Kekeliruan Sikap di Masa Muda

0 comments
Sumber: Artikel dr teman blogger (Indonesia) - Syukran

Masih amat banyak para pemuda yang jatuh dalam pergaulan yang salah, senang dengan tindakan brutal dan kekerasan, ugal-ugalan, hura-hura dan bahkan kemaksiatan seperti, minum minuman keras, pergaulan bebas dan sebagainya. Termasuk tingkat yang mengkhawatirkan adalah meninggalkan kewajiban yang seharusnya dilaku-kan oleh setiap muslim yang telah baligh, seperti shalat dan puasa Ramadhan. Alasannya sangat sederhana, yakni memang begitulah seharusnya seorang pemuda itu, kalau tidak demikian namanya bukan anak muda.

Kita semuanya tanpa kecuali pasti menyadari, bahwa masing-masing kita mempunyai kesalahan dan pernah berdosa, terlupa serta khilaf. Hanya saja orang yang mendapatkan taufiq dan mau menyadari kekeliruannya pasti akan bersegera untuk bertaubat dan minta ampun kepada Allah. Menyesali perbuatan itu dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi-nya, sebagaimana difirmankan Allah, yang bermaksud:

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah- dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan Surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (QS. 3:135-136)

Betapa Maha Besarnya Allah! Seseorang telah melakukan tindak kekejian, menganiaya diri sendiri, kemudian mau bertaubat, menyesal, minta ampunan dan meninggalkan kemaksiatan itu lalu Allah mengampuni dan memberikan untuknya kenikmatan abadi di Surga.Mengalir di bawahnya sungai-sungai, disediakan buah-buahan ranum tak kenal musim, keteduhan dan kedamaian, bidadari yang jelita dan memandang wajah Allah Yang Agung lagi Mulia yang merupakan nikmat paling besar bagi penduduk Syurga.

Pangkal Kekeliruan

Berbagai tindakan menyimpang yang dilakukan para pemuda ternyata memiliki muara yang boleh dikatakan sama, yaitu kekeliruan dalam memahami dan menyikapi masa muda. Hampir sebahagian besar pemuda memiliki persangkaan dan persepsi, bahawa masa muda adalah masa berkelana, hura-hura, bersenang-senang, main-main, berfoya-foya dan menghabiskan waktu untuk bersuka ria semahunya.

Untuk menimbang dan memandang dari sudut syarak dikatakan belum waktunya dan bukan trendnya. Padahal kenyataannya syari’at berbicara lain, yaitu masa muda adalah masa dimulainya seseorang untuk memikul suatu beban tanggung jawab sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi, bahwa ada tiga golongan yang pena diangkat (tidak ditulis dosanya) yang salah satunya adalah seorang anak hingga ia dewasa (menjadi pemuda). Maka bagaimana-kah seorang pemuda muslim yang ketika itu catatan keburukan sudah mulai ditulis malah justru memperbanyak keburukannya?

Yang sebenarnya adalah, masa muda merupakan masa dimulainya seseorang memulai menumpuk dan memperbanyak amal kebajikan, masa menghitung dan introspeksi diri, masa penuh semangat dan jiwa membara untuk membangun dan beramal seba-nyak-banyaknya. Masa di mana sege-nap kemampuan dan tenaga dicurahkan serta masa yang penuh dengan kesem-patan emas untuk melakukan berbagai ketaatan dan kebaikan.

Bentuk-Bentuk Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemuda:

1. Meremehkan Kewajiban
Banyak sekali di antara para pemuda yang meremehkan kewajiban-kewajiban yang telah di tetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala , mereka lupa, bahwa Allah menciptakan manusia tidak lain adalah agar beriba-dah kepada-Nya. Allah telah berfirman,
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan”. (QS. 51:56-57)
Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hadits qudsi, berfirman,
“Tidaklah hamba-Ku melakukan taqarrub (ibadah) dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari)
Kewajiban paling pokok yang sering dilupakan oleh kebanyakan anak-anak muda adalah shalat (lima waktu) yang merupakan ibadah paling agung setelah syahadatain. Nabi telah menegaskan dalam sabdanya,
“Pemisah antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah (dalam hal) meninggalkan shalat.” (HR Muslim). Dan sabdanya yang lain, “Perjanjian antara kita (muslimin) dengan mereka (orang kafir) adalah shalat, maka barang siapa meninggalkannya ia telah kafir.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasai dishahihkan oleh Al-Albani).

Apabila seseorang telah menyia-nyiakan solatnya, maka terhadap selain solat biasanya lebih menyia-nyiakan lagi.

2. Terlalu Menuruti Hawa Nafsu
Yakni dengan tanpa memperhati-kan halal dan haram lagi, yang penting kemauannya terpenuhi. Jika saja ia mau bersungguh-sungguh memegang aturan Islam serta mau berpegang dangan talinya, maka tentu Allah akan menjaganya dari hal-hal yang haram. Kemudian Allah akan memberikan untuknya kesenangan yang halal yang dapat mencukupinya. Namun karena keimanan yang lemah dan rasa malu yang tipis, maka ia malah enggan dengan pemberian Allah tersebut dan lari darinya sehingga melanggar batas-batas yang telah ditetapkan Allah. Maka ia berhak mendapatkan celaan dari Allah dalam firmanNya,
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan.” (QS. 19:59)

3. Menyia-Nyiakan Waktu/Umur
Hal ini disebabkab karena kitidak-tahuan terhadap hakeikat fase masa muda, serta tujuan dari kehidupan. Seandainya para pemuda menyadari, bahwa waktu adalah kehidupannya dan umur adalah segala-galanya, tentu mereka tidak akan membuangnya dengan percuma.
Sebagian salaf berkata,”Wahai anak Adam! kalian adalah hari-hari yang berputar, tatkala lewat satu hari, maka bagian dari dirimu telah hilang.”

4.Mabuk-Mabukan dan Mengkonsumsi Narkoba
Ini merupakan bala’ yang sangat besar bagi kawula muda, karena dengan terjurumus di dalamnya berarti ia telah menyerahkan jiwanya untuk dikendali-kan setan dan hawa nafsu yang buruk.
Khamer adalah biang kekejian sedangkan narkoba tak ada bedanya dengan khamer karena sama-sama memabukkan dan merusak akal. Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam sabdanya telah menegaskan,
“Setiap yang memabukkan adalah khamer dan setiap yang memabukkan adalah haram.” (Muttafaq ‘alaih).

5. Merokok
Merokok memang bukan kategori miras atau narkoba, namun tetap saja merupakan sesuatu yang membahayakan ditinjau dari berbagai segi, baik kesehatan, kejiwaan, sosial dan ekonomi. Oleh karena itu banyak ulama yang menyatakan keharamannya berdasarkan banyak dalil yang terkait dengan bahaya-bahaya tersebut. Di antara dampak negatif merokok adalah membahayakan kesehatan, jika dilaku-kan di tempat umum asapnya mengganggu dan membahayakan orang lain serta termasuk menyia-nyiakan uang untuk sesuatu yang tidak berguna.

6. Kebiasaan Rahasia (Onani)
Biasanya para pemuda yang melakukan ini karena khawatir terjerumus ke dalam dosa zina, maka dengan itu ia berharap agar dapat meredam gejolak syahwatnya. Namun kenyataannya tidak sesuai yang di harapkan, malahan justru menambah besar dorongan hawa nafsunya. Ia bukanlah obat penyembuh, dan bukanlah cara penyaluran yang sesuai syariat.
Obat yang dianjurkan adalah menikah, menjaga pandangan, puasa, menyibukkan diri dengan kegiatan positif, mencari teman yang baik, menjauhi tempat-tempat yang banyak fitnah, tidak menonton acara-acara yang merusak dll.

7. Suka Meniru Trend Orang Kafir (Tasyabbuh)
Masalah ini cukup serius dan membahayakan, muncul akibat pera-saan kurang dan rendah kemauan yang membawanya berputar dalam lingka-ran keburukan. Tidak mau menghiasi diri dengan tingginya akhlak yang diajarkan oleh agamanya sendiri. Mereka lupakan sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam ,
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongannya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud dishahihkan oleh Al-Albani)

8. Hobi Mengumbar Lisan
Bentuknya berupa mengejek dan mengolok-olok orang, menggunjing dan adu domba, dusta, mencela dan melaknat serta mengucapkan perkataan perkataan buruk dan jorok. Di antara firman Allah yang melarang hal-hal tersebut adalah surat Al-Hujurat :11-12.

9.Durhaka Kepada Kedua Orang Tua
Allah telah mengingatkan kita semua dengan firman-Nya
“Dan Kami perintahkan kepada manu-sia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya” (QS.Luqman :14)
Dan sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam , “Terlaknatlah siapa saja yang mendurhakai kedua orang tuanya.” (HR. Ath-Thabrani dishahihkan oleh Al-Albani)

10. Mendengarkan Nyanyian dan Musik
Para pemuda dan juga kebanyakan manusia amat perhatian dengan musik dan nyanyian-nyanyian, hingga rumah-nya penuh dengan koleksi lagu-lagu yang boleh dibilang sebagian besarnya berbicara tentang cinta, syahwat dan segala yang memancing tindakan buruk.
Nabi telah mensinyalir melalui sabdanya, “Sungguh akan datang suatu zaman pada umatku ini dimana saat itu orang-orang menganggap halal perzina-an, sutra, khamer dan musik.”(HR. Al-Bukhari)

11.Bangga dengan Perbuatan Dosa
Amat banyak anak muda yang merasa bangga apabila dapat mencelakai sesamanya, memukul atau menghajar hingga terluka, kuat minum sekian botol, tidak puasa Ramadhan dan lain sebagainya. Andaikan ia tidak terang-terangan dan merasa bangga dengan dosanya, maka besar kemungkinan Allah akan mengampuninya, karena dalam Hadits Muttafaq ‘Alaih, Nabi n telah bersabda, bahwa seluruh umatnya akan diampuni kecuali al-mujahirun (orang yang terang-terangan dalam berbuat dosa).

12. Tidak mensyukuri nikmat Allah dan menyia-nyiakannya.

13. Mengganggu dan menyakiti orang lain, tidak menghormati yang tua.

14. Memutuskan hubungan silatur rahmi.

15. Suka mengikuti program obrolan dengan lawan jenis via telepon.

16. Menunda taubat dan panjang angan-angan.

17. Terlalu banyak tertawa dan bercanda.

18. Bergaul dengan teman yang buruk perangai.

19. Tidak perhatian dengan urusan-urusan kaum muslimin.

More

Renungan: Aduhai 4 Orang Isteriku!

8 comments


SUATU ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai empat orang isteri. Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya. Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.

Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri ketiganya ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini akan lari dengan lelaki yang lain.

Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya. Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian. Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan isterinya yang kedua ini. Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.

Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami. Akan tetapi si pedagang tidak begitu mencintainya. Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu memperdulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, “Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.”

Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada isteri keempatnya, “Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?” Isteri keempatnya terdiam. “Tentu saja tidak!” Jawab isterinya yang keempat, dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi. Jawapan itu sangat menyakitkan hati seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya.

Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya, “Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?” Isteri ketiganya menjawab, “Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati“. Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.

Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, “Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku?” Si isteri kedua menjawab perlahan, “Maafkan aku…aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.”

Jawapan itu seperti kilat yang menyambar. Si pedagang kini berasa putus asa. Tiba-tiba terdengar satu suara, “Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.”

Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati isteri pertamanya yang berkata begitu. Isteri pertamanya tampak begitu kurus. Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang lalu berguman, “Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku.”

Teman, sesungguhnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini ;

* ISTERI KEEMPAT
adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.

* ISTERI KETIGA
adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

* ISTERI KEDUA
pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.

* DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA
adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal kemudian hari!

Sumber dr email kawan

More

Tips Hilangkan Stress

6 comments


Terdapat beberapa tips yang kita boleh amalkan bertujuan mengurangkan tekanan hidup. Antaranya ialah:

1) Biasakan diri berada dalam keadaan berwuduk

Jiwa kita akan menjadi tenang jika kita membiasakan diri mengambil wuduk sebelum melakukan pekerjaan. Kerja yang susah akan menjadi senang dan mudah diselesaikan. Para pelajar misalnya, disarankan agar membiasakan diri mengambil wuduk sebelum mengulang kaji pelajaran agar apa yang dibaca akan mudah diingati.

2) Perbanyakkan membaca Al-Qur'an

Ganjaran yang besar akan diberikan Allah bagi sesiapa yang membaca Al-Quran walaupun satu ayat. Waktu yang sesuai bagi kita untuk membaca Al-Quran ialah selepas solat lima waktu dan waktu-waktu lain seperti ketika berehat dan sebelum tidur. Oleh itu, jadikanlah Al-Quran sebagai teman paling akrab pada sepanjang waktu.

3) Banyakkan Solat Sunat

Sebagai makhluk paling mulia di sisi Allah, kita disuruh membanyakkan amal ibadat kita sehari-hari. Antaranya, dengan mendirikan solat sunat. Solat sunat hajat, solat sunat taubat, solat sunat tasbih adalah antara pelbagai solat sunat yang terdapat dalam Islam. Kita bangun pada sepertiga malam dan mendirikan solat-solat sunat tersebut agar beroleh ketenangan dan kekuatan daripada Allah.

4) Selalu berdoa kepada Allah

Allah telah berpesan iaitu jangan menyembah selain daripada-Nya. Ini bererti kita disuruh berdoa hanya kepada Allah yang Maha Esa dan dilakukan secara berterusan. Waktu-waktu mustajab berdoa adalah pada malam Jumaat, tengah malam, pagi sebelum waktu Subuh, malam hari raya, ketika waktu azan dan iqamah. Insya-Allah, Allah akan memakbulkan doa setiap hamba-Nya yang benar-benar ikhlas.

More

Punca Stress

0 comments


Islam tidak melihat punca stress itu dari tekanan mental semata-mata. Bahkan punca tekanan itu sebenarnya berpunca dari kecelaruan dan kelemahan hati (qalb), ruh, nafsu dan akal.

1. Kelemahan Hati

Kelemahan hati yang menyebabkan rapuhnya hubungan individu itu dengan Allah SWT menyebabkan kehidupannya menjadi sempit, seolah-olah tiada jalan keluar dari setiap inci masalah. Hati yang baik mempunyai unsur yang sangat halus (latifah), ketuhanan (rabbaniyah) dan kerohanian (ruhaniyah).
Manusia menganal Allah SWT dengan hatinya. Bukan dengan anggota badan yang lain. Hati adalah raja manakala segala anggota badannya yang lain hanyalah pelayan atau pengikut saja. Hatilah yang akan merasa bahagia bila dekat dengan Allah. Ia jugalah yang memperolehi kekecewaan dan kesengsaraan apabila ia ingkar kepada hukum Allah dan lalai serta leka dari mengingatinya.

Surah Taha, ayat 124:

“Dan sesiapa yang berpaling ingkar dari ingatan dan petunjukKu, maka sesungguhnya adalah baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan himpunkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

2. Kelemahan Roh

Roh diberi istilah Jawahir, Nyawa dan Jiwa. Menurut al-Marhum Tuan Sheikh Muhammad Zain Minangkabau, erti ruh itu amar Allah.

Al-Isra’, ayat 85:

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakan: “Roh itu dari perkara urusan Tuhanku; dan kamu tidak diberikan ilmu pengetahuan melainkan sedikit sahaja”.

Roh itulah yang menghidupkan jasad atau badan. Dalam Ilmu Tasauf mereka membezakan di antara roh dengan Nyawa. Nyawa adalah satu unsur yang halus yang ada pada setiap makhluk yang hidup samada manusia atau haiwan. Manakala roh pula merujuk kepada nyawa yanga da setiap Mukmin. Beza nyawa dan roh di sisi ilmu tasauf ialah roh mengenal Allah SWT manakala nyawa tidak.

Maka kekuatan roh itu dinilai dari sudut mengenali Allah SWT. Semakin ia kenal Allah, semakin kuat dan mantap ruh itu. Jika tidak jadilah ruh itu ruh yang lemah yang akan diganggu oleh iblis dan syaitan.

3. Pengaruh Nafsu

Al-Imam al-Ghazali, memberi pengertian al-Nafs itu sebagai satu unsur yang halus yang mana dialah hakikat manusia. Ia mempunyai bermacam-macam sifat dan bermacam-macam keadaan. Apabila kecelaan dan keburukkan menguasai hati itulah yang dikatakan nafs lawwamah atau nafs al-ammaratu bissu’.
Surah al-Qiamah, ayat 2:

“Dan aku bersumpah dengan ‘Nafsul Lawwaamah’ (Bahawa kamu akan dibangkitkan sesudah mati)!

Surah Yusuf, ayat 53:

“Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”

Apabila ketenangan, ketenteraman dan kejernihan menyelubungi hati itu, maka itulah yang diseru oleh Allah SWT dengan nafsul Muthmainnah.

Surah al-fajr, ayat 27-28:




(Setelah menerangkan akibat orang-orang yang tidak menghiraukan akhirat, Tuhan menyatakan bahawa orang-orang yang beriman dan beramal soleh akan disambut dengan kata-kata): “Wahai orang yang mempunyai jiwa yang sentiasa tenang tetap dengan kepercayaan dan bawaan baiknya! “Kembalilah kepada Tuhanmu dengan keadaan engkau berpuas hati (dengan segala nimat yang diberikan) lagi diredhai (di sisi Tuhanmu)! “Serta masuklah engkau dalam kumpulan hamba-hambaKu yang berbahagia. “Dan masuklah ke dalam SyurgaKu!”

Nafs muthmainnah mendorong hati melakukan segala kelakuan positif, rasional dan teratur. Inilah tingkat nafsu yang dikehendaki dalam Islam seperti mana di dalam ayat di atas, keadaan nafsu seperti ini adalah nafsu yang baik dan mendapat keredhaan Allah SWT.

4. Kelemahan akal

Imam al-Ghazali telah memberikan makna akal iaitu sesuatu yang memperolehi ilmu atau tempat pengetahuan. Kelemahan akal berpunca dari kejahilan atau sedikit ilmu seseorang. Para Hukama’ mengandaikan ilmu itu adalah makanan bagi akal. Tanpa ilmu akal akan mati. Akal yang mati tidak akan berfungsi dengan baik. Luqmanul Hakim pernah berpesan kepada anaknya:

“Wahai anakku, duduklah kamu dengan orang-orang yang berilmu dan rapatkanlah lutut-lututmu dengan nereka, sesungguhnya Allah SWT menghidupkan hati (akal) itu dengan cahaya ilmu, sepertimana dihiudpkan bumi dengan air hujan.”

Sabda Nabi SAW dalam sebuah hadis:

“Sesiapa yang mempelajari ilmu-ilmu agama Allah azzawajal, maka Allah SWT akan mencukupkan segala keperluannya dan memberinya rezeki dari sumber yang tidak disangka-sangka.” – hadis ini mempunyai sanad yang dhaif.


More

Nur Terpancar Daripada Ayat Al-Kursi

2 comments


Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.


2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.


3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya.


4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur, setiap perbuatan orang yg benar, pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.


5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.


6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.


7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."
More

Anak Kita Produk Kita

1 comments


Anda lihat anak-anak anda, anda lihat kelakuan mereka, ada kelakuan mereka yang anda tidak suka. Apa tanggapan anda? Salahkan mereka? Salahkan pergaulan mereka? Anda jangan cepat melatah. Apa yang anda lihat adalah diri anda sendiri, seperti memandang pada cermin.

Anak kita produk kita. Kitalah yang menentukan hala tuju anak-anak kita. Sudah tiba masanya kita membuang tanggapan nanti anak kita besar, tahulah mereka menentukan mana yang elok, mana yang tidak. Maaf, ini tidak semestinya berlaku. Malah ramai di kalangan anak-anak, apabila sudah besar, masih tidak dapat membezakan antara baik dan buruk. Tidak kurang juga yang dimarahi, dileteri atau dipukul sekiranya melakukan kesalahan. Padahal sejak kecil lagi si ibu atau bapa tidak pernah memberitahu tentang baik buruk sesuatu perkara.

Sebenarnya, mereka perlu diberitahu tentang baik dan buruk sesuatu perkara atau benda semasa di dalam alam rahim lagi. Benar kata bijak pandai sejak zaman berzaman, bahawa tugas yang paling mencabar adalah untuk membina seorang insan. Sangat mudah untuk membesarkan bayi menjadi orang dewasa tetapi sangat susah untuk membesarkan bayi menjadi manusia dewasa yang mempunyai sifat insan.

Memang ramai di kalangan ibu bapa yang membiarkan sahaja anak-anak kecil berusia satu hingga lima tahun berkelakuan tidak elok seperti menendang kucing atau berebut barang permainan dengan rakan sebaya. Alasan mereka sambil tersenyum, biarlah, budak-budak memang begitu. Kanak-kanak berusia satu tahun memang kelihatan comel apabila bermain dengan kucing dalam gaya agak lasak atau berebut barang permainan dengan kanak-kanak lain. Namun, jika tidak ditegur dan dinasihati, dikhuatiri ia akan kekal dalam minda sehingga menjadi seorang dewasa yang kasar dan suka bergaduh.

Berikut adalah kata-kata yang sering kita dengar daripada mulut ibu bapa:
Biarlah anak kita yang tentukan masa depannya sendiri kerana dia yang punya diri.
Manalah kita tahu apa kehendak anak bila dia besar nanti.
Zaman sekarang bukan macam zaman dahulu, ibu bapa boleh tentukan masa depan anak.
Saya bimbang untuk tentukan masa depan anak, nanti mereka sangka kita mengongkong.
Saya serahkan kepada anak-anak untuk berfikir dan menentukan masa depan mereka sendiri.

Menurut pendakwah terkenal, Dr Sharifah Hayati Syed Ismail Al-Qudsy, tanggapan yang tersebut adalah salah sama sekali. Katanya setiap ibu bapa perlu membentuk anak-anak ke arah akhlak, ibadat, pendidikan dan seterusnya profesion yang berkualiti.

Keempat-empat perkara ini akan membawa kepada matlamat akhir iaitu kebahagiaan dunia dan akhirat. Bukan mudah untuk memperoleh matlamat ini.

More

Kemungkaran di dalam Masjid

0 comments

Di antara kemungkaran-kemungkaran yang biasanya terlihat di dalam Masjid ialah:

1. Menunaikan solat secara tidak sempurna dengan meninggalkan toma'ninah ketika ruku' dan sujud. Perkara ini adalah satu kemungkaran yang membatalkan solat menurut hadith.

2. Membaca al-Quran dengan 'lahan' iaitu banyak kesalahannya. Wajib ditegur oleh orang yang mengerti, kemudian membetulkannya. Orang yang terlalu banyak membuat kesalahan dalam membaca al-Quran sedangkan ia mampu belajar, hendaklah ia berhenti membaca sebelum belajar kerana membaca dengan banyak kesalahan adalah berdosa.

3. Ucapan-ucapan yang disampaikan oleh para pencerita dan juru nasihat yang mencampur adukkan 'wa'az-wa'az' mereka dengan kata-kata dusta, khayalan dan khurafat.

4. Membuat halaqah-halaqah (berkumpul) di hari Jumaat kerana menjual ubat dan makanan, menjual azimat-azimat ataupun meminta-minta dari orang ramai dengan berpura-pura membaca al-Quran atau melaungkan syair atau seumpamanya.
More

Kemiskinankah yang kita Takutkan?

0 comments

Dari Pengarang Buletin Da'wah Al Wala Wal Bara', Bandung

Kebanyakan manusia takut terjatuh ke dalam kemiskinan. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menghindarinya. Mereka begitu sedih dan berdukacita ketika mengalami kekurangan harta. Bahkan sehingga ada di antara mereka yang sanggup menukar agamanya hanya untuk mendapatkan sedikit harta benda duniawi. Ada di antara mereka menemui dukun, tok-tok bomoh dan yang seumpamanya untuk meminta tangkal, jampi-jampi dan sejenisnya daripada mereka. Atau memelihara dan meminta bantuan makhluk halus (jin) dalam usaha untuk mendapat kekayaan. Dengan ini mereka telah menjual aqidah dan agamanya untuk kesenangan duniawi yang rendah dan sementara . Nas`alullaahas salaamah wal 'aafiyah.


Benarkah kemiskinan yang perlu kita takutkan? Benarkah kemiskinan yang dikhuatirkan oleh Rasulullah s.a.w. ke atas ummatnya?

عَنْ عَمْرو بْنِ عَوْفٍ الأَنْصَارِيِّ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ بَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ إِلَى الْبَحْرَيْنِ يَأْتِي بِجِزْيَتِهَا، فَقَدِمَ بِمَالٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ، فَسَمِعَتِ الأَنْصَارُ بِقُدُوْمِ أَبِي عُبَيْدَةَ، فَوَافَوْا صَلاَةَ الْفَجْرِ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ، فَلَمَّا صَلَّى رَسُوْلُ اللهِ، اِنْصَرَفَ، فَتَعَرَّضُوْا لَهُ، فَتَبَسَّمَ رَسُوْلُ اللهِ حِيْنَ رَآهُمْ، ثُمَّ قَالَ: ((أَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ قَدِمَ بِشَيْءٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ)) فَقَالُوْا: أَجَل يَا رَسُوْلَ اللهِ، فَقَالَ: ((أَبْشِرُوْا وَأَمِّلُوْا مَا يَسُرُّكُمْ، فَوَاللهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا، فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ))


Dari 'Amr bin 'Auf Al-Anshari r.a, bahwasanya Rasulullah s.a.w mengutus Abu 'Ubaidah Ibnul Jarrah r.a. ke negeri Bahrain untuk mengambil jizyah dari penduduknya (kerana kebanyakan mereka adalah Majusi -pent). Kemudiannya dia kembali dari Bahrain dengan membawa harta. Orang-orang Anshar mendengar berita kepulanganan Abu 'Ubaidah lalu mereka bersegera menuju masjid untuk melaksanakan shalat shubuh bersama Rasulullah s.a.w . Ketika Rasulullah s.a.w. selesai shalat beliau pun berpaling menghadap ke arah mereka. Jelas kepada Rasulullah mereka sangat inginkan harta yang dibawa Abu 'Ubaidah. Maka Rasulullah s.a.w pun tersenyum ketika melihat mereka

Kemudian beliau s.a.w bersabda, "Aku menjangka kalian telah mendengar bahwa Abu 'Ubaidah telah datang dengan membawa sesuatu (harta) dari Bahrain." Maka mereka menjawab, "Benar, Rasulullah." Lalu beliau s.a.w. bersabda, "Bergembiralah dan harapkanlah apa-apa yang akan menyenangkan kalian. Maka demi Allah! Bukan kemiskinan yang aku khuatirkan atas kalian. Akan tetapi aku khuatir akan dibentangkan dunia di hadapan kalian sebagaimana telah dibentangkan ke atas orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian pun berlumba-lumba padanya sebagaimana mereka berlumba-lumba padanya. Kemudian dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka." (HR. Al-Bukhariy no.3158 dan Muslim no.2961)




Kemudian beliau s.a.w bersabda, "Bergembiralah dan harapkanlah apa-apa yang akan menyenangkan kalian. Maka demi Allah! Bukan kemiskinan yang aku khuatirkan atas kalian."

Ini bermakna bukan kemiskinan yang dibimbangi oleh Nabi s.a.w. terhadap kita. Bahkan sebaliknya kadang-kadang kemiskinan boleh menjadi kebaikan bagi seseorang ketika dia bersabar dan tetap taat kepada Allah dalam kemiskinannya tersebut.

Sabda Nabi. s.a.w. , "Bukan kemiskinan yang aku khuatirkan atas kalian." Yakni aku tidak bimbang kalian ditimpa kemiskinan kerana sesungguhnya orang yang miskin secara umumnya lebih dekat kepada kebenaran daripada orang yang kaya.

Perhatikanlah keadaan para rasul! Siapakah yang mendustakan mereka? Yang mendustakan mereka adalah para pembesar kaumnya, orang-orang yang paling jahat dan orang-orang kaya. Dan sebaliknya, kebanyakan yang mengikuti mereka adalah orang-orang miskin. Sehingga kebanyakan yang mengikuti Nabi s.a.w pun adalah orang-orang miskin.

Jangan Takut dengan Kemiskinan!

Maka kemiskinan bukanlah sesuatu yang perlu dibimbangi. Jangan sampai kita takut menjadi miskin atau khuatir tidak ada apa untuk dimakan. Jangan sampai terlintas di dalam hati kita, "Apa yang ada untuk kita makan esok?" Jangan gusar! Yang penting kita berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal, berdo'a dan bertawakkal kepada Allah. Karena sesungguhnya Allah telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya.


وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللهِ رِزْقُهَا

"Dan tidak ada suatu yang melata pun (yakni manusia dan haiwan) di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya." (Huud:6)

Bahkan sesuatu yang harus kita bimbangkan ialah ketika dibentangkan dunia kepada kita. Yakni ketika kita diuji dengan banyaknya harta benda. Sebagaimana sabda Nabi s.a.w, "Akan tetapi aku khuatir akan dibentangkan dunia di hadapan kalian sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian pun berlumba-lumba padanya sebagaimana mereka berlumba-lumba padanya. Kemudian dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka."

Menghancurkan kalian bermaksud menghilangkan agama kalian, yakni, disebabkan dunia, kalian menjadi lalai dan meninggalkan ketaatan kepada Allah.

Bahayanya Dunia bagi Seorang Muslim

Dunia sangat berbahaya bagi seorang muslim. Inilah kenyataannya. Lihatlah keadaan orang-orang di sekitar kita. Ketika mereka dalam kemiskinan, mereka lebih bertakwa kepada Allah dan lebih khusyu'. Rajin shalat berjama'ah di masjid, menghadiri majlis 'ilmu dan lain-lain. Namun, ketika banyak hartanya, mereka semakin lalai dan semakin berpaling dari jalan Allah. Dan muncullah sikap melampaui batas dari mereka.


Akhirnya, sekarang manusia menjadi orang-orang yang selalu merindukan keindahan dunia dan perhiasannya seperti kereta mewah, rumah besar tempat tidur empuk, pakaian berjenama dan lain-lain. Mereka saling berbangga antara satu sama lain. Dan mereka meninggalkan amalan-amalan yang akan memberikan manafaat kepada mereka di akhirat kelak.

Perhatikanlah, majalah-majalah, akhbar-akbar dan media lainnya kebanyakannya tidak membicarakan apa-apa kecuali tentang kemegahan dunia dan apa-apa yang berkaitan dengannya. Dan mereka berpaling dari akhirat, sehingga rosaklah manusia kecuali orang-orang yang Allah selamatkan.

Kesimpulannya, bahwasanya ketika dunia dibukakan -kita memohon kepada Allah agar menyelamatkan kami dan anda dari kejelekannya- maka dunia itu akan membawa kejelekan dan akan menjadikan manusia melampaui batas.

كَلاَّ إِنَّ الإِنْسَانَ لَيَطْغَى. أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى

"Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, kerana dia melihat dirinya serba cukup." (Al-'Alaq:6-7)


Dan sungguh Fir'aun telah berkata kepada kaumnya,


يَاقَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَذِهِ الأَنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِي أَفَلاَ تُبْصِرُونَ

"Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kalian tidak melihat(nya)?" (Az-Zukhruf:51)

Fir'aun berbangga dengan dunia. Oleh karena itulah, maka dunia adalah sesuatu yang sangat berbahaya.


Hadis di atas mirip dengan hadis berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: جَلَسَ رَسُوْلُ اللهِ عَلَى الْمِنْبَرِ، وَجَلَسْنَا حَوْلَهُ، فَقَالَ: ((إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِي مَا يُفْتَحُ عَلَيْكُمْ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا وَزِيْنَتِهَا))

Dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a. dia berkata, "Rasulullah s.a.w. duduk di atas mimbar dan kami pun duduk di sekitar beliau. Lalu beliau s.a.w. bersabda, "Sesungguhnya di antara yang paling aku takutkan atas kamu sepeninggalanku adalah ketika dibukakan atas kamu keindahan dunia dan perhiasannya." (HR. Al-Bukhari no.1465 dan Muslim no.1052)

Dunia Itu Manis dan Hijau

Rasulullah s.a.w telah menjelaskan tentang keadaan dunia sekaligus memperingatkan ummatnya dari fitnahnya.


عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: ((إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ))

Dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a. , bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda, "Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah s.w.t. menjadikan kalian pemimpin padanya. Lalu Dia akan melihat bagaimana amalan kalian. Maka takutlah kalian dari fitnahnya dunia dan takutlah kalian dari fitnahnya wanita." (HR. Muslim no.2742)

Sabda beliau s.a.w, "Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau." Yakni manis rasanya dan hijau pemandangannya, memikat dan menggoda. Kerana sesuatu itu apabila keadaannya manis dan sedap dipandang mata, maka dia akan menggoda manusia. Demikian juga dunia, dia manis dan hijau sehingga akan menggoda manusia.

Akan tetapi beliau s.a.w. juga menyatakan, "Dan sesungguhnya Allah s.w.t. menjadikan kalian pemimpin padanya." Yakni Dia menjadikan kalian pemimpin-pemimpin padanya, sebagian kalian menggantikan sebagian yang lainnya dan sebagian kalian mewarisi sebagian yang lainnya.

"Lalu Dia akan melihat bagaimana amalan kalian." Apakah kalian mengutamakan dunia atau akhirat? Kerana inilah beliau s.a.w. memperingatkan, "Maka takutlah kalian dari fitnah dunia dan takutlah kalian dari fitnah wanita."

Harta dan Kekayaan yang Bermanfaat

Akan tetapi apabila Allah memberikan kekayaan kepada seseorang, lalu kekayaannya tersebut membantunya untuk taat kepada Allah, dia infakkan hartanya di jalan kebenaran dan di jalan Allah, maka jadilah dunia itu sebagai kebaikan.

Kita semua tidak mampu untuk lepas dari dunia secara keseluruhan. Kita perlukan tempat tinggal atau rumah, kenderaan, pakaian dan sebagainya. Benda-benda ini jika kita gunakan untuk membantu kea rah ketaatan kepada Allah niscaya kita mendapat pahala. Sebagai contohnya, jika kita gunakan kenderaan. untuk menghadiri majlis 'ilmu atau melakukan kegiatan yang bermanfaat. Malah kita pun boleh mengajak teman-teman ikut bersama kita kemajlis ilmu tersebut. Dengan menggunakan kendaraan sendiri juga kita boleh mengelak dari maksiat seperti ‘ikhtilath’ (campur baur antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram) dan lainnya.

Akan tetapi jangan sampai kendaraan ataupun harta benda duniawi menjadikan kita bangga, sombong sehingga akhirnya merendahkan dan meremehkan orang lain. Jadikan harta tersebut sebagai alat yang membantu kita untuk taat kepada Allah yang dengannya menjadikan kita orang yang bersyukur.


Malah ada sebagian 'ulama mewajibkan setiap orang untuk memiliki kendaraan sendiri . Dengan kenderaan tersebut seorang muslim akan terhindar dari ‘ikhtilath’ dan lain-lain kemaksiatan . Sedangkan menghindari maksiat adalah wajib. Sementara di dalam kaidah ushul fiqh disebutkan, "Suatu kewajiban tidak akan sempurna kecuali dengan sesuatu maka sesuatu itu adalah wajib."

Akan tetapi tentunya hendaklah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jangan sampai kerana ingin mendapatkan kendaraan, dia mati-matian mencari harta siang dan malam. Yang berlegar di dalam kepalanya adalah wang, wang dan wang. Sehingga dia lupa untuk berzikir kepada Allah, mempelajari agamanya, menghadiri majlis ilmu, shalat berjama'ah dan ketaatan lainnya.


Ingatlah selalu firman Allah subhanahu wa ta'ala,


فَاتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

"Maka bertakwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupan kalian." (At-Taghaabun:16)


لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al- Baqarah ayat 286 )
Oleh karena itulah, keadaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dan pada keridhaan-Nya seperti kedudukan orang 'alim yang telah Allah berikan hikmah dan ilmu kepadanya, yang mengajarkan ilmunya kepada manusia.

Maka di sana ada perbezaan antara orang yang rakus dan panjang angan-angan terhadap dunia dan berpaling dari akhirat dengan orang yang Allah berikan kekayaan yang digunakannya untuk mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat dan dia infakkan di jalan Allah.


رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka." (Al-Baqarah:201)


Semoga Allah subhanahu wa ta'ala selalu membimbing kita untuk mengamalkan apa-apa yang dicintai dan diridhai-Nya serta memperbaiki urusan-urusan kita. Aamiin. Wallaahu A'lam.

(Maraaji': Syarh Riyaadhish Shaalihiin 2/186-189, Maktabah Ash-Shafaa; dan Bahjatun Naazhiriin 1/528, Daar Ibnil Jauziy)



Diadaptasi dari artikel bertajuk ‘Kemiskinan yang Kalian Takutkan?’ dari www.darussalaf.or.id dan www.fdawj.co.nr




More

Sombong, Angkuh & Bangga Diri: Penghuni Neraka

4 comments

Kalau seseorang itu mengaku sebagai Muslim dan betul-betul menghayati ajaran agamanya, tentu tidak wujud rasa sombong dan angkuh dalam hati mereka, semata-mata kerana takutkan azab Allah SWT. Sesungguhnya orang-orang yang sombong akan dicampakkan Allah ke dalam neraka jahannam.

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (Al-A'raaf (7) 36).

Punca Sombong

Rasa sombong yang muncul dalam diri manusia itu sering berpunca dari kesalahan mengungkap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Seperti Qorun yang diberi kenikmatan berupa harta yang melimpah ruah. Ternyata nikmat itu tidak menjadikan Qorun sebagai manusia yang bersyukur, sebaliknya menjadi orang yang sombong dan bongkak. Akibatnya dia dibinasakan oleh hartanya sendiri. Semuanya dengan kekuasaan Allah.

"Maka kami benamkan Qorun berserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolong terhadap azab Allah...." (Al-Qasos (28):8).

Seorang yang cukup berpengalaman tentang wanita, ketika ditanya tentang ciri-ciri wanita yang paling jelek telah menjawab; 'yang paling tidak baik di antara mereka adalah yang tertawa tanpa sebab, berkata bohong, suka menyumpah suaminya, sombong dan rendah martabatnya.

Sementara wanita yang terbaik adalah jujur ketika berbicara, jika marah ia sabar, jika tertawa cukup sekadar tersenyum, jika membuat sesuatu sangatlah baik, taat kepada suaminya, mulia di hadapan kaumnya, rendah diri, penuh cinta kasih dan banyak anak serta segala sesuatu yang terpuji.

Kenali Sikap Sombong

Sikap sombong ini boleh dilihat pada mata kasar (tingkah laku) seperti melalui pertuturan atau perbuatan. Tetapi ada juga yang tidak boleh dilihat oleh mata kasar (dalam hati dan perasaan). Bagaimana pun keadaannya, walau sekecil zarah sekali pun, asal ia masih terdetik di hati, Allah SWT tetap menjanjikan orang tersebut tidak akan masuk syurga.

Habib bin Ali Tsabit dari Yahya bin Ju'lah berkata, Rasulullah s.aw. bersabda, 'Tidak akan masuk syurga siapa yang di dalam hatinya ada seberat zarah dari kesombongan.'

Ibn Umar r.a berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud, 'Jika kamu melihat orang-orang tawadduk, maka merendahlah kamu kepada mereka dan jika kamu melihat orang-orang yang sombong maka sombongilah mereka. Sebab yang demikian itu bagi mereka sebagai penghinaan dan untuk kamu sebagai sedekah.'

Namun perlu diingat, kita digalakkan agar sentiasa berpakaian cantik dan bersih, walau pun waktu itu kita berada dalam kelompok orang-orang yang tidak berkemampuan. Namun elakkan sama sekali daripada mempunyai perasaan riak dan menunjuk-nunjuk akan kelebihan diri.

Seorang bertanya, "Ya Rasulullah, saya senang jika pakaianku bersih, juga kasut dan tali pecutku. Apakah itu termasuk sombong?"
Jawab Rasulullah s.a.w. "Sesungguh Allah SWT itu indah dan suka kepada keindahan dan suka bila memberi nikmat kepada hamba-Nya supaya nampak bekas nikmat itu pada hamba-Nya dan Allah SWT membenci kemelaratan dan berlagak melarat tetapi sombong itu ialah mengabaikan hak kebenaran dan menghina orang."

Sesungguhnya sifat SOMBONG itu tidak pernah mendatangkan keuntungan, sebaliknya kerugian sebagai ganjarannya. Selain daripada kita akan kehilangan ramai kawan dan dibenci orang, malah ia turut dimurkai oleh Allah SWT. Qatadah berkata Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud, 'Siapa-siapa yang meninggal dunia, sedang ia bebas dari tiga perkara, pasti masuk syurga. Tiga perkara itu ialah: 1. Sombong 2. Dengki / Khianat 3. Hutang



More

C.I.N.T.A

5 comments
Gambar sekadar hiasan


"LOVE". Love to Allah, Love to Family, Love to Friends and Love to Lovers.


C.I.N.T.A.
Cinta kepada Allah, Cinta kepada Keluarga, Cinta kepada Sahabat dan Cinta kepada orang tersayang.


Pendahuluan

Firman Allah SWT dalam surah Al-‘Imran, yang bermaksud:
"Katakanlah apabila kamu cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu" (Al-‘Imran:31)

Roh semulajadi manusia ingin disayangi dan menyayangi, ingin dikasihi dan mengasihi serta ingin dicintai dan mencintai. Perasaan sayang manusia tiada terhad sesama insan semata-mata tetapi meliputi semua makhluk yang bernyawa. Sayang pula diberi hanya sesama manusia, tidak kepada benda. Ini yang membezakan di antara 'sayang' dengan 'kasih sayang'. Manakala perasaan cinta pula walaupun tidak salah diberikan sesama makhluk tetapi cinta paling agung hanya layak diberikan untuk Allah.

Manusia hidup di atas muka bumi dengan dibekalkan oleh Allah SWT pelbagai perasaan di dalam diri mereka. Perasaan-perasaan tersebut membuatkan manusia dapat menjalani kehidupan di atas muka bumi sama ada dengan aman dan tenteram atau resah dan gelisah. Di antara perasaan yang dikurniakan oleh Allah SWT itu ialah perasaan cinta. Ianya merupakan sebahagian daripada kehidupan manusia. Manusia menganggap cinta adalah segala-galanya bagi mencapai suatu kehidupan yang normal. Namun ramai orang masih lagi membicarakan tentang pengertian cinta yang sebenarnya. Ramai yang mengertikan cinta dengan pelbagai definisi. Ada yang menganggap cinta itu adalah ekspresi sikap kita kepada lawan sejenis, yang dianggap istimewa. Ada juga yang mengertikan cinta sebagai rasa sayang yang mendalam terhadap sesuatu. Namun sebenarnya pengertian cinta sampai ke hari ini masih menjadi misteri, tiada seorang pun yang boleh merumuskan erti cinta yang sebenarnya selain daripada cinta kepada Allah dan RasulNya.


Makna Cinta

Apakah maksud cinta dan makna cinta itu? Ia adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh ghairah, lembut dan kasih sayang.

Cinta sebenarnya merupakan satu fitrah yang ada di dalam hati setiap manusia yang murni, yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupannya. Cinta wujud hasil daripada satu perasaan yang halus. Cinta mewujudkan perasaan kasih sayang dan belas kasihan sesama manusia dan makhluk di dunia ini. Tanpa perasaan cinta, seseorang itu akan merasakan kekosongan di dalam jiwa mereka. Maka cinta selalu diperlukan. Perasaan kasih sayang sesama manusia merupakan tonggak utama untuk menyalurkan konsep persaudaraan. Cinta inilah yang mengajar kita supaya mencintai ibu bapa dan keluarga. Selain daripada cinta kepada kedua-dua ibu bapa, Islam juga meletakkan cinta sesama mukmin.

Jika seseorang ingin menikmati dengan cara yang terhormat dan mulia, sudi dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginan yang suci dan mulia pula. Menurut Islam cinta ada tiga tingkatan, tingkatan tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasullullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, isteri/suami, dan kaum kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal (At-Taubah: 24).


Cinta Agung

Bagi setiap mukmin yang bertakwa sudah menjadi keharusan bahawa cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah merupakan cinta yang tidak ada tandingnya. Hal ini merupakan keteguhan iman dan merupakan keharusan dalam Islam. Tidak diragukan lagi bahawa seorang Mukmin yang telah merasakan kelazatan iman di dalam hatinya, ia akan mencurahkan segala cintanya kepada Zat yang Maha Sempurna.

Rasa cinta ini merupakan asas pada cinta-cinta yang lain. Ia merupakan bukti keimanan kita pada Allah SWT. Cinta ini boleh mendorong seseorang hidup dalam manhaj rabbani, iaitu merealisasikan Islam di dalam kehidupannya dan seterusnya memberi kekuatan untuk terus memperjuangkan Din yang suci ini.

Cinta model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah perkara utama dari iman dan tauhid seorang hamba. Kerana memang Allah sahajalah satu-satunya zat yang patut diberikan rasa cinta. Semua cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahawa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan redha kepada Allah.

Mengapa kita mesti cinta kepada Allah? Banyak sekali sebabnya. Antaranya adalah kerana Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Dengan demikian, amat wajarlah bagi seseorang hamba itu cinta kepada Allah, kerana Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.

Cara-caranya -
1.Putuskan ikatan keduniaan dari hidup kita. Ambillah dunia sekadar perlu sahaja. Jadikan ia sebagai landasan utk mencapai kebahagiaan di akhirat.
2.Makrifatullah - dengan jalan mengenal Allah dan sifat-sifatNya. Kata orang "Tak kenal, maka tak cinta"

Tanda-tanda mendapat kasih Allah SWT:
1.Allah akan menguji hamba-hambanya dengan musibah, kesusahan dan sebagainya.
2.Allah akan menyusun kehidupan yang baik padanya dengan dipermudahkan urusan dan sebagainya.
3.Manusia tidak akan mudah tertipu dengan hawa nafsu.
4.Diri akan suka kepada kematian.dan sentiasa bersedia dengan amal soleh.
5.Sentiasa mengamalkan zikrullah
6.Suka bermunajat di tempat-tempat sunyi.
7.Kasih sesama Mukmin, keras terhadap kuffar.
8.Sentiasa takut pada Allah.

Sesiapa yang menjadikan Allah sebagai cinta agungnya, amat beruntunglah hidupnya di dunia dan Akhirat.
Di antara keuntungan yang diperolehinya ialah:
1. Tiada kecewa
Seseorang itu tidak akan kecewa dalam percintaannya merebut cinta agung. Seandainya semua makhluk di bumi dan langit berlumba-lumba merebut cinta Allah, tidak ada siapa yang akan kecewa bahkan Maha Kuasanya Allah dapat membalas cinta semua makhluk-makhlukNya serentak dari yang sekecil-kecilnya hinggalah yang sebesar-besarnya. Tiada siapa yang akan kecundang dan kecewa dalam perebutan mencari cinta agung.
2. Tiada saingan
Tidak akan berlaku saingan, pertarungan, permusuhan atau peperangan dalam mencari cinta Allah. Sebaliknya dalam perebutan mencari cinta dunia sama ada cinta manusia, biasanya akan berakhir dengan permusuhan dan akan ada yang kecewa dan menderita.
3. Mendapat ketenangan dan kebahagiaan
Mendapat cinta Allah akan membuahkan ketenangan, kedamaian, keamanan dan kebahagiaan yang hakiki. Jiwa lapang, hati senang dan tenang. Bahkan kesengsaraan, kesakitan atau penderitaaan dalam usaha meraih cinta agung itu pun sudah merupakan sebahagian daripada kebahagiaan. Kadangkala hati resah, cemas dan bimbang apakah cintanya terhadap Allah itu berbalas. Dalam keresahan cemas dan bimbang itu terubat pula dengan keyakinan bahawa Allah itu Maha Luas RahmatNya. Maka di situ pula bertambah lagi ketenangan. Sesekali terasa diri lemah, dhaif dan lalai, tertebus pula dengan pengaduan serta bermanja-manja dengan Allah SWT yang Maha Pengasih. Bertambah pula mendalamnya rasa kehambaan. Sebaliknya merebut cinta dunia akan menimbulkan keresahan dan tiada ketenangan di jiwa. Walaupun dunia yang dicintai itu sudah ada di tangan, namun fikiran masih kusut.
Mereka yang gagal mendapat dunia yang dicintai dan diburunya itu pula sudah rarnai yang sakit jiwa dan berputus asa. Bahkan ada yang sanggup bunuh diri kerana kecewa dalam percintaan yang tidak kekal itu.
4. Dapat kawan dan perpaduan
Bersama-sama mencari Allah membawa manusia berukhuwah dan berkawan. Walaupun manusia itu dari berlainan latar belakang, bangsa, pangkat, kedudukan malah jika pernah menjadi musuh sekalipun, namun di dalam perjuangan merebut cinta Allah, secara automatik setiap hati manusia itu akan terikat satu sama lain. Kerana masing-masing sedang dalam perlumbaan mencari cinta yang satu iaitu cinta yang hakiki. Sebaliknya pertarungan dalam merebut cinta dunia akan mengakibatkan ukhuwah dan persahabatan makin jauh dan terbarai. Akhirnya akan membawa kepada pecah belah dan permusuhan.
5. Menghilangkan mazmumah
Mencari cinta Allah dapat membantu menghilangkan mazmumah. Mazmumah adalah sifat-sifat keji yang terdapat dalam diri manusia seperti hasad, dengki, sombong, ego, tamak, gila dunia dan lain-lain. Mazmumah dapat merosakkan segala kebahagiaan dan ketenangan di dalam jiwa seseorang insan. Perlumbaan mencari cinta Allah adalah salah satu proses paling berkesan dalam usaha seseorang manusia meruntuhkan mazmumah di dalam jiwa.
Sebaliknya, merebut cinta dunia akan menebalkan mazmumah. Hasad dengki pasti akan berlaku dan ia bagaikan siraman baja yang menyuburkan lagi pohon mazmumah dalam diri manusia.
6. Disenangi oleh orang
Mengejar cinta Allah orang akan suka dan rasa senang. Tiada siapa yang akan rasa tercabar atau tergugat dalan pertarungan merebut cinta Allah. Orang yang berusaha merebut cinta agung akan disenangi semua makhluk. Manusia senang dan sayang padanya dan para malaikat juga turut mendoakannya. Kerana makin ramai yang merebut mencintai Allah, semakin mendorong kepada tercetusnya keamanan, ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya di dalam sesuatu pertarungan atau perebutan lebih-lebih lagi perebutan cinta dunia, ramai yang tidak senang dan makin dibenci orang. Semakin sengit perebutan dunia, makin bertambahlah huru-hara dan porak-peranda hidup.
7. Tidak akan kesepian atau keseorangan
Memburu cinta Allah tidak akan keseorangan dan kesepian. Biarpun tiada kawan bersama, kita tidak akan rasa kesunyian dan ketakutan kerana Allah yang menjadi cinta agung sentiasa ada bersama. Malah Allah bukan sekadar boleh memerhati, bahkan boleh menjaga dan melindungi kita. Malah di waktu kita tidur, di kala kekasih yang paling hampir dan paling kita cintai pun tidak mampu untuk menjaga kita. Allah boleh menjaga dan mengawal kita kerana Dia tidak tidur.

Meletakkan cinta dan harap pada Allah akan membuatkan hati sentiasa rasa tenang dan selamat kerana kita tahu bahawa kita berada di dalam kawalan dan penjagaan satu Zat yang Maha Agung lagi Berkuasa. Sebaliknya, manusia yang menyandarkan diri kepada cinta selain Allah, belum tentu makhluk yang dicintainya itu dapat mendampinginya sepanjang masa lebih-lebih lagi menjadi pelindungnya setiap masa.
8. Jalannya luas dan selamat.
Mengejar cinta Allah jalannya luas, lapang, selamat dan menyelamatkan, manakala mengejar cinta dunia jalannya sempit, himpit- menghimpit serta memudharatkan. Begitulah beruntungnya sesiapa yang menjadikan Allah cinta agungnya dan malang sekali bagi sesiapa yang memburu cinta selain Allah.


Cinta Kedua - Cinta sesama makhluk Allah yang bersandarkan keimanan.

Hakikat cinta tingkat menengah adalah suatu kuasa yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan seorang yang terikat hubungan dengan orang yang dicintainya dengan ikatan aqidah, keluarga kekerabatan, atau persahabatan. Terbit dari perasaan lembut yang ditanamkan oleh Allah, dalam hati dan jiwa seseorang, akan terbentuk perasaan kasih sayang dan cinta daripada seseorang Mukmin terhadap seorang Mukmin yang lain, seorang anak terhadap kedua-dua orang tuanya, keluarganya, kaum kerabat dan sahabat-sahabatnya.

Oleh itu cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: "Tidak sempurna iman salah seorang diantara kamu sehingga dia mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri" (HR Bukhari dan Muslim). Cinta ini bermanfaat bagi orang yang melakukannya sehingga mereka layak mendapat perlindungan Allah di hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah sahaja.

Menyintai atau ingin dicintai oleh manusia bukanlah kemuncak cinta atau cinta agung, kerana cinta sesama manusia tidak kekal. Paling lama sekadar tempoh masa kita masih hidup. Bahkan sering berlaku dalam sebahagian perjalanan usia kita lagi, iaitu sebelum kita mati, cinta itu telah pudar atau terungkai sama sekali. Cinta yang diagung- agungkan dan dipuja-puja itu hancur berkecai.

Di sini barulah kita sedar bahawa cinta kepada makhluk atau cinta daripada makhluk bukanlah cinta yang hakiki atau sejati. Itu hanya cinta sementara waktu. Kita sahaja yang menyangka cinta itu sejati dan sampai ke hujung. Rupa-rupanya dalam perjalanan umur, cinta kita kepada orang lain atau cinta orang lain kepada kita, dengan sendirinya dia ataupun kita sendiri yang mengungkainya semula atas sebab-sebab yang bermacam-macam.

Oleh kerana itulah, mencintai makhluk selalu mengecewakan kita sekalipun bukan satu kesalahan. Jadi jangan meminta, menagih atau mengharapkan sangat untuk mencintai manusia atau dicintai oleh manusia walaupun ia tidak salah. Cinta itu tidak abadi.

Sebaliknya berilah dan terimalah cinta yang kekal abadi. Itulah cinta agung namanya. Iaitu cintakan Allah yang Maha Agung. Inilah cinta yang hakiki, yang sejati, yang kekal abadi dan membawa kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di Akhirat.


Cinta yang terendah - Cinta yang hanya menurut nafsu tanpa batas.

Ini adalah cinta yang terendah, cinta jenis ini adalah cinta yang paling hina, kerana itu ia adalah cinta kelas bawahan, dan bentuknya pelbagai jenis:

1.Cinta kepada Thaghut (Al-Baqarah:165)
2.Cinta kepada musuh-musuh Allah (Al-Mumtahanah:1)
3.Cinta berdasarkan hawa nafsu (Yusuf:30)
4.Cinta yang lebih mengutamakan cinta kepada orang tua, anak isteri, keluarga, perniagaan, dan tempat tinggal (At-Taubah:24).

Kesan-kesannya:
1.Akan jauh dari rahmat dan kasih Allah
2.Jiwa akan menderita kerana terpaksa menjaga hati pasangan
3.Hatinya menjadi tawanan kekasihnya, hanya menurut kehendaknya shj
4.Rosak pancaindera lahir dan batin
5.Hati terhijab dari hidayah Allah





More

Persoalan Cinta Suci

2 comments

Persoalan Cinta Suci dan Cinta berasaskan Islam

Apakah cinta suci itu? Bila seseorang lelaki mencintai seorang wanita dengan tulus, suci dari pengaruh nafsu, Sebuah cinta yang jauh dari kekejian dan terhindar dari perbuatan tidak senonoh. Cinta seperti ini biasanya didorong oleh rasa taqwanya kepada Allah. Dan kefahaman tentang pengertian cinta menurut Islam yang didukung keinginannya yang kuat dalam menjaga kesucian sesugguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan (Yusuf: 53). Termasuk paling rendah keteguhan wara’ adalah hendaklah seorang Muslim menundukkan pandangan dari seorang wanita yang bukan mahramnya (An-Nur: 30-31) Keteguhan taqwa adalah hendaknya seorang lelaki menghindari berkhalwat dengan seorang wanita bukan mahramnya.

Namun begitu apabila seseorang itu dilamun cinta maka nilai-nilai seperti romantik, caring, sentimental value, sehati sejiwa, fantastik akan terjadi dan terserlah. Apakah semuanya ini benar atau hanyalah palsu?

Melibatkan diri dalam perhubungan erat yakni dunia percintaan yang lebih ke arah nilai-nilai di atas semuanya adalah retorik atau tiada pengertian cinta hakiki sebenarnya. Cinta di atas lebih menghala kepada rangsangan nafsu yang disalah ertikan kerana perhubungan persahabatan yang rapat dan terbuai oleh dodoian perasaan. Sebab hakikat percintaan yang di benarkan oleh Islam ialah asas daya tarikan kepada kewarakan seseorang yang menjadi tarikan kepada cinta bersyariatkan Islam.

Kebanyakan persahabatan yang lebih bermotifkan memikat sememangnya lebih ke arah sentimental value yakni lebih kepada pemberian hadiah tidak kira apa jua barangnya. Jika tidak berminat, masakan sanggup mengorbankan wang kepada seseorang. Romantik pada dasarnya adalah bukan satu prinsip di dalam Islam. Bagaimanakah akan wujudnya hubungan romantik sekiranya mereka tidak berhubungan atas alasan kalau hanyalah melalui asas pendekatan Islam? Cinta di dalam Islam sebenarnya tiada hubungan romantik atau caring atas alasan jika benar-benar pencinta-pencinta yang memahami corak Islam lebih ke arah menulis peringatan-peringatan Allah yang senantiasa takutkan kemurkaan Allah di dalam konteks cara perhubungan walaupun mungkin tidak pernah berdating.

Malah orang yang bercinta di dalam bentuk syariat Islam takut untuk berhubungan secara menulis kerana was-was dengan keupayaan menahan bentuk luahan hati yang akan menimbulkan zina hati. Malah orang yang benar-benar beriman takut untuk berhubungan melalui telefon atau kaedah bercakap yang penuh lemah-lembut dalam bentuk hubungan lain seperti chat kerana biasanya kekerapan hubungan percakapan lebih ke arah tidak tertapis dan bisa menggoda keimanan dengan rasa rindu dengan suara dan gurauan sehingga akhirnya membuat tautan rasa cinta asmara dana bermula kecuali bagi mereka yang benar-benar tidak ada masalah hati. Itu pun boleh menjadi satu bentuk perhubungan awalan jika tidak disekat. Semakin kerap berhubung akan menjadikan semakin rapat perhubungan dan akhirnya tanpa mengimbangkan kewarasan akal dan lebih mementingkan perasaan dan nafsu akhirnya menjerumus kepada kefahaman itulah cinta yang sebenarnya. Kerana atas dasar apa? Rasa rindu yang amat sangat, sedangkan hakikat rindu yang sebenar ialah rindukan Allah. Orang yang beriman dapat menangkis ketahanan rindu apabila asas cinta benar-benar berlandaskan iman. Bukankah di dalam Islam sendiri sudah menggaris pandu corak meminang wanita, tetapi anak-anak muda dewasa ini lebih suka kepada bercinta dan mencari cinta serta mencari masalah di dalam konteks perhubungan cinta dan akhirnya terjebak di dalam lautan cinta yang memabukkan.

Cinta berasaskan Islam ialah cintakan kebaikan, keimanan dan keuAllah pendirian kerana ia adalah asas kepada tiang pengukuhan iman di hari depan. Malah cinta di dalam Islam lebih ke arah rasa hormat, malu dengan kewarakan responden kerana itu lah cinta hakiki yang tidak boleh di jual beli. Malah malu untuk berkata-kata di sebalik kata-kata yang tidak sepatutnya. Apabila individu itu benar-benar mencintai seseorang itu atas sifat-sifat di dalam diri respondennya.....ia lebih ke arah sifat mengkagumi untuk memilikinya tanpa syak dan was-was akan kebaikan, keimanannya dan keuAllah pendirian responden.

Jika ia benar-benar memahami konteks iman di dalam percintaan yang terbina di dalam dirinya, daya tarikan ke arah cabaran-cabaran cinta luaran murahan yang mendatang tidak bisa menembusinya. Maka tidak ada dua, tiga atau ke empat sikap jatuh cinta di dalam satu masa. Malah masalah samada sayang atau tidak sayang tidak timbul kerana asas cinta sebenar ialah keupayaan untuk sama-sama menggembeling meningkatkan iman andaikata terbina ikatan yang diakhiri ukhwah di dalam percintaan iaitu ikatan rumahtangga.

Cinta berasaskan Islam dan syariat lebih ke arah memupuk ukhwah Islamiyah di dalam pemantapan jasmani dan rohani. Itulah cinta yang sebenar di dalam Islam. Bukan seperti sebahagian dari anak-anak muda yang tidak memahami konteks percintaan hakiki yang mana terlalu mudah jatuh cinta dengan hanya sekali pandang, dan juga dengan hanya tautan kata-kata.

Sememangnya tidak di nafikan kuasa cinta benar-benar dapat menguasai respondennya. Ada yang berubah sikap dengan rangsangan cinta, contohnya ada yang semakin beriman, semakin baik dan semakin terdidik kerana nasihat dan peringatan oleh orang yang di cintainya. Tetapi adakah rangsangan itu akan terus berkekalan andaikata cinta berpaling arah atau tidak menjadi. Inilah yang dibimbangi kerana rangsangan cinta murahan hanya satu kepura-puraan yang tidak berkekalan atas asas tujuan untuk memikat hati. Ada yang jadi baik, bercakap yang baik-baik di depan orang yang di cintainya. Almaklumlah yang di cintai itu seorang yang beriman tetapi bila bercakap dengan kawan kawan lain mulalah membebel entah apa-apa kerana asas malu tiada.

Sebab itu di dalam konteks perhubungan cinta sesama Islam, jika ingin memulakan ikatan cinta itu, maka hendaklah berasaskan cinta yang penuh didikan iman. Perhatikan muamalat responden agar tidak tersalah jatuh di dalam jerat percintaan yang tidak patut. Ini disebabkan ianya lebih ke arah mengheret masalah baru yang mungkin akan menjatuhkan ke lembah hina seperti yang terjadi di dalam kes Nur Aisyah Bukhari. Semuanya bermula dari kesilapan Nur Aisyah sendiri yakni tidak memerhati, memikir baik baik dan memutuskan apa yang di cintainya itu layak atau tidak untuk di cintai. Sungguhpun di katakan Nur Aisyah sudah terdidik sebelum ini, tetapi iman yang sebenarnya ialah dari asas pendekatan dirinya sendiri. Ilmu yang di pelajarinya sekiranya tidak di amalkan akan menjadi perosak di dalam dirinya maka itulah yang berlaku di dalam diri Nur Aisyah.

Begitu juga dengan anak-anak muda kita, bilamana seorang pemuda menyampaikan hasrat cintanya, jangan mudah terusik hati, perhati kan agamanya, kebaikannya dan segalanya sejak dia belum mengenali kita. Maksud sifat asalnya dan muamalat asalnya, kerana jika kita mudah membenarkan hati di lalui maka ia hanya akan membuka peluang kepada ke arah ketidakfahaman konsep cinta berasaskan islam. Biarlah di katakan diri kita ego atau sombong. Ego untuk kebaikan yakni menjaga diri untuk mengimbangi antara kewarasan akal dan iman yang akan menjadi benteng dan senjata melumpuhkan pihak lawan. Benarkah begitu? Sebab bagi perempuan mahupun lelaki yang beriman mempunyai sifat-sifat yang konkrit di dalam pendirian mahupun akhlak. Bukankah akhlak yang cantik terbina dari didikan hati naruni iman yang cantik?

Bagi yang memahami dan mengerti apa itu iman, dia tidak ragu-ragu untuk terus memiliki perempuan itu dengan jalan terbaik. Persoalannya dengan cara yang bagaimana? Jawapannya sudah tentulah dengan meminang wanita ini. Sebab wanita ini bukan calang-calang imannya, tentulah terfikir di hati mereka. "Akulah yang paling bertuah andaikata aku berupaya memiliki wanita yang paling payah untuk di kuasai, kerana apabila diberinya cintanya pada aku...akulah orang yang paling agung dan terhormat di atas pemberiannya itu dengan cara yang diizin dan dihalalkan oleh Islam dan Allah"

Jadi kata-kata bidalan ‘Berkawan biar beribu bercinta biar satu’ tidak begitu tepat di dalam konteks Islam dan patut di tambah dengan bercinta biarlah untuk teman di akhirat yang dihalalkan oleh Islam bersebabkan faktor-faktor semua panahan cinta di atas konsep berkawan adalah tidak tepat dan bercanggah di dalam konteks perhubungan di dalam Islam sebab kerana ia hanya boleh menjatuhkan ke arah perhubungan dalam suasana fitnah.


Rayuan Manja atau Cumbu Rayu

Rayuan manja atau cumbu rayu adalah kata-kata indah, sebagai ungkapan yang menarik dan tertarik hati. Dalam kaca mata Islam cumbu rayu ada dua macam :
1.Yang diharamkan, iaitu cumbu rayu yang dapat membangkitkan nafsu syahwat. Ianya diharamkan kerana dapat menimbulkan kemerosotan nilai moral, untuk menutup pintu kerosakan dan menghindari fitnah. Jika Islam mengharamkan sesuatu, pasti akan mengharamkan juga hal-hal yang boleh menghantarkan kepada sesuatu yang haram tersebut. Contohnya, bila Islam mengharamkan zina maka ia mengharamkan pula aktiviti yang boleh mendekatkan kepada perzinaan.
2.Yang dibolehkan, iaitu rayuan jenis ini adalah rayuan yang tidak membangkitkan nafsu syahwat. Contohnya, seperti nasihat menasihati ke arah kebaikan dan sabar.


Renungkanlah Bersama

Islam adalah agama yang menggabungkan dengan fitrah manusia, dengan perilaku dan undang-undangnya, juga mengakui adalah fenomena cinta yang melekat sebagai fitrah manusia (Ar-Rum:30). Jika memang demikian, maka jadikanlah cinta penuh kasih sayang sebagai pendorong kemajuan, untuk membina ketinggian yang kekal, sebagai jalan menuju kediaman yang kekal abadi di syurga. Tentu sahaja hal di atas tidak mungkin wujud jika tidak menjadikan cinta kepada Allah, kepada Rasulullah, dan jihad fi sabilillah di atas cinta kepada kehidupan, keluarga, kerabat dan tanah air, cinta kepada dunia, harta dan kesenangan lainnya. Betapa mudah jalannya dakwah Islam yang dilakukan oleh para prajurit dan para da’i yang mukmin dan mukhlis, para pemuda yang saling membina persaudaraan Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan saling bertukar fikiran dengan penuh kasih sayang, serta menunjukkan sikap-sikap yang mulia di dalam tingkahlaku mereka.

Akhir kalam, hanya Jauhari sahaja yang mengenal Manikamnya yakni hanya orang orang yang beriman akan menghargai dan mengagungi keimanan orang yang patut di cintainya kerana hanya orang yang baik-baik sahaja yang inginkan sesuatu yang baik. Di situ sudah menampakkan penilaiannya, dimana jodoh yang baik adalah untuk orang yang baik dan begitu lah sebaliknya. Kerana orang yang tidak baik tidak menyanggupi untuk hidup bersama dengan orang yang baik kecuali dalam dirinya itu adalah mempunyai zat yang baik juga. wallahu'alam bissawab.

Berkata Imam Nawawi: "Aku menyintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu" DisakitkanNya kita sekejap tapi cepat-cepat disembuhkan semula kerana cintaNya, disusahkan sedikit agar insaf, namun segera disenangkan semula. Itulah belaianNya. Dimarahkan juga kadang-kadang kerana sayang, namun tidak lama kerana kasihNya.
More

Konsep Cinta Dalam Islam

7 comments
Gambar sekadar hiasan

Konsep Cinta dalam Islam

Sesungguhnya orang yang ada dalam dirinya ketaqwaan kepada Allah, akan timbul juga dalam dirinya rindu dan cinta kepada Allah. Rindu dan cinta kepada Allah akan meningkatkan lagi iman kita. Orang yang rindu dan cinta kepada Allah akan dapat merasakan kemanisan dalam beriman kepadaNya. Ini telah diterangkan oleh Rasulullah s.a.w dalam hadisnya:

Ertinya : Tiga perkara apabila berada pada diri seseorang, nescaya dia akan merasakan kemanisan iman; iaitu hendaklah Allah dan Rasulnya lebih dicintai dari yang lainnya……”

Daripada hadis yang dibacakan tadi, kita dapat fahami bagaimana cinta kepada Allah itu adalah salah satu tanda imannya seseorang itu. Bahkan cinta pada Allah itu adalah sebahagian dari syarat iman. Ini diperkuatkan lagi oleh hadis Rasulullah s.a.w yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik :

Maksudnya : Kamu tidak beriman sehingga Allah dan RasulNya lebih dicintai dari yang lain.

Sifat cinta ini tidak dapat tercapai dengan kita duduk berdiam sahaja. Ia juga tidak dapat tercapai dengan kita tidak mengenali siapakah yang ingin kita cintai. Untuk itu, kita perlu mengenal Allah s.w.t Pencipta Alam semesta ini. Untuk kita mengenalinya, kita perlu mengenali segala sifat-sifatnya yang agung, yang suci dari segala kekurangan. Dan untuk melihat kebesaran Allah s.w.t, lihat segala yang diciptanya. Lihatlah alam sekeliling kita. Lihatlah berjuta-juta jenis makhluk yang hidup diatas muka bumi ini, dari sekecil-kecil kuman, sehingga sebesar-besar binatang. Tidakkah ini semua bukti dan dalil terhadap kebesaran Allah? Tidakkah ini sudah mencukupi untuk menanamkan dalam diri kita perasaan mengangungkan Allah dan seterusnya berputik perasaan cinta dalam diri kita terhadap Pencipta kita?

Apabila seseorang sudah ada dalam dirinya perasaan cinta kepada Allah, hatinya akan merasa cenderung kepada Allah. Dia akan merasakan adanya hubungan yang rapat dengan Allah. Dia akan merasa malu dan takut untuk melanggar perintah Allah. Dia akan merasa suka dan cinta melakukan amalan yang membawa keredhaan Allah. Apabila perasaan-perasaan ini wujud dalam diri seseorang hamba, maka dia sudah merasakan cinta kepada Allah. Dan dia akan merasakan kemanisan beriman kepada Allah.

Apabila seseorang sudah merasakan cinta kepada Allah, dia juga perlu merasakan cinta kepada Nabi Muhammad s.a.w, makhluk yang paling dicintai Allah s.w.t sehinggakan beliau di gelar Habibullah iaitu kekasih Allah. Cinta kepada Rasulullah s.a.w merupakan bukti cinta kita kepada Allah. Firman Allah s.w.t dalam surah Ali-Imran, ayat 31:

Ertinya : Katakanlah: Jika kamu cintakan kepada Allah, maka ikutlah (ajaran) aku nescaya Allah akan menyintai kamu dan mengampunkan dosa kamu. Dan Allah Maha Pengampun laga Maha Penyayang.

Manusia diciptakan dengan naluri untuk menyayangi dan mencintai makhluk yang lain. Ia adalah satu semula jadi. Satu sifat yang tidak boleh kita nafikan dalam diri kita. Samada seseorang itu cinta kepada dirinya sendiri, atau cinta kepada orang lain, atau cinta kepada makhluk lain, atau cinta kepada Allah, semua itu adalah bukti perasaan cinta yang ada dalam diri kita. Persoalaannya adalah bagaimana kita memastikan cinta kita tidak tergelincir dari landasan Islam, tidak membawa kemurkaan Allah.

Sebagai contoh, adalah satu perkara yang lumrah bagi lelaki menyintai wanita, dan begitu juga sebaliknya. Cinta sebegini yang memastikan zuriat manusia berkembang di dunia ini. Tetapi cinta sebegini juga menyebabkan banyak berlaku kemungkaran. Lihat sahaja sekeliling kita sekarang ini. Semakin ramai remaja dan anak muda yang melanggar norma-norma kesusilaan dan hukum Allah apabila mereka sedang bercinta. Kita dapat lihat bagaimana mereka berpegang tangan, malah ada yang sanggup berpeluk-pelukan dan bercumbu-cumbuan di khalayak ramai. Dimanakah sifat malu mereka? Adakah mereka begitu tenggelam dalam perasaan cinta sehingga segala perasaan malu diketepikan? Dan yang sedihnya, bukan sahaja yang muda, bahkan yang sudah berumur pun melalakukan sedemikan. Seolah-olah sudah tiada lagi perasaan malu dan kehormatan diri. Ketauilah saudara-saudara sekelian, bahawa salah satu tanda hampir kiamat adalah apabila dicabut perasaan malu dari kalangan wanita, sehingga mereka tiada perasaan segan silu untuk mendedahkan tubuh badan mereka di khalayak ramai, dan tiada segan silu untuk dengan mudah menyerahkan tubuh badan mereka kepada lelaki.

Inilah kesan kehidupan moden di Malaysia ini. Kita semakin terdedah dengan berbagai gejala yang tidak sihat. Di mana-mana sahaja kita lihat, kita dihujani dengan mesej bahawa tidak salah untuk berpasangan dan untuk mendedahkan aurat. Dari poster-poster iklan, kepada akhbar-akhbar sehingga televisyen. Sekarang timbul pula internet. Semakin mudah seseorang itu terdedah dengan pemikiran yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kalau kita sebagai orang dewasa, kemungkinan juga terpengaruh sedikit sebanyak, bayangkan bagaimana anak-anak remaja kita yang masih kebingungan. Siapakah yang akan menerangkan kepada meraka bahawa cara-cara bercinta yang dipaparkan di media massa adalah bertentangan dengan Islam?

Adakah tugas sekolah semata-mata? Adakah tugas masjid semata-mata? Tidak. Tidak cukup dengan pendidikan di luar. Yang terlebih penting adalah pendidikan langsung dari ibu bapa. Mereka yang sepatutnya memainkan peranan yang lebih dalam mendidik anak-anak mereka agar tidak terpedaya dengan gejalan dan pemikiran yang tidak sihat. Kerana akhirnya, mereka lah yang akan dipersoalkan di akhirat kelak. Bukan guru sekolah. Bukan imam di masjid.

Sekiranya setiap dari kita memainkan peranan menasihati anak-anak kita dari kecil lagi, kita akan dapat mengurangkan masalah kerosakan akhlak di kalangan remaja kita. Dan ketahuilah bahawa untuk menasihati anak-anak kita, ada teknik-tekniknya. Kalau tidak mengikut teknik-teknik tersebut, ia akan lebih menjadi seperti leteran yang membosankan anak-anak kita. Maka kita perlu belajar teknik-teknik mendidik dan menasihat anak-anak. Agar tugas kita sebagai ibu-bapa akan lebih efektif lagi. Agar kelak apabila anak-anak kita sudah dewasa dan kita menjadi tua, kita tidak akan merasa sesal.

More

Mengaji Bukan Pilihan Tetapi Kewajipan

0 comments

Sudah tua-tua, hendak kembali mengaji? Hakikatnya, belajar merupakan kewajipan seumur hidup, yang tidak boleh ditinggalkan daripada kehidupan manusia Muslim dan Muslimah.

Ketika kanak-kanak dan remaja, biasanya kita sudah didedahkan kepada pendidikan agama secara asas, seperti mengaji al-Quran serta memahami hukum feqah, tauhid dan segala adab yang lain. Tetapi menjelang dewasa, terutamanya apabila sudah berkerjaya, amalan mencari ilmu (terutamanya ilmu agama) seakan-akan terhenti kerana kesibukan domestik yang lain.

Namun kebelakangan ini, suatu gaya hidup baru telah muncul apabila semakin ramai golongan berkerjaya (selain suri rumah dan pekerja yang sudah pencen) yang mula kembali belajar mendalami ilmu agama.

Apatah lagi dengan bercambahnya kelas pengajian agama seperti kelas al-Quran atau kelas fardu ain yang dianjurkan sama ada oleh individu atau kumpulan, merancakkan lagi perkembangan positif ini.

Seperkara yang perlu kita insafi, mendalami agama bukanlah pilihan tetapi kewajipan yang tidak boleh dipinggirkan. Apatah lagi kerana Islam adalah agama yang berteraskan pendidikan sepanjang hayat, selagi hayat dikandung badan, daripada buaian sehinggalah ke liang lahad.

More

Etika Kerja Islam

3 comments


1. KONSEP KERJA DALAM ISLAM

Kerja merupakan ibadah

"Dan tidak Aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk mengabdikan diri kepada Ku"

[Adz Dzaariyat (51): 56]

Mencari rezeqi yang halal untuk diri dan keluarga serta tanggungan kita adalah suatu kewajipan "Sesungguhnya Allah sangat cinta kepada orang mu'min yang berkerja" (Hadith)


Nabi Isa (a.s.) diriwayatkan telah melihat seorang lelaki langsung Baginda bertanya, "Apakah yang anda lakukan?" Dia menjawab, "Saya sedang menyembah Tuhan". Nabi Isa (a.s.) bertanya lagi, "Siapakah yang memberi keperluan anda?" Dia menjawab, "Saudara saya". Maka Nabi Isa (a.s.) menjawab, "Saudara anda menyembah Tuhan lebih dari anda."


Dari konsep di atas, terdapat lima implikasi.

· Ada sekurang-kurangnya tiga jenis balasan bagi mereka yang kerjanya menjadi ibadah. Pertama, ia mendapat balasan dalam bentuk material. Kedua, ia mendapat balasan dalam bentuk kepuasan kerana telah menyelesaikan kerjanya. Ketiga, mendapat pahla untuk hari akhirat kelak.

· Kedua, ia akan diransang dengan kuat untuk berkerja. Sudah tentu hasil kerjanya lagi baik.

· Dia boleh jadi orang yang proaktif, disiplin, boleh dipercayai dan teratur dan lain-lain.

· Ia akan selalu berwaspada untuk mengelakkan diri dari sebarang kemungkaran, termasuk perkara-perkara yang tidak bermoral.

· Ia boleh menjadi seorang pekerja yang berprestasi tinggi.


2. ETIKA KERJA ISLAM

2.1 Manusia melakukan dua jenis fungsi dalam konteks kerja:

* bertindak atas dunia di sekelilingnya
* menggunakan apa yang terdapat di dalam dunia untuk menghasilkan sesuatu

2.2 Kedua-dua jenis fungsi ini terangkum dalam etika kerja Islam.

2.3 Umumnya, kerja yang dilaksanakan menurut Syariah ialah suatu bentuk jihad and tidak boleh diasingkan daripada keagamaan atau spiritual. Ini berdasarkan firman Allah di dalam Surah Al-Maidah, ayat 1 yang bermaksud, "Wahai orang yang beriman, hendaklah kamu tunaikan segala janji kamu"

Janji yang dimaksudkan ini termasuklah segala jenis kerja yang kita lakukan. Oleh itu, kita tidak boleh lari dari kehendak syariah dalam apa juga perkara yang kita lakukan.

2.4 Etika kerja Islam hendaklah menggabungkan antara kerja, sembahyang dan waktu lapang. Itu sebabnya, setiap yang kita lakukan harus ada hubungan atau dipengaruhi oleh syariah. Maka

* kerja itu pasti dianggap sebagai ibadah
* bersifat sederhana atau qanaah
* wujud keadilan antara majikan dan pekerja supaya segala upah itu benar-benar halal
* tidak boleh menceburkan diri dalam sebarang kerja yang menghasilkan perkara yang haram
* harus ada kesepaduan antara tujuan ekonomi dan etika
* semua aspek kerja harus selaras dengan syariah


3. PERANAN PEKERJA

Sayyidina Ali ibn Abi Talib (k.w.) ketika menjadi khalifah keempat telah ditanya oleh salah seorang rakyatnya, "Mengapakah semasa Omar Al- Khattab menjadi khalifah dahulu, negara kita begitu aman sekali, rakyat dapat hidup dalam keadaan sejahtera dan selamat, tetapi semasa tuan menjadi khalifah, negara kita begitu huru-hara sekali, peperangan sesama kita juga berlaku?" Jawab Sayyidina Ali, "Semasa Omar Al- Khattab menjadi khalifah, rakyatnya adalah terdiri dari orang-orang seperti saya, tetapi masa saya jadi khalifah rakyat adalah terdiri dari orang-orang seperti engkau".

3.1 Daripada jawapan Sayyidina Ali ibn Talib itu, kita boleh buat beberapa

kesimpulan:

* Pekerja mempunyai peranan dalam organisasi untuk melakukan segala tugasnya dengan baik
* Mereka harus mengetahui tujuan dan matlamat organisasi
* Mereka harus mengetahui had mereka
* Mereka harus patuh kepada pemimpin mereka
* Mereka harus memahami bahawa pemimpin mempunyai hak membuat keputusan, walau pun Islam menentukan amalan syura
* Setiap orang dalam organisasi bertanggongjawab untuk menentukan kejayaan organisasi dan bukan terserah kepada pemimpin semata

More

Erti Sebuah Kehidupan Seorang Remaja

2 comments

FATAMORGANA - ERTI SEBUAH KEHIDUPAN SEORANG REMAJA


PENDAHULUAN

Keruntuhan moral dan akhlak remaja Islam pada hari ini sudah sampai ke satu tahap yang amat membimbangkan . Di merata tempat khususnya di bandar-bandar besar kita dapat saksikan gelagat dan aksi mereka yang boleh dikatakan keterlaluan dan tidak pernah kita fikirkan sebelum ini seperti minum minuman keras, pergaulan bebas, memukul guru dan sebagainya . Suatu perkara yang mengkhuatirkan kita adalah remaja Islam hari ini sudah berani meninggalkan kewajipan mereka yang seharusnya dilaksanakan oleh setiap muslim yang akil baligh . Kejadian-kejadian seperti ini mengajak kita berfikir di mana salahnya sehingga fenomena sebegini boleh terjadi .


PUNCA KEKELIRUAN REMAJA

Berbagai-bagai tindakan negatif remaja Islam pada hari ini sehingga meruntuhkan nilai-nilai akhlak mereka boleh dikatakan berpunca daripada kekeliruan mereka dalam memahami dan menyingkapi masa muda. Majoriti daripada mereka beranggapan bahawa masa muda adalah masa untuk bersuka ria, bebas tanpa sebarang ikatan peraturan dan bersenang-lenang. Justeru belum puas mengecapi nikmat kebebasan hidup, ada di kalangan mereka yang sanggup mengetepikan soal akidah dan syari’at kerana dikatakan belum sampai waktu untuk beramal ibadat atau pun ia bukan gaya hidup remaja moden.

Sebenarnya, masa muda merupakan titik mula yang paling sesuai seseorang itu memupuk dan memperbanyak amal kebajikan, beramal soleh dan menabur bakti sebanyak mungkin. Apabila seseorang itu sudah dibiasakan dengan perkara-perkara mahmudah sejak kecil, sudah pasti masa dewasanya adalah dicorakkan dengan perkara-perkara mahmudah atau amalan-amalan kebaikan juga. Keadaan ini amat bersesuaian dengan hadith Rasululllah SAW yang bermaksud :

“Setiap anak itu dilahirkan secara fitrah , maka ibu bapanyalah yang sama ada menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi”.

Berikut dikemukakan beberapa bentuk kebejatan moral di kalangan remaja Islam dan pandangan Islam mengenainya :


1. MEREMEHKAN KEWAJIPAN

Golongan remaja yang meremehkan kewajipan-kewajipan yang telah ditetapkan oleh Allah S.W.T. adalah mereka yang alpa dan tidak sedar bahawa tujuan Allah S.W.T. mencipta manusia ialah semata-mata untuk beribadat kepada-Nya. Kealpaan ini telah menyebabkan mereka gagal melaksanakan segala tuntutan dan kewajipan dirinya sebagai hamba Allah S.W.T, dan kewajipan terhadap hak dirinya serta terhadap masyarakat sekeliling.

Kewajipan yang paling ketara dilupakan atau diremehkan oleh kebanyakan remaja Islam adalah solat fardhu lima waktu yang merupakan ibadat paling agung setelah syahadatain. Bahkan terdapat juga kalangan mereka yang tidak mendirikan solat itu memberikan alasan tidak tahu mengerjakan solat . Jika ditinjau dari sudut syariat , sepatutnya mereka telah dididik dan dibimbing oleh ibu bapa mereka