu membawa Selawat Nabi.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzaab: 56)

Nabi saw. bersabda : “Dan kalau kamu membaca selawat, maka bacalah dengan penuh penghormatan untuk ku.”

Membaca selawat  untuk mencintai dan memuliakan Nabi saw. Siti Aisyah ra. berkata : “Barangsiapa cinta kepada Allah Ta’ala, maka dia banyak menyebutnya dan buahnya ialah Allah akan mengingat dia, juga memberi rahmat dan ampunan kepadanya, serta memasukannya ke surga bersama para Nabi dan para wali. Dan Allah memberi kehormatan pula kepadanya dengan melihat keindahan-Nya. Dan barang siapa cinta kepada Nabi saw., maka hendaklah ia banyak membaca shalawat untuk Nabi saw., dan buahnya ialah ia akan mendapat syafaat dan akan bersama baginda di surga.”

Selanjutnya Nabi saw., bersabda : Barang siapa membaca selawat untuk ku kerana memuliakanku, maka Allah Ta’ala menciptakan dari kalimat (selawat itu satu malaikat yang mempunyai dua sayap, yang satu di timur dan satunya lagi di barat. Sedangkan kedua kakinya di bawah bumi sedangkan lehernya memanjang sampai ke Arary. Allah Ta’ala berfirman kepadanya :”Bacalah shalawat untuk hamba-Ku, sebagaimana dia telah membaca shalawat untuk Nabi-Ku. Maka Malaikat pun membaca shalawat untuknya sampai Hari Kiamat.”

Allah SWT memberi salam kepada setiap orang yang memberi salam kepada Nabi saw., sebagaimana beliau bersabda : “Saya berjumpa Jibril, maka dia berkata : ‘Sesungguhnya saya memberi kabar gembira kepadamu bahawa sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman: ‘Barangsiapa memberi salam kepadamu, maka Aku memberi salam kepadanya dan barang siapa membaca selawat untukmu, maka Aku membaca selawat untuknya’.”

Sahabatku rahimakumullah
Selawat Nabi SAW dipercaya telah menjadi syafaat, rahmat, berkah, dan ubat yang mujarabl untuk menyelamatkan kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan kerap kali selawat  ini memutarbalikkan sebuah fakta inderawi. 

Berikut sebuah kisah yang bertutur tentang keajaiban selawat dari Ulama Besar, Imam Sufyan Ats-Tsauri..


Imam Sufyan Ats-Tsauri adalah pemimpin ulama-ulama Islam dan gurunya. Nama lengkapnya adalah: Sufyan bin Said bin Masruq bin Rafi’ bin Abdillah bin Muhabah bin Abi Abdillah bin Manqad bin Nashr bin Al-Harits bin Tsa’labah bin Amir bin Mulkan bin Tsur bin Abdumanat Adda bin Thabikhah bin Ilyas.
Imam Sufyan Ats-Tsauri lahir pada tahun 77 H. di Kufah pada masa khalifah Sulaiman bin Abdul Malik.


Imam Sufyan ats-Tsauri menuturkan, “ Aku pergi haji. Manakala Tawaf di Ka’bah, aku melihat seoerang pemuda yang tak berdoa apapun selain hanya bershalawat kepada Nabi SAW. Baik ketika di Ka’bah, di Padang Arafah, di mudzdalifah dan Mina, atau ketika tawaf di Baytullah, doanya hanayalah shalawat kepada Baginda Nabi SAW.”

Saat kesempatan yang tepat datang, aku berkata kepadanya dengan hati-hati, “Sahabatku, ada doa khusus untuk setiap tempat. Jikalau engkau tidak mengetahuinya, perkenankanlah aku mengajarimu.” Namun, dia berkata, “Aku tahu semuanya. Izinkan aku menceritakan apa yang terjadi padaku agar engkau mengerti tindakanku yang aneh ini.”

“Aku berasal dari Khurasan. Ketika para jamaah haji mulai berangkat meninggalkan daerah kami, ayahku dan aku mengikuti mereka untuk menunaikan kewajiban agama kami. Naik turun gunung, lembah, dan gurun. Kami akhirnya memasuki kota Kufah. Disana ayahku jatuh sakit, dan pada tengah malam dia meninggal dunia.

Dan aku mengkafani jenazahnya. Agar tidak mengganggu jemaah lain, aku duduk menangis dalam batin dan memasrahkan segala urusan pada Allah SWT. Sejenak kemudian, aku merasa ingin sekali menatap wajah ayahku, yang meninggalkanku seorang diri di daerah asing itu. Akan tetapi, kala aku membuka kafan penutup wajahnya, aku melihat kepala ayahku berubah jadi kepala keledai. Terhenyak oleh pemandangan ini, aku tak tahu apa yang mesti kulakukan. Aku tidak dapat menceritakan hal ini pada orang lain. Sewaktu duduk merenung, aku seperti tertidur.

Lalu, pintu tenda kami terbuka, dan tampaklah sesosok orang bercadar. Seraya membuka penutup wajahnya, dia berkata, “Alangkah tampak sedih engkau! Ada apakah gerangan?” Aku pun berkata, “Tuan, yang menimpaku memang bukan sukacita. Tapi, aku tak boleh meratap supaya orang lain tak bersedih.”

Lalu orang asing itu mendekati jenazah ayahku, membuka kain kafannya, dan mengusap wajahnya. Aku berdiri dan melihat wajah ayahku lebih berseri-seri ketimbang wajah tuanya. Wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Melihat keajaiban ini, aku mendekati orang itu dan bertanya, “Siapakah Anda, wahai kekasih kebaikan?” Dia menjawab, “Aku Muhammad al Musthafa” (semoga Allah melimpahkan kemuliaan dan kedamaian kepada Rasul pilihanNya). Mendengar perkataan ini, aku pun langsung berlutut di kakinya, menangis dan berkata, “Masya Allah, ada apa ini? Demi Allah, mohon engkau menjelaskannya ya Rasulullah.”

Kemudian dengan lembut beliau Saw berkata, “Ayahmu dulunya tukang riba. Baik di dunia ini maupun di akhirat nanti, wajah tukang riba berubah menjadi wajah keledai, tetapi disini Allah Yang Maha Agung mengubah lagi wajah ayahmu. Ayahmu dulu mempunyai sifat dan kebiasaan yang baik. Setiap malam sebelum tidur, dia melafalkan shalawat seratus kali untukku. Saat diberitahu perihal nasib ayahmu, aku segera memohon izin Allah untuk memberinya syafaat karena shalawatnya kepadaku. Setelah diizinkan, aku datang dan menyelamatkan ayahmu dengan syafaatku.”

Sufyan menuturkan, “Anak muda itu berkata, “Sejak saat itulah aku bersumpah untuk tidak berdoa selain shalawat kepada Rasulullah, sebab aku tahu hanya Shalawatlah yang dibutuhkan manusia di dunia dan di akhirat.”

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail Alaihumus Salam telah berkata kepadaku. Jibril As. berkata, “Wahai Rasulullah, siapa yang membaca shalawat atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan kubimbing tangannya dan akan ku bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”

Berkata pula Mikail As., “Mereka yang bershalawat atasmu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” Dan Israfil As. berkata pula, “Mereka yang bershalawat kepadamu, maka aku akan bersujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT mengampuni orang itu.”

Kemudian Malaikat Izrail As. pun berkata, ”Bagi mereka yang bershalawat atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi.”
Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Sementara para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang bershalawat atas Rasulullah SAW.

Sahabatku rahimakumullah
Dengan kisah yang dikemukakan di atas, semoga kita tidak akan melepaskan peluang untuk selalu bershalawat kepada pemimpin kita, cahaya dan pemberi syafaat kita, Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah SWT, Rasul, dan para MalaikatNya.


Semoga selawat  salam, serta berkah senantiasa tercurah ke hadirat Nabi kita, Rasul kita, cahaya kita, dan imam kita, Muhammad al Musthafa SAW beserta seluruh keluarga, dan sahabat-sahabat beliau yang mengikutinya, dan seluruh kaum mukmin yang senantiasa untuk melazimkan bershalawat kepada beliau. Amin.


Allahumma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad



Bâraka Allâhu fî kum. Amiin,











More

Azab Tidak Menutup Aurat Dengan Sempurna

23 comments

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG


Maksudnya:
Dan Katakanlah kepada perempuan-perempuan Yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang Yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali Yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki Yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak Yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa Yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang Yang beriman, supaya kamu berjaya.

(Surah An Nur Ayat 31)
Rasulullah s.a.w. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang bermaksud:

“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (l) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); (2) Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.”

(Riwayat Muslim)

Balasan bagi orang yang melanggar larangan Allah, ialah azab yang amat pedih, antaranya:
  • Balasan wanita yang membuka rambut kepalanya selain suaminya, akan digantung dengan rambutnya di atas api neraka sehingga menggelegak otaknya, berterusan selama ia tidak menutupnya.
  • Dada yang sengaja dibuka atau ditonjolkan supaya kelihatan seksi, akan di gantung atas api neraka dengan pusat dan buah dadanya diikat dengan rantai neraka sebagai penggantungnya.
  • Betis dan paha yang terselak-selak, sedia untuk dipanggang..pedihnya tidak terkira.
Wanita di luar rumah di tuntut supaya memakai pakaian seperti pakaian dalam sembahyang. bezanya, mungkin pendek sedikit bagi tujuan memudahkan pergerakkan. Tidak boleh terlalu ketat, sehingga menampakkan gerak punggung. sekalipun tebal seperti seluar jeans, tidak nipis atau jarang sehingga memperlihatkan apa yang di dalam. berseluar panjang boleh tetapi hendaklah dilabuhkan pakaian luarnya.
Gambaran Siksaan
Diriwayatkan oleh Bukhari dari Samurah bin Jundub : "Pada suatu hari Rasulullah SAW sesudah solat mengadapkan muka beliau kepada kami dan berkata : "Siapa di antara kamu yang bermimpi malam tadi ?" Orang yang bermimpi menerangkan mimpinya. Mendengar itu, Rasulullah SAW bersabda :"Masha Allah !" Di hari yang lain, tiada siapapun yang bermimpi. Rasulullah SAW berkata kepada kami, kebetulan saya bermimpi malam tadi.
"Saya melihat dua orang lelaki datang kepadaku, kedua orang itu memegang kedua tanganku, membawa aku keluar ke bumi suci. Tiba-tiba saya melihat seorang lelaki duduk sementara seorang lagi berdiri. Dia memegang alat yang dibuat dari besi dan mecocokkanya ke mulut hingga ke kerongkong kemudian dicabut kembali dan diulangi semula. Begitulah yang dikerjakan oleh keduanya silih berganti". Lalu aku bertanya : "Siapakah mereka ini". Kedua orang (malaikat) yang membawaku tidak menjawab, malah menyuruhku terus berjalan.
"Sambil berjalan, tiba-tiba saya melihat seorang lelaki sedang berbaring terlentang dan seorang lagi lelaki berdiri di sampingnya memegang batu sebesar penumbuk. Lalu dihempapkannya batu itu ke kepala pemuda berbaring tadi sehingga berkecai kepalanya. Setelah itu digulingkannya batu itu lalu diambil oleh pemuda yang dihempap batu tadi dan kepalanya normal semula. Kemudian diserahkan kebali batu itu kepada lelaki tadi dan dia menghempap semula kepala lelaki terlantang tadi dengan tidak berhenti-henti". Lalu aku bertanya : "Siapakah mereka ini". Kedua orang (malaikat) yang membawaku tidak menjawab, malah menyuruhku terus berjalan.
"Tiba-tiba kami sampai ke sebuah jurang seperti tungku yang sempit di bahagian atasnya, tengahnya luas dengan nyalaan api dengan 2 orang yang telanjang dibakar api, seorang lelaki dan seorang perempuan. Kedua-duanya hampir tercampak keluar akibat dari gelojakan api tersebut, tiba-tiba api terpadam dan kedua-dua terjatuh ke dasar jurang tersebut. Kemudian api dinyalakan semula dan hal ini terus berlaku berulang-ulangkali." Lalu aku bertanya : "Siapakah mereka ini". Kedua orang (malaikat) yang membawaku tidak menjawab, malah menyuruhku terus berjalan.
"Kemudian kami sampai ke sebuah sungai darah. Terdapat 2 lelaki di dalam sungai tersebut di mana lelaki yang pertama memegang seketul batu berada di tengah-tengah sungai. Sementara lelaki yang kedua mengadap lelaki yang pertama, dia mahu keluar dari sungai itu. Namun setiap kali dia cuba keluar dia dilempar dengan batu oleh lelaki yang pertama tadi dan terjatuh semula ke dalam sungai. Keadaan ini terjadi berulang-ulang kali." Lalu aku bertanya : "Siapakah mereka ini". Kedua orang (malaikat) yang membawaku tidak menjawab, malah menyuruhku terus berjalan.
"Tiba-tiba saya sampai di taman yang hijau dan terdapat sebatang pohon yang besar. Di bawah pohon itu terdapat seorang lelaki tua yang sedang menyalakan api bersama-sama dengan beberapa orang anak. Kedua-dua malaikat yang membawaku, lalu membawaku naik ke atas pohon itu. Kemudian keduanya membawaku memasuki gedung yang amat indah yang belum pernah aku lihat. Di dalamnya ada golongan tua dan ada yang masih muda."
Aku dibawa naik lagi. Tiba-tiba aku memasuki gedung yang lebih indah lagi. Ketika itu aku bertanya kepada kedua lelaki yang membawa aku: "Kamu telah membawa aku jauh mengembara pada malam ini, terangkan kepadaku apa yang telah aku lihat"
Keduanya menjawab : "Orang yang engkau lihat memasukkan alat besi sampai ke kerongkongnya adalah pembohong yang sedang berbohong. Ia disiksa begitu hingga hari qiamat." "Orang yang dipecahkan kepalanya dengan batu adalah orang yang pandai membaca al-Quran, tetapi dia tidur dengan al-Quran di malam hari (tidak membacanya) dan tidak mengamalkannya di siang hari. Begitulah siksaannya hingga hari qiamat". Orang yang engkau lihat di dalam jurang adalah penzina dan di dalam sungai adalah pemakan riba. Orang tua yang berada di bawah pohon adalah Nabi Ibrahim sedangkan anak-anak yang berada di sisinya adalah anak-anak manusia. Yang menyalakan api adalah Malik, penjaga Neraka. Gedung indah yang pertama ialah untuk semua orang-orang beriman sementara gedung yang lebih indah adalah untuk para syuhada'. Saya adalah Jibril dan ini Mikail."
Kemudian mereka menyuruh aku mengangkat kepala lalu aku melihat mahligai seperti awan tingginya. Kedua maliakat itu berkata : "Itulah tempat bagimu" Lalu aku berkata : "Biarkan aku memasukui mahligaiku" Jawab mereka : "Umurmu masih ada, sesudah engkau wafat, barulah engkau dibenarakan masuk"
Berikut adalah gambaran siksaan dan pembalasan yang diperlihatkan kepada Rasulullah SAW semasa peristiwa Isra' dan Mikraj.

Peristiwa Isra'

1. Orang yang bercucuktanam mengeluarkan hasil yang banyak dan cepat.Gambaran orang yang membelanjakan harta di jalan Allah
2. mencium bau yang wangi iaitu bau tukang sikat Firaun yang beriman kepada Allah
3. Sekumpulan manusia menghempap kepala masing-masing dengan batu berulangkali. Gambaran orang yang berat melakukan solat fardhu.
4. Kumpulan manusia telanjang memakan rumput berduri, buah zakkum yang sangat pahit dan makan bara api Jahannam. Balasan orang yang tidak suka menderma, bersedeqah dan tidak mengeluarkan zakat.
5. Orang yang mengguntingkan lidah tidak berhenti-henti. Balasan orang yang bercakap tetapi tidak mengamalkannya.
6. Ssekumpulan manusia makan daging busuk sedangkan ada daging baik, balasan orang yang berzina sedangkan dirinya ada isteri yang sah.
7. Orang yang tenggelam timbul dalam lautan darah dan dilemparkan dengan batu. Balasan orang yang makan riba.
8. Kumpulan manusia mencakar-cakar muka dan dada dengan kuku yang tajam. Balasan orang yang suka mengumpat.
9. Orang yang membawa berkas kayu yang banyak tidak terangkat olehnya. Balasan oarang yang menerima amanah tetapi tidak sanggup melaksanakannya.
10. Seekor lembu keluar dari lubang kecil tetapi tidak dapat masuk semula ke dalam lubang tersebut. Gambaran orang yang suka bercakap besar.

Peristiwa Mi'raj

1. Wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Gambaran balasan wanita yang berhias bukan kerana suaminya.
2. Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yang tidak menutup auratnya (rambut)
3. Wanita berkepala seperti babi, badannya seperti kaldai dan menerima berbagai balasan wanita yang suka membuat fitnah, bermusuh dengan jiran dan membuat dusta.
4. Wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri. Balasan wanita yang mengoda dan menghairahkan lelaki.
5. Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontar mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul hingga keluar api dari badannya. Balasan orang yang membesarkan diri dan takabur kepada orang ramai.
6. Lelaki dan wanita dimasukkan besi pembakar daging dari duburnya, keluar hingga ke mulutnya. Balasan orang yang membuat fitnah, mengejek dan mencaci.
7) Wanita tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya lalu kering kecut dagingnya terbakar. Balasan wanita yang minum ubat untuk membunuh janin.
8. Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya. Balasan wanita yang menjadi penyanyi tidak sempat bertaubat.
9. Lelaki dan wanita yang masuk api ke dalam perut dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan orang yang makan harta anak yatim.
10. Lelaki dan wanita kepalanya terbenam dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang yang berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.

More

Solat Dhuha, Doa dan cara melaksanakan

1 comments


Ruang waktu dan waktu afdal 

Sesuailah dengan namanya dhuha yang bermaksud pagi. Jadi ruang waktunya bermula kira-kira 20 minit selepas terbit matahari atau disebut dalam kitab-kitab fikah sebagai tinggi matahari daripada pandangan jauh sekadar satu al-Rumh atau batang lembing yakni kira-kira dua meter. Waktu solat ini pula berakhir sebelum menjelang waktu Zuhur. Jadi, secara mudahnya dapat difahami bahawa batas waktu solat sunat Dhuha ini antara pukul 7 pagi hingga 1 petang.
Berkenaan waktu afdalnya pula iaitu ketika sinar matahari kian panas berdasarkan sepotong hadis Nabi s.a.w. yang dirakamkan oleh Zaid bin Arqam. Rasulullah s.a.w. menjelaskan: “Solat Dhuha ini afdalnya ketika matahari telah meninggi dan kian panas sinarnya.” Imam Nawawi menghuraikan masa tersebut sebagai masa berlalunya seperempat tempoh siang hari iaitu pukul 10 pagi hingga 1 petang (Kitab al-Majmu’ karangan Imam Nawawi).
Justeru, waktu sedemikian eloklah dilaksanakan solat tersebut, apatah lagi pada saat itu badan memerlukan ‘rehat sebentar’ setelah penat bekerja. Maka disarankan juga sekiranya masa tersebut diisi sekadar empat hingga lima minit dengan sujud menyembah Ilahi sama ada di rumah atau di tempat kerja dengan syarat tidak mengetepikan perkara-perkara atau urusan yang wajib dan utama daripada yang sunat.
Cara melaksanakannya 

Banyak bahan media cetak yang boleh dirujuk bagi mengetahui cara melakukan solat sunat Dhuha ini merangkumi bacaan-bacaan dalam solat hinggalah dalam sujud dan doa setelah selesai ibadat tersebut.

Cuma secara asas dan mudahnya berdasarkan hadis-hadis Nabi, solat sunat Dhuha ini dilakukan seperti solat-solat lain, cuma bacaan yang dianjurkan Baginda s.a.w. selepas al-Fatihah, menurut hadis yang disampaikan oleh Uqbah bin Amir, ialah surah al-Syams pada rakaat pertama dan al-Dhuha pada rakaat kedua. (Riwayat al-Hakim)
Namun begitu, perkara (bacaan dalam solat) ini adalah sesuatu yang subjektif dan tidak statikMaka tidak perlulah hanya terikat dengan kaifiat tertentu dan bacaan tertentu. Apa yang penting, solat tersebutdiniatkan dengan betulsyarat-syaratnya dipenuhi dan rukun-rukunnya disempurnakan sebaik-baiknya. Begitu jugalah dengan doa selepas solat tersebut.
Doa yang disarankan
“Ya Allah bahawasanya waktu duha itu waktu duhamu, kecantikan itu ialah kecantikanmu , keindahan itu keindahanmu, kekuatan itu kekuatanmu ,kekuasaan itu kekuasaanmu dan perlindungan itu perlindunganmu “. ” Ya Allah jika rezekiku masih di atas langit , turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah. ,Jika masih jauh dekatkanlah. Berkat waktu duha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanmu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang soleh”

  
  
* Coretanku
Kepada orang yang tidak menghafal surah-surah yang disarankan iaitu surah al-Syams pada rakaat pertama dan al-Dhuha pada rakaat kedua. Bacaan solat boleh dibaca apa-apa surah yang penting niat kita adalah IKHLAS untuk Allah SWT, bukan kerana berkehendakkan harta dan rezeki yang banyak tetapi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah…
Kita rujuk kepada Hadith Qudsi yang mengatakan, Firman Allah, “ Wahai anak-anak adam (sebut-sebutkan) zikirkan akan AKU selepas sembahyang subuh barang sekejap dan selepas sembahyang asar barang sekejap, maka AKU cukupkan engkau apa yang ada diantara dua waktu tersebut maka apabila naik matahari sembahyang dhuha sebanyak lapan rakaat”
Pada rakaat pertama bacalah ayatul kursi kerana ayutul kursi terlalu banyak keistimewaannya, semasa suruh itu diturunkan beribu-ribu malaikat sebagai perantaranya. Didalamnya juga terkandung KURSI (kerajaan) ALLAH yang sangat besar meliputi 7 lapisan langit dan bumi. Ada 95 buah hadish yang menerangkan akan fadhilat ayutul kursi.
Rakaat kedua bacalah surah Al-Ikhlas sebab surah Al-Ikhlas merupakan 1/3 dari Al-Quran. Surah yang cukup besar maknanya sebab mengandungi sifat-sifat Allah yang Esa dan siapa Allah yang sebenar iaitu yang tidak beranak juga tidak diperanakkan dan tidak ada yang serupa denganNYA. Dua surah ini sudah cukup bagi yang tidak menghafal surah yang disarankan.
Berkenaan doa… boleh baca doa mana-mana yang berkaitan tetapi lebih afdal baca doa solat dhuha yang khusus… doa itu sememangnya cukup baik dan sempurna untuk memohon keberkatan rezeki dari ilahi… Manakala bilangan rakaat pula adalah mengikut kemampuan. Bila masa terhad dengan kerja seharian boleh dilakukan dengan 2 rakaat dan bila waktu cuti lakukanlah dua-dua rakaat sehingga 4, 6 atau 8 rakaat dan boleh sehingga 12 rakaat. semua mengikut kemampuan… Amal yang sedikit dan istiqamah (berterusan) adalah lebih baik dari amal yang banyak tetapi jarang-jarang… fikir-fikirkan… semoga dengan membudayakan solat dhuha, kita akan lebih disayangi oleh Allah SWT dan sentiasa didalam naunganNYA.. ameennn…

dari blog 
http://nursyirah.wordpress.com/2008/04/17/solat-dhuha-doa-dan-cara-melaksanakan/

More

Pes Nasi Arab

1 comments
Sila dapatkan segera dengan kami Pes Nasi Arab yang istimewa.
More

Doa Sambutan Hari Raya

0 comments
Doa pembukaan : Pujian kepada Allah dan rasulullah

Segala puji bagi Allah, Tuhan Pencipta dan Penguasa seluruh ‘alam, sebagaimana selayaknya Engkau dipuji.

Ya Allah Ya Rahman, dengan keberkatan bulan Syawal yang mulia dan barakah ini kami zahirkan rasa syukur yang tidak terhingga atas segala anugerah-Mu kepada kami seluruhnya. Lantaran itu ya Allah jadikanlah kami semua sebagai hamba-Mu yang beriman, yang bertaqwa,yang berilmu, yang berakhlak mulia, yang sejahtera di dunia dan di akhirat.

Ya Allah Ya Rahim, Sempena Sambutan Hari Raya Aidilfitri Dan Hari Malaysia Pada Kali Ini, kami memohon keampunan atas segala dosa-dosa kami, dosa kedua ibu bapa kami dan seluruh kaum muslimin dan muslimat sama ada yang masih hidup atau yang telah kembali kepada-Mu ya Allah.

Ya Allah Ya Tuhan kami, Kami juga memohon restu dan rahmat –Mu sempena majlis ini, Engkau memberi hidayah dan petunjuk kepada hati-hati kami, Engkau memperkukuhkan perpaduan kami, Engkau menjamin rezeki kami, Engkau memberi kekuatan serta semangat yang tinggi kepada kami, dorongkanlah kami ke arah melaksanakan kebaikan dan amal soleh serta kami memohon dipanjangkan usia diliputi dengan sihat wal-afiat menabur bakti dan jasa kepada agama,bangsa dan Negara kami yang tercinta ini.

Ya Allah Ya Ghaffar, Kami pohonkan juga ya Allah keselamatan dan kesejahteraan keamanan kemakmuran dan keberkatan negara kami yang dikasihi, rakyatnya sejahtera sentosa, agama-Mu terus terpelihara dan maju jaya dibawah pemerintahan pemimpin kami.

Ya Allah, jadikanlah perhimpunan kami ini sebagai satu perhimpunan yang dirahmati dan perpisahan kami pula selepas ini sebagai satu perpisahan yang diberkati dan dilindungi.dan janganlah Engkau jadikan pada diri kami ini, dan mereka yang bersama kami, kebinasaan, dan menyingkirkan kami dari memperolehi rahmat. Permudahkanlah urusan kami dan sempurnakanlah semua pekerjaan kami dengan segala kebaikan

Ya Allah, Ya Sami’un A’lim, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, maka terimalah dan perkenankanlah doa’ kami ini.

doa penutup : selawat Nabi
More

NASIHAT IMAM SYAFIE

0 comments

PANDUAN BERSAHABAT

1.Sahabat Yang Baik

Aku mencintai sahabat-sahabatku dengan segenap jiwa ragaku, seakan-akan aku mencintai sanak saudaraku. Sahabat yang baik adalah yang sering sejalan denganku dan yang menjaga nama baikku ketika aku hidup ataupun setelah aku mati.
Aku selalu berharap mendapatkan sahabat sejati yang tak luntur baik dalam keadaan suka ataupun duka. Jika itu aku dapatkan, aku berjanji akan selalu setia padanya.
Kuhulurkan tangan kepada sahabat-sahabatku untuk berkenalan, kerana aku akan merasa senang. Semakin banyak aku perolehi sahabat, aku semakin percaya diri.

2.Mencari Sahabat Di Waktu Susah

Belum pernah kutemukan di dunia ini seorang sahabat yang setia dalam duka. Padahal hidupku sentiasa berputar-putar antara suka dan duka. Kalau suka melanda, aku sering bertanya…. Siapakah yang sudi menjadi sahabatku? Dikala aku senang, sudah biasa bahawa banyak orang yang akan iri hati, namun bila giliran aku susah merekapun bertepuk tangan.

3.Pasang-Surut Persahabatan

Aku dapat bergaul secara bebas dengan orang lain ketika nasibku sedang baik. Namun, ketika musibah menimpaku, kudapatkan mereka tak ubahnya roda zaman yang tak mahu bersahabat dengan keadaan. Jika aku menjauhkan diri dari mereka, mereka mencemuhkan dan jika aku sakit, tak seorangpun yang menjengukku. Jika hidupku berlumur kebahagiaan, banyak orang iri hati, jika hidupku berselimut derita mereka bersorak sorai.

4.Mengasingkan Diri Lebih Baik Daripada Bergaul Dengan Orang Jahat
Bila tak ketemukan sahabat-sahabat yang takwa, lebih baik aku hidup menyendiri daripada aku harus bergaul dengan orang-orang jahat.
Duduk sendirian untuk beribadah dengan tenang adalah lebih menyenangkanku daripada bersahabat dengan kawan yang mesti kuwaspada.

5.Sukarnya Sahabat Sejati

Tenanglah engkau dalam menghadapi perjalanan zaman ini. Dan bersikaplah seperti seorang paderi dalam menghadapi manusia. Cucilah kedua tanganmu dari zaman tersebut dan dari manusianya. Peliharalah cintamu terhadap mereka. Maka kelak kamu akan memperolehi kebaikannya.
Sepanjang usiaku yang semakin tua, belum pernah aku temukan di dunia ini sahabat yang sejati. Kutinggalkan orang-orang bodoh kerana banyak kejelekannya dan ku janji orang-orang mulia kerana kebaikannya sedikit.

6.Sahabat Sejati Di Waktu Susah

Kawan yang tak dapat dimanfaatkan ketika susah lebih mendekati musuh daripada sebagai kawan. Tidak ada yang abadi, dan tidak ada kawan yang sejati kecuali yang menolong ketika susah.
Sepanjang hidupku aku berjuang keras mencari sahabat sejati sehinggalah pencarianku melenakanku. Kukunjungi seribu negara, namun tak satu negarapun yang penduduknya berhati manusia.

7.Rosaknya Keperibadian Seseorang

Dalam diri manusia itu ada dua macam potensi tipuan dan rayuan. Dua hal itu seperti duri jika dipegang dan ibarat bunga jika dipandang. Apabila engkau memerlukan pertolongan mereka, bersikaplah bagai api yang dapat membakar duri-duri itu.

8.Menghormati Orang Lain

Barangsiapa menghormati orang lain, tentulah ia akan dihormati. Begitu juga barangsiapa menghina orang lain, tentulah ia akan dihinakan.
Barangsiapa berbuat baik kepada orang lain, baginya satu pahala. Begitu juga barangsiapa berbuat jahat kepada orang lain, baginya seksa yang dahsyat.

9.Menghadapi Musuh

Ketika aku menjadi pemaaf dan tak mempunyai rasa dengki, hatiku lega, jiwaku bebas dari bara permusuhan. Ketika musuhku lewat di hadapanku, aku sentiasa menghormatinya. Semua itu kulakukan agar aku dapat menjaga diriku dari kejahatan.
Aku tampakkan keramahanku, kesopananku dan rasa persahabatanku kepada orang-orang yang kubenci, sebagaimana ku tampakkan hal itu kepada orang-orang yang kucintai.
Manusia adalah penyakit dan penyakit itu akan muncul bila kita mendekati mereka. Padahal menjauhi manusia bererti memutuskan persahabatan.

10.Tipu Daya Manusia

Mudah-mudahan anjing-anjing itu dapat bersahabat denganku, kerana bagiku dunia ini sudah hampa dari manusia. Sehina-hinanya anjing, ia masih dapat menunjukkan jalan untuk majikannya yang tersesat, tidak seperti manusia-manusia jahat yang selamanya tak akan memberi petunjuk. Selamatkanlah dirimu, jaga lidahmu baik-baik, tentu kamu akan bahagia walaupun kamu terpaksa hidup sendiri.

11.Tempat Menggantungkan Harapan

Apabila engkau menginginkan kemuliaan orang-orang yang mulia, maka dekatilah orang yang sedang membangun rumah untuk Allah. Hanya orang yang berjiwa mulia yang dapat menjaga nama baik dirinya dan selalu menghormati tamunya, baik ketika hidup mahupun setelah mati.

12.Menjaga Nama Baik

Jika seseorang tak dapat menjaga nama baiknya kecuali dalam keadaan terpaksa, maka tinggalkanlah dia dan jangan bersikap belas kasihan kepadanya. Banyak orang lain yang dapat menjadi penggantinya. Berpisah dengannya bererti istirehat. Dalam hati masih ada kesabaran buat sang kekasih, meskipun memerlukan daya usaha yang keras.
Tak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadangkala dibalas dengan sikap tak sopan. Jika cinta suci tak datang dari tabiatnya, maka tak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.
Tidak baik bersahabat dengan pengkhianat kerana dia akan mencampakkan cinta setelah dicintai. Dia akan memungkiri jalinan cinta yang telah terbentuk dan akan menampakkan hal-hal yang kelmarin menjadi rahsia.

Selamat tinggal dunia jika tasnya tidak lagi ada sahabat yang jujur dan menepati janji.


More

Selamat Hari Raya Aidil Fitri 1435H

0 comments
Assalaamualaikum
Saya ingin mengucapkan selamat hari raya aidilfitri maaf zahir batin.
More

Angan-angan yang Indah

0 comments

BAB 26: ANGAN-ANGAN YANG MULUK
Kitab Mukasyafatul Qulub (Dibalik Ketajaman Mata Hati)
Imam Al-Ghazali

Nabi Muhammad saw bersabda:
‘Sesuatu yang paling mengrisaukan atas kamu adalah dua hal, angan-angan yang muluk dan mengikuti hawa nafsu. Dan sesungguhnya angan-angan muluk membuat lupa kepada akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu akan menghalangi kebenaran.’

‘Aku menjamin kepada tiga orang dengan tiga hal; iaitu orang yang terjun dalam duniawi, orang yang rakus kepadanya, dan orang yang sangat kikir dengannya dengan tiga hal; iaitu kefakiran yang tiada akan kaya sesudahnya, kesibukan yang tiada istirehat darinya, dan kesusahan yang tiada kegembiraan menyertainya’.
Dari Abid Darda ra, Sesungguhnya dia telah berada dekat penduduk Hamsh.Berkatalah dia:
‘Tidakkah kamu malu, kamu membangun apa yang tidak kamu tempati, meangan-angankan apa yang tidak kamu temukan dan mengumpulkan apa yang tidak kamu makan. sesungguhnya orang-orang yang ada sebelum kamu telah membangun bangunan kukuh, mengumpulkan yang banyak, dan berangan-angan yang jauh. Tetapi tempat-tempat mereka menjadi kuburan-kuburan, angan-angan mereka adalah tipuan dan pengumpulan harta mereka adalah kehancuran.’

Ali bin Abi Thalib berkata kepada umar ra:
‘Apabila kamu ingin bertemu kedua sahabatmu (Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar ra) maka tampallah bajumu, jahitlah sandalmu, sederhanakan angan-anganmu, dan makanlah di bawah ukuran kenyang.’

Adam as (memberi wasiat) kepada anaknya Syits dengan lima hal dan memerintahkannya untuk memberi wasiat dengan lima hal itu kepada anak-anaknya lagi sepeninggalnya:
Pertama; dia berkata kepada Syits;’Katakanlah kepada anak-anakmu, janganlah kamu merasa tenang (tenteram) dengan dunia, kerana aku pernah merasa tenang (tenteram) dengan syurga yang abadi, tetapi Allah mengeluarkan aku dari sana.
Kedua; Katakanlah pada mereka, janganlah kamu bertindak menurut kesenangan perempuan-perempuan, kerana aku pernah menurut kesenangan isteriku dan aku makan Syajarah, lalu penyesalan menyusulku.
Ketiga; Katakan pada mereka, setiap perbuatan yang kamu inginkan perhatikanlah akibatnya, kerana seandainya aku memperhatikan sesuatu, tentu tidak terjadi apa yang telah menimpaku itu.
Keempat; Apabila hatimu tergoncang menghadapi sesuatu, maka jauhilah. Kerana ketika aku makan Syajarah tergoncanglah hatiku, tetapi aku tidak mahu kembali. Maka penyesalan menyusulku.
Kelima; Musyawarahkanlah di dalam memutuskan segala hal, kerana apabila aku bermusyawarah dengan para malaikat tentu tidak terjadi apa yang telah menimpaku itu.’
Mujahid berkata:
‘Abdullah bin Umar berkata kepadaku, ‘Apabila kamu memasuki pagi, janganlah kamu ceritakan dirimu pada petang hari, dan apabila kamu memasuki petang hari maka janganlah kamu ceritakan dirimu pada pagi hari.
Ambillah sesuatu dari hidupmu sebelum matimu dan dari sihatmu sebelum sakitmu. Kerana kamu tidak mengetahui Apa namamu esok pagi.’

Nabi Muhammad saw bersabda kepada sahabat-sahabatnya:
‘Adakah kamu semua ini menghendaki syuega?’
Mereka menjawab: ‘Ya, ya rasulullah.’
Beliau bersabda; ‘ Sederhanakanlah angan-angan dan malulah kepada Allah dengan sepenuh rasa malu.’
Mereka berkata: ‘Kami semua malu kepada Allah swt.’
Beliau bersabda; ‘Bukan itu yang di sebut malu. Tetapi malu kepada Allah swt ialah kamu mengingat kuburan dan kematian binasa dan menjaga perut beserta isinya dan kepala beserta yang di kandungnya.’

Orang yang menginginkan kemuliaan akhirat akan meninggalkan perhiasan dunia. Disanalah rasa malu seorang hamba kepada Allah dengan penuh rasa malu, dan dengannya pula seorang hamba memperoleh kasih sayang dari Allah swt.
Rasulullah saw bersabda;
‘Kesalihan generasi awal umat ini berkat mengasingkan duniawi dan keyakinan, sedang kebinasaan generasi umat ini akibat kebakhilan dan muluknya angan-angan.’

Diriwayatkan Dari Ummil-Mundzir, sesungguhnya dia berkata, Rasulullah saw menghampiri orang-orang pada suatu petang dan bersabda;
‘Wahai manusia, tidakkah kamu malu kepada Allah?’ Mereka bertanya: ‘Apa itu ya Rasulullah?’
Beliau bersabda; ‘Kamu mengumpulkan apa yang tidak akan kamu makan, mengangan-angankan apa yang tidak akan kamu temukan, dan membangun apa yang tidak akan kamu tempati.’

Dari Abi Sa’id Al-Khudri dia berkata: ‘Usamah bin Zaid membeli dari Zaid bin Thabit budak Walidah seharga 100 dinar dengan pembayaran yang di tangguhkan sampai sebulan. Lalu aku mendengar Rasululla saw bersabda;
‘Tidakkah kamu merasa hairan terhadap Usamah sungguh orang yang berangan-angan indah. Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam kekuasaan-Nya, tidak pernah kedua tepi pelupuk mataku tidak akan bertemu, hingga Allah mencabut nyawaku sebelumnya. Tidak pernah aku mengangkat pandanganku lalu aku berfikir bahawa sesungguhnya aku akan meletakkannya hingga nyawaku di cabut. Dan tidak pernah aku menelan sesuap makanan pun kecuali aku berfikir bahwa sesungguhnya aku tidak akan menelannya hingga aku tercekik dengannya kerana mati.’ Kemudian beliau bersabda; ‘Wahai anak cucu Adam, kalau kamu dapat berfikir maka, hitunglah dirimu di antara orang-orang mati. Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya apa yang di janjikan kepadamu tentu akan terjadi dan tidaklah kamu dapat menundanya (melemahkannya).’

Dari Ibnu Abbas ra, sesungguhnya Rasulullah saw keluar untuk menuangkan air. Lalu beliau mengusap dengan debu dan aku berkata padanya, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya air dekat dengannya.’ Beliau bersabda; ‘Apa yang membuatku tahu? Mungkin aku tidak dapat mencapainya.’
Diriwayatkan, sesungguhnya Nabi Muhammad saw mengambil 3 buah kayu. Beliau menancapkan sebuah kayu di hadapannya, yang lain di sebelahnya, dan yang ketiga di jauhkannya. Bersabda beliau; ‘Apakah kamu tahu apa ini?.’ Mereka menjawab: ‘Allah dan Utusan-Nya yang lebih mengetahui.’ Beliau bersabda; ‘Ini adalah manusia, yang ini ajal dan yang itu angan-angan. Anak cucu Adam menghadapinya dan ajal mengejutkannya, bukan angan-angan.
(Dikatakan) Suatu ketika Nabi Isa as sedang duduk, sementara seorang yang sangat tua bekerja dengan cangkul mengolah tanah. Isa as berkata; ‘Ya Allah, cabutlah angan-angan darinya.’
Orang tua itu lalu meletakkan cangkul dan bertiduran. Dia berdiam sesaat. Isa berkata lagi; ‘Ya Allah kembalikanlah angan-angan padanya tentang semua itu.’
Laki-laki itu berkata: ‘Pada saat aku bekerja, tiba-tiba hatiku berkata pada diriku sendiri, ‘Sampai bila kamu harus bekerja, sedang kamu adalah orang tua yang sangat lanjut.’ Maka aku melemparkan cangkul dan bertiduran. Kemudian hatiku berkata lagi pada diriku sendiri, ‘Demi Allah, tidak boleh tidak bagimu mata pencarian selama kamu masih hidup. Maka berdirilah aku dan ku ambil cangkulku.’
More

Andai Syurga & Neraka Tidak Ada

0 comments

Tentu Anda Ingin Tahu

  • Bermaknakah kehidupan andai tiada syurga dan neraka?
  • Bagaimana menjadi empat golongan yang dirindukan syurga?
  • Apakah nikmat syurga dan hakikat neraka?
  • Apakah cara terbaik menjalani kehidupan di muka bumi Allah?
Syurga dan neraka ibarat hitam putih kehidupan yang menunjukkan kebaikan dan keburukan. Kehidupan setiap manusia kelak berakhir sama ada di syurga ataupun neraka.

Namun, sejauh mana kita memanfaat dan menghayati erti syurga dan neraka yang sebenar. Adakah semata-mata kerana ganjaran syurga dan takut pada seksaaan api neraka kita tunduk patuh pada perintah Allah atau disebabkan keikhlasan kita sebagai hambanya yang beriman.

Dapatkan buku yang berjudul "Andai Syurga & Neraka Tidak Ada" untuk mengetahui lebih mendalam lagi mengenai kisah ahli syurga, nikmat-nikmat syurga, azab neraka serta panduan mempersiapkan diri menjadi orang berakhlak mulia.

More

MALAM PERTAMA DI ALAM BARZAKH

0 comments


MALAM PERTAMA DI ALAM BARZAKH
Oleh : Amru Alhaz Bin Adnan

Setiap detik pasti  ada orang yang meninggal dunia dan pada setiap detik juga pasti ada bayi yang baru dilahirkan. Begitulah rutin kehidupan dunia ini. Yang hidup akan mati, yang pergi akan digantikan dengan yang baru. Kita di dunia adalah umpama seorang musafir yang singgah sebentar berteduh di bawah sebatang pokok. Kemudian dia akan meneruskan perjalanannya ke  alam kubur ataupun alam barzakh. Menurut kamus Mukhtar al-Shahhah (????? ??????) oleh Abu Bakr al-Razi, barzakh bermaksud dinding pembatas antara dua benda. Berdasarkan (iktikad) Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah, setiap manusia akan berada di dalam satu alam yang dinamakan alam barzakh. Ia terletak di antara alam dunia dan alam akhirat. Hal ini bersesuaian dengan firman Allah S.W.T di  dalam surah Al-Mukminun ayat 99-100:

Kesudahan golongan yang kufur ingkar itu apabila sampai ajal maut kepada salah seorang di antara mereka, berkatalah dia: “Wahai Tuhanku, kembalikanlah daku (hidup semula di dunia) - supaya aku mengerjakan amalan soleh dalam perkara-perkara yang telah aku tinggalkan". Tidak! Masakan kau akan dapat? Sesungguhnya perkataannya itu hanyalah kata-kata yang dia sahaja yang mengatakannya, sedang di hadapan mereka alam barzakh (dinding) hingga hari mereka dibangkitkan semula (pada Hari Kiamat).

Seseorang yang sudah mati dan berada di alam barzakh dapat menjangkakan sama ada dia akan mendapat kenikmatan atau kesengsaraan di akhirat kelak. Perkara ini disebut dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:

"Sesungguhnya kubur itu ialah penginapan pertama antara penginapan akhirat, maka sekiranya seseorang itu terlepas dari seksaannya, maka apa yang akan datang kemudiannya akan lebih mudah lagi dan seandainya seseorang itu tidak terlepas (kandas) daripada (seksaannya), maka yang akan datang sesudahnya akan lebih sukar (keras, berat)."

Dr A’idh  Abdullah al-Qarni menulis di dalam sebuah bukunya yang cukup terkenal bertajuk “Malam Pertama Di Alam Kubur”: Seorang penyair arab pernah mendendangkan syairnya:

Aku tinggalkan tempat tidurku pada satu hari, kemudian aku terserkap membisu. Aku telah berpindah dari satu tempat menuju tempat lain. Aku berangkat pergi dari ranjang tidur dalam istanaku menuju alam lain. Kubur adalah malam pertama. Demi Allah katakanlah apa yang terjadi pada malam tersebut .Yang Allah pasti mentakdirkannya pada setiap hamba.

Renungkanlah bagaimana perjalanan seseorang manusia akan berakhir di dalam kubur. Al-Rifa’i berkata: “ Setiap orang yang takut pada sesuatu pasti akan menghindarinya, kecuali kubur. Tidak ada orang yang ingin lari daripadanya melainkan dia akan datang kepadanya. Dia selalu menunggumu tanpa jemu, dan apabila engkau masuk ke dalamnya, engkau tidak akan kembali selama-lamanya. Renungilah nasib saudaramu yang kini telah dikuburkan: “Dahulu dia menikmati pemandangan yang indah, kini matanya telah tertanggal, dahulu lidahnya petah bertutur, kini cacing tanah telah memakan mulutnya. Dahulu dia sering tertawa, kini giginya hancur terbenam.”

Umar bin Abdul Aziz pernah  berkata kepada beberapa orang sahabatnya di dalam satu majlis, Wahai fulan! engkau telah melepasi satu malam, adakah pernah kau terfikir tentang kubur dan penghuninya? Sekiranya kau tahu apakah keadaan sebenar di dalam kubur, pasti kau tak akan berani mendekatinya.

Pada suatu ketika pula , Umar bin Abdul Aziz mengiringi jenazah saudaranya. Apabila jenazah selamat dikebumikan, maka semua orang  telah bersurai kecuali  beliau dan beberapa orang sahabatnya yang  masih tidak berganjak dari kubur tersebut.  Tidak lama kemudia sahabatnya bertanya: Wahai Amirul Mukminin, kau merupakan wali kepada jenazah ini, mengapa engkau perlu menunggunya lagi sedangkan dia telah meninggalkanmu. Umar pun berkata: “ Ya,  sesungguhnya kubur ini memanggilku dari belakang.  Mahukah kalian tahu apakah yang dikatakannya kepadaku: Mereka menjawab “ Sudah tentu wahai Amirul Mukminin. Kubur ini memanggilku dan berkata, “ Wahai Umar bin Abdul Aziz, mahukan aku ceritakan kepadamu apakah yang akan aku lakukan kepada  jenazah yang kau cintai ini? Ya, jawab Umar. Kubur itu menjawab: Aku akan bakar kain kapannya, aku robek badannya, aku sedut darahnya serta aku kunyah dagingnya.

Mahukah engkau tahu apa yang akan aku lakukan pada anggota badannya? Sudah tentu jawabku. Aku cabut satu persatu dari telapak hingga ke tangan, dari tangan ke lengan, dan dari lengan menuju ke bahu. Lalu aku cabut pula lutut dari pehanya, Peha dari lututnya. Aku cabut lutut itu dari betis. Dari betis menuju ke telapak kakinya.

Setelah mendengar penjelasan daripada kubur itu, Umar pun menangis dan berkata.” Ketahuilah sahabatku, umur dunia hanya sedikit. Kemuliaan di dalamnya adalah kehinaan. Pemuda akan menjadi tua dan yang hidup akan mati. Celakalah mereka yang tertipu olehnya. Celakalah aku, bagaimana keadaanku ketika bertemu malaikat maut, saat rohku meninggalkan dunia? Keputusan apakah yang akan diturunkan oleh Tuhanku.  Dia terus menangis dan terus menangis, lalu pergi. Tidak berapa lama kemudian beliau meninggal dunia.

Antara syarat kemenangan dan kejayaan seorang hamba   ialah mempersiapkan diri menghadapi kematian dan menyedari bahawa dirinya akan menjadi penghuni kubur. Tetapi ramai di kalangan kita mengabaikan peringatan dan ancaman yang berbahaya ini. Jika pun kita mengingati kematian, itu pun hanya dilakukan dengan sambil lewa. Tahukah saudaraku, mengapa ini berlaku. Hal ini berpunca disebabkan hati kita yang terlalu cinta dan sibuk dengan perkara dunia sehingga menyebabkan hati kita keras dan gelap dari cahaya.

Saudaraku sekalian, jalan Allah tidak dapat kita tempuhi dengan telapak kaki tetapi ia dapat ditempuh dengan kekuatan hati. Jika kita merasakan hati kita keras dan beku rawatilah ia dengan penjelasan dahsyatnya kubur. Rawatilah hati kita agar ia hidup kembali. Untuk merawat hati yang keras ini boleh dilakukan dengan melaksanakan beberapa perkara:

Pertama- Memperbanyakkan membaca al-Quran dan berzikir. Dengan cara ini hati menjadi hidup. Ketahuilah hati yang tidak pernah ataupun jarang jarang membaca al-Quran  adalah hati yang mudah terpengaruh dengan tipu daya syaitan.
Kedua- Sentiasa merendah diri dan menangis di hadapan Allah. Kita hendaklah bersikap kepada Tuhan sebagai seseorang yang sangat memerlukan-Nya. Apabila kita ditimpa kesulitan, merintih dan berdoalah kepada-Nya.
Ketiga – Menghadiri majlis-majlis ilmu. Sedarilah, semakin tinggi ilmu agama seseorang semakin takut dia kepada Tuhan-Nya. Di samping itu juga elakkan diri dari menghadiri majlis-majlis yang tidak berfaedah dan membuang masa. Ini termasuklah majlis tari-menari dan  juga konsert-konsert hiburan yang melalaikan.
Keempat- Mengingati mati. Seseorang yang sentiasa ingat akan kematian menyebabkan hatinya tertumpu kepada alam akhirat, sekaligus meremehkan dunia dan tidak panjang angan-angan.
Kelima- Menziarahi kubur. Jika hati kita tidak dapat disembuhkan dengan cara sebelum ini maka inilah  cara yang paling berkesan dalam mengubati hati yang keras.  Rasulullah s.a.w bersabda:

“Ziarahilah kubur kerana ia akan mengingatkanmu kepada kematian”(Riwayat Muslim)

Kesimpulannya, jelaslah kepada kita bahawa kematian itu pasti, ia tidak tertangguh walaupun sedetik. Disebabkan kedatangannya merupakan satu misteri maka manusia hendaklah sentiasa berada dalam keadaan bersedia.

“Wahai orang tua yang telah bongkok punggungnya dan dekat ajalnya, apakah engkau telah bersiap sedia menghadapi malam pertama? Wahai pemuda gagah yang bergelimang harta,  pangkat dan kuasa, apakah engkau telah mempersiapkan diri menghadapi malam pertama? Ia adalah malam pertama dengan dua wajah, mungkin menjadi malam pertama bagi malam-malam syurga berikutnya, atau menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka selanjutnya.


Artikel ini pada asalnya ialah teks khutbah yang yang ditulis untuk terbitan JAKIM dan telah disunting untuk bacaan dalam bentuk artikel. 
http://www.masjidnegara.gov.my/portal/index.php?option=com_content&view=article&id=170&Itemid=91
More

Konsep Bekerja Menurut Pandangan Islam

0 comments

http://muslimmatters.org/wp-content/uploads/plant-seedling-400_5q3q.jpg


Oleh:
Hj. Ahmad bin Hj. Awang
Institut Dakwah Dan Latihan Islam, BAHEIS


Pendahuluan:
Tidak ada siapa yang akan mempertikaikan jika ada yang mengatakan bahawa setiap orang mahu bekerja atau mendapatkan pekerjaan untuk menjamin kehidupannya. Kalau kita ambil contoh dari golongan belia, baik yang berpelajaran menengath atau tinggi sama ada mereka yang gagal dan tidak pernah bersekolah langsung, semuanya bercita-cita untuk mendapat pekerjaan atau boleh bekerja bagi menampung keperluan hidupnya sendiri atau keluarganya.
Adakah bekerja itu boleh dipandang sebagai suatu kewajipan atau tanggungjawab yang mempunyai tujuan yang lebih luas? Tetapi apakah yang bekerja itu hanya sekadar untuk menampung dan menjamin kehidupan di dunia ini. Soalan ini perlulah kita jawab dengan memahami konsep kerja menurut pandangan Islam.

Pengertian Kerja:
Kerja atau amal menurut Islam dapat diertikan dengan makna yang umum dan makna yang khusus. Amal dengan makna umum ialah melakukan atau meninggalkan apa jua perbuatan yang disuruh atau dilarang oleh agama yang meliputi perbuatan baik atau jahat. Perbuatan baik dinamakan amal soleh dan perbuatan jahat dinamakan maksiat.
Adapun kerja atau amal dengan maknanya yang khusus iaitu melakukan pekerjaan atau usaha yang menjadi salah satu unsur terpenting dan titik tolak bagi proses kegiatan ekonomi seluruhnya. Kerja dalam makna yang khusus menurut Islam terbahagi kepada:
1. Kerja yang bercorak jasmani (fizikal)
2. Kerja yang bercorak aqli/fikiran (mental)
Dari keterangan hadis-hadis Rasulullah (s.a.w), terdapat kesimpulan bahawa konsep kerja menurut Islam adalah meliputi segala bidang ekonomi yang dibolehkan oleh syarak sebagai balasan kepada upah atau bayaran, sama ada kerja itu bercorak jasmani (flzikal) seperti kerja buruh, pertanian, pertukangan tangan dan sebagainya atau kerja bercorak aqli (mental) seperti jawatan pegawai, baik yang berupa perguruan, iktisas atau jawatan perkeranian dan teknikal dengan kerajaan atau swasta. Antara hadis-hadis tersebut ialah:
"Tidaklah ada makanan seseorang itu yang lebih baik daripada apa yang dimakannya dari hasil usaha tangannya sendiri". (Riwayat al-Bukhari)
Selain daripada itu para sahabat menggunakan perkataan pekerja (amil) untuk jawatan orang yang ditugaskan menjadi petugas pemerintahan umpamanva kadi, gabenor dan sebagainya. Oleh yang demikian segala kerja dan usaha yang dibolehkan oleh syarak baik yang bersifat kebendaan atau abstrak atau gabungan dan kedua-duanya adalah dianggap oleh Islam sebaga "kerja". Segala kerja yang bermanfaat Islam dan yang sekecil-kecilnya seperti menyapu longkang hingga kepada yang sebesar-besarnya seperti menjadi menteri atau kepala negara adalah merupakan kerja atau amal sekalipun ianya berlainan peringkat dan kelayakan yang diperlukan untuknya. Berdasarkan konsep ini maka menurut pandangan Islam, masyarakat seluruhnya dan semua peringkat adalah pekerja.
Oleh yang demikian konsep kerja seperti ini membawa implikasi sosial yang penting, antaranya:
1. Bahawa asal manusia adalah sama sebagai manusia dan pekerja yang mempunyai kemuliaan dan kehormatan sekalipun perbezaan itu tidaklah merupakan keistimewaan satu pihak terhadap yang lain.
2. Para pekerja bukanlah hanya satu kelompok dari masyarakat, bahkan mereka adalah semua anggota masyarakat. Jadi mengikut konsep Islam bahawa masyarakat itu adalah tersusun atau terbentuk dari kerjasama antara sesama para pekerja di dalamnya, bukan terdiri dari kumpulan para pekerja dan para majikan seperti yang difahami menurut sistem ekonomi komunis atau kapitalis.

Kerja Menurut Tuntutan Islam:
Islam menjadikan kerja sebagai tuntutan fardu atas semua umatnya selaras dengan dasar persamaan yang diisytiharkan oleh Islam bagi menghapuskan sistem yang membeza-bezakan manusia mengikut darjat atau kasta dan warna kulit. Firman Allah yang bermaksud:
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu daripada lelaki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan berpuak-puak supava kamu berkenal-kenalan. Sesungguhnya orang yang termulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang taqwa." (al-Hujurat: 13)
Dengan menggunakan segala unsur-unsur perbezaan darjat atau warna kulit itu maka jadilah kerja menurut Islam suatu tuntutan kewajipan yang menyeluruh atas setiap orang yang mampu bekerja untuk mencapai kebahagiaan individu dan juga masyarakat. Jadi tidaklah kerja itu hanya khusus untuk golongan hamba abdi seperti sebelumnya.
Firman Allah bermaksud:
"Dan katakanlah wahai Muhammad, beramallah kamu akan segala apa yang diperintahkan, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kamu kerjakan." (al-Taubah: 105)
Islam juga meningkatkan tuntutan kerja itu hingga ke tahap kewajipan agama. Oleh itu tahap iman sentiasa dikaitkan oleh al-Quran dengan amal soleh atau perbuatan baik. Ini bererti Islam itu adalah akidah yang mesti diamalkan dan amalan yang mesti berakidah secara tidak terpisah. Seperti firman Allah bermaksud:
"Demi masa, sesungguhnya sekalian manusia dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh". (al-Asr: 1-3)

Kerja Sebagai Sumber Nilai:
Islam menjadikan kerja sebagai sumber nilai insan dan ukuran yang tanggungjawab berbeza. Firman Allah bermaksud:
"Dan bahawa sesungguhnya tidak ada balasan bagi seseorang itu melainkan balasan apa yang diusahakan". (al-Najm: 39)
Firman-Nya lagi bermaksud:
"Dan bagi tiap-tiap seseorang beberapa darjat tingkatan balasan disebabkan amal yang mereka kerjakan dan ingatlah Tuhan itu tidak lalai dari apa yang mereka lakukan". (al-An'am: 132)
Kerja sebagai sumber nilai manusia bererti manusia itu sendiri menentukan nilai atau harga ke atas sesuatu perkara itu. Sesuatu perkara itu pada zatnya tidak ada apa-apa nilai kecuali kerana nisbahnya kepada apa yang dikerjakan oleh manusia bagi menghasil, membuat, mengedar atau menggunakannya. Kerja juga merupakan sumber yang objektif bagi penilai prestasi manusia berasaskan segi kelayakan. Oleh yang demikian Islam menentukan ukuran dan syarat-syarat kelayakan dan juga syarat-syarat kegiatan bagi menentukan suatu pekerjaan atau jawatan itu supaya dapat dinilai prestasi kerja seseorang itu. Dengan cara ini, Islam dapat menyingkirkan perasaan pilih kasih dalam menilai prestasi seseorang sama ada segi sosial, ekonomi dan politik.

Kerja Sebagai Sumber Pencarian:
Islam mewajibkan setiap umatnya bekerja untuk mencari rezeki dan pendapatan bagi menyara hidupnya. Islam memberi berbagai-bagai kemudahan hidup dan jalan-jalan mendapatkan rezeki di bumi Allah yang penuh dengan segala nikmat ini. Firman-Nya bermaksud:
"Dan sesungguhnya Kami telah menetapkan kamu (dan memberi kuasa) di bumi dan Kami jadikan untuk kamu padanya (berbagai-bagai jalan) penghidupan." (al-A'raf: 168)
Dan firman-Nya lagi bermaksud:
"Dialah yang menjadikan bumi bagi kamu mudah digunakan, maka berjalanlah di merata-rata ceruk rantaunnya, serta makanlah dari rezeki yang dikurniakan Allah dan kepada-Nya jualah dibangkitkan hidup semula." (al-Mulk: 15)
Islam memerintahkan umatnya mencari rezeki yang halal kerana pekerjaan itu adalah bagi memelihara maruah dan kehormatan manusia. Firman Allah bermaksud:
"Wahai sekalian manusia, makanlah dari apa yang ada di muka bumi yang halal lagi baik". (al-Baqarah: 168)
Sabda Nabi (s.a.w) bermaksud:
"Mencari kerja halal itu wajib atas setiap orang Islam."
Oleh yang demikian Islam mencela kerja meminta-minta atau mengharapkan pertolongan orang lain kerana ianya boleh merendahkan harga diri atau maruah. Dalam sebuah hadis Rasulullah (s.a.w) bermaksud:
"Bahawa sesungguhnya seseorang kamu pergi mengambil seutas tali kemudian mengikat seberkas kayu api lalu menjualnya hingga dengan sebab itu ia dapat memelihara harga dirinya, adalah lebih baik daripada ia pergi meminta-minta kepada orang sama ada mereka rnemberinya atau menolaknya."

Kerja Sebagai Asas Kemajuan Umat:
Islam mewajibkan kerja untuk tujuan mendapatkan mata pencarian hidup dan secara langsung mendorongkan kepada kemajuan sosioekonomi. Islam mengambil perhatian yang bersungguh-sungguh terhadap kemajuan umat kerana itu ia sangat menekankan kemajuan di peringkat masyarakat dengan menggalakkan berbagai kegiatan ekonomi sama ada di sekitar pertanian, perusahaan dan perniagaan. Dalam hadis Rasulullah (s.a.w) sangat ketara dorongan ke arah kemajuan ekonomi di sektor tersebut, sebagai contoh:
1. Di bidang Pertanian
Sabda Rasulullah s.a.w bermaksud:
"Tidaklah seseorang mukmin itu menyemai akan semaian atau menanam tanaman lalu dimakan oleh burung atau manusia melainkan ianya adalah menjadi sedekah".
2. Di bidang Perusahaan
Sabda Rasulullah s.a.w. bermaksud:
"Sebaik usaha ialah usaha seorang pengusaha apabila ia bersifat jujur dan nasihat- menasihati.
3. Di bidang Perniagaan
Rasulullah (s.a.w) pernah meletakkan para peniaga yang jujur dan amanah kepada kedudukan yang sejajar dengan para wali, orang-orang yang benar, para syuhada' dan orang-orang soleh dengan sabda bermaksud:
"Peniaga yang jujur adalah bersama para wali, orang-orang siddiqin, para syuhada' dan orang-orang soleh".
Baginda juga menyatakan bahawa sembilan persepuluh daripada rezeki itu adalah pada perniagaan.

Islam Menolak Pengangguran:
Islam menuntut umatnya bekerja secara yang disyariatkan atau dibenarkan menurut syarak bagi menjamin kebaikan bersama dengan mengelakkan dari meminta-minta dan sebaliknya hendaklah berdikari. Islam sentiasa memandang berat dan menyeru umatnya untuk bekerja dan berusaha mencari rezeki melalui dua pendekatan berikut:
Islam melarang dan mencegah umatnya meminta-minta dan menganggur. Banyak hadis Nabi (s.a.w) mengenai larangan berusaha cara meminta. Baginda sering benar mengarahkan orang yang datang meminta, supaya mereka bekerja umpamanya, suatu ketika seorang fakir datang meminta-minta kepada baginda lalu baginda bertanya: "Adakah anda memiliki sesuatu?" "Tidak", kata lelaki itu. Baginda bertanya lagi dengan bersungguh-sungguh, lalu lelaki itu menjawab: "Saya ada sehelai hamparan yang separuhnya kami jadikan alas duduk dan separuhnya lagi kami buat selimut dan ada sebuah mangkuk yang kami gunakan untuk minum".Maka baginda bersabda kepadanya: "Bawakan kedua-dua benda itu kepada saya". Lalu dibawanya kedua-dua barang itu, kemudian Nabi tunjukkan barang itu kepada orang yang berada di sisi baginda kalau ada sesiapa yang hendak membelinya. Akhirnya baginda dapat menjualnya dengan harga dua dirham dan diberikan wang tersebut kepada lelaki itu sambil baginda berkata: "Belilah makanan untuk keluargamu dengan satu dirham manakala satu dirham lagi belikanlah sebilah kapak". Kemudian Rasulullah (s.a.w) meminta lelaki itu datang lagi, lalu lelaki itupun datang dan baginda telah membubuhkan hulu kapak itu dan menyuruh lelaki itu pergi mencari kayu api sambil baginda mengatakan kepada lelaki itu supaya lelaki itu tidak akan berjumpa lagi dalam masa 15 hari. Lelaki itu pergi dan kembali lagi selepas 15 hari sambil membawa datang 10 dirham, lalu ia berkata: "Wahai Rasulullah, Allah telah memberkati saya pada kerja yang tuan suruh saya itu." Maka baginda Rasulullah (s.a.w) bersabda: "Itu adalah lebih baik daripada anda datang pada hari kiamat kelak sedang pada muka anda bertanda kerana meminta-minta.
Berdasarkan kepada banyak hadis mengenai perkara ini, para ulama membuat kesimpulan bahawa larangan meminta-minta itu bukanlah sekadar perintah bersifat akhlak sahaja bahkan orang yang menjadikan kerja meminta-minta itu sebagai "profesion", hendaklah dikenakan hukuman yang berpatutan.

Kesimpulan:
Berdasarkan kepada keterangan ayat-ayat al-Quran dan hadis Rasulullah (s.a.w) dengan huraian-huraian seperti yang disebutkan dapatlah dibuat kesimpulan bahawa Islam sangat mengambil berat terhadap "kerja" dengan menjelaskan konsep kerja itu dan kedudukannya yang tinggi dalam ajaran Islam. Ringkasnya, kita dapat simpulkan seperti berikut:-
  1. Kerja menurut konsep Islam adalah segala yang dilakukan oleh manusia yang meliputi kerja untuk dunia dan kerja untuk akhirat.
  2. Kerja untuk kehidupan dunia sama ada yang bercorak aqli/mental (white collar job) atau bercorak jasmani (blue collar job) adalah dipandang sama penting dan mulia di sisi Islam asal sahaja dibolehkan oleh syarak.
  3. Islam mewajibkan kerja ke atas seluruh umatnya tanpa mengira darjat, keturunan atau warna kulit, kerana seluruh umat manusia adalah sama di sisi Allah, melainkan kerana taqwanya.
  4. Masyarakat Islam adalah sama-sama bertanggungjawab dan bekerjasama melalui kerja masing-masing. Berdasarkan kebolehan dan kelayakan serta kelayakan bidang masing-masing kerana segala kerja mereka adalah bersumberkan iman dan bertujuan melaksanakan amal soleh.
  5. Kerja adalah asas penilaian manusia dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya sebagai khalifah Allah dan hamba-Nya untuk memakmurkan bumi ini dan sekaligus pula beribadat kepada Allah, Tuhan Pencipta alam.
  6. Kerja merupakan cara yang tabi'i untuk manusia mencari nafkah bagi menyara hidup dan keluarga melalui berbagai sektor pekerjaan dan perusahaan yang sedia terbuka peluangnya dengan persediaan dan kemudahan alam yang Allah sediakan di atas muka bumi ini.
  7. Islam melarang/menolak pengangguran kerana ia akan mendedahkan kepada kelemahan dan kefakiran dan jatuhnya maruah diri/ummah, kerana Islam menghendaki setiap umatnya bermaruah dan berdikari, tidak meminta-minta dan berharap kepada bantuan dan belas kasihan orang lain, bahkan sebaliknya hendaklah menjadi umat yang kuat dan mampu membela mereka yang lemah dan tertindas agar seluruh manusia menikmati keadilan dan rahmat yang dibawa oleh Islam sebagai agama atau "ad-Din" yang tertinggi dan mengatasi seluruh kepercayaan dan ideologi manusia. Firman Allah S.W.T bermaksud: "Dialah Allah yang mengutuskan Rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (Islam) supaya ia meninggikan atas segala agama yang lain, walaupun orang musyrik membencinya".


Sumber: Sinaran Islam, Tahun 8, Bil. 2, Jun 1988, hal. 16-30
More

Teman Setia Kami

Tafsir al-Quran Miracle Reference 22 in 1

Dapatkan Sekarang. Tempahan boleh dibuat dengan menghantar email kepada saya di: fazakkeer@gmail.com atau arqustany@gmail.com. Sementara stok dengan saya masih ada. Harga yang ditawarkan masa sekarang ialah RM150.00 sebuah (termasuk penghantaran hanya di semenanjung Malaysia) Jika mengambil sendiri harga hanya RM130.00 sebuah.

Ruangan Iklan

Jika ada sesiapa yang ingin mengiklankan bisnes mereka bolehlah emailkan kepada saya di: fazakkeer@gmail.com

wibiya widget

Download MP3 Ceramah

MP3 Ceramah: Tuan Ibrahim Tuan Man

1. Antara Ahli Syurga & Neraka
2. Antara Ujian & Bala
3. Azab Neraka
4. Dajjal
5. Ikhlas Dalam Amalan
6. Mendidik Anak Yang Soleh
7. Kelahiran & Kematian


MP3 Ceramah: Ustaz Azhar Idrus

1. 12 Ribu Dosa
http://www.mediafire.com/?yvmj4zlzwmm
2. Dua Kali Bodoh
http://www.mediafire.com/?diwzhy12tjk
3. 28 Nabi
http://www.mediafire.com/?nmtwn0u0zyk
4. Adab Sembelih
http://www.mediafire.com/?bdmjmudmk4z
5. Air Zam Zam
http://www.mediafire.com/?ztmrahzzzti
6. Alam Barzakh
http://www.mediafire.com/?yuqlqym15n4
7. Amanah yang Semakin Hilang
http://www.mediafire.com/?tnqkwjjotnt
8. Anak Derhaka
http://www.mediafire.com/?om1ygodmmnt
9. Angin Merah
http://www.mediafire.com/?it5g0jddmj0
10. Awek Takraw
http://www.mediafire.com/?w2wnozmjzua
11. Bab Jenazah
http://www.mediafire.com/?dmmj0mojjjz
12. Bahaya Fitnah
http://www.mediafire.com/?qntgdndzrco
13. Bahaya Kemewahan
http://www.mediafire.com/?h3zzyzmymht
14. Baiki Agama
http://www.mediafire.com/?ixjmoh4mwry
15. Baju Telanjang
http://www.mediafire.com/?d1e2ytwmzwc
16. Basuh Hati
http://www.mediafire.com/?idh4qnzqjhm
17. Batu Pelesit
http://www.mediafire.com/?gv3v1kndhmj



MP3 Ceramah: Dato Ismail Kamus

1. Adab & Hikmah Menziarahi Orang Sakit: klik di sini
2. Perjalanan Umur: klik di sini
3. Asbab Nuzul: klik di sini
4. Adab vs Ibadat: klik di sini
5. 6 perkara antara doa dan zikir: klik di sini
6. Cari Hidayah: klik di sini
7. Apa Perlu Tauliah: klik di sini
8. Bidaah Dalam Solat
: klik di sini
9. Fitnah Kubur: klik di sini
10. Hukum Berjampi: klik di sini
11. Kelebihan Ilmu: klik di sini
12. Kelebihan Umat Nabi Muhammad: klik di sini
13. Alam Jin 1: klik di sini
14. Alam Jin 2: klik di sini
15. Alam Jin 3: klik di sini
16. Mengenal Jin 1: klik di sini
17. Mengenal Jin 2: klik di sini
18. Mengenal Jin 3: klik di sini
19. Mengenal Jin 4: klik di sini
20. Mengenal Jin 5: klik di sini



MP3 Ceramah: Tuan Guru Nik Abdul Aziz

1. Malam Nisfu Sya'ban: klik di sini
2. Bohong yang dibolehkan: klik di sini
3. Bertauhid mengenal Allah: klik di sini
4. Asal Usul Sifat 20: klik di sini
5. Doa Mengukuhkan Hati Si Mati: klik di sini
6. Ikat Setia Cara Islam: klik di sini
7. Islam Daya Penyelesaian: klik di sini
8. Keadilan Islam: klik di sini
9. Konsep Barakah Dalam Islam: klik di sini
10. Kunjungan Munkar Nakir: klik di sini


MP3 Ceramah: Dato Haron Din

1. Talaqqi Al-Fatihah: Klik di sini
2. Talaqqi Selawat Syifa': Klik di sini
3. Jiwa yang Tenang: Klik di sini
4. Israk Mikraj 1: Klik di sini
5. Israk Mikraj 2: Klik di sini
6. Manusia dan Islam: Klik di sini
7. Cabaran Perjuangan Islam: Klik di sini
8. Cahaya Iman: Klik di sini
9.
Cintai Islam: Klik di sini
10. Ikuti Para Ulama': Klik di sini
11. 4 Halangan Daie (side A): Klik di sini
12. 4 Halangan Daie (side B): Klik di sini


MP3 Ceramah: Ustaz Zaharuddin Abd Rahman

1. Halal Haram (Aurat): klik di sini
2. Halal Haram Pelaburan Saham: klik di sini
3. Kaedah & Hukum Jual Beli: klik di sini
4. Pelaburan Internet: klik di sini
5. Maulid Nabi: klik di sini
6. Penjelasan FOREX: klik di sini
7. Rasulullah Pakar Ekonomi: klik di sini


Muat turun

Doa-doa
Doa harian: klik di sini
Doa masuk hutan: klik di sini
Doa sakit kepala: klik di sini
Doa Bismillah enam: klik di sini
Doa Istikharah: klik di sini
Doa jamuan akhir tahun: klik di sini
Doa kejayaan: klik di sini
Doa pengasih anak: klik di sini
Doa peperiksaan: klik di sini
Doa kem bestari solat: klik di sini
Doa Yaasiin: klik di sini
Doa sempena mesyuarat: klik di sini
Doa angin ahmar: klik di sini
Doa Solat Hajat: klik di sini
Doa Solat Dhuha: klik di sini
Doa Solat Tahajjud: klik di sini
Doa Solat Terawih: klik di sini
Doa Solat Witir: klik di sini
Doa Sepanjang Mengerjakan Haji: klik di sini


Selawat Nabi
Selawat al-I'tiraf: klik di sini
Selawat Badar: klik di sini
Ya Nabi Salam Alaika 1: klik di sini
Ya Nabi Salam Alaika 2: klik di sini
Ya Rabbil-Bil-Mustafa: klik di sini
Selawat-Badwi: klik di sini
Selawat-Dawam: klik di sini
Selawat-Syifa': klik di sini
Muhammad Ya Habibi: klik di sini
Selawat-Maulid: klik di sini


Kategori

Logo SKSSJ

Logo SKSSJ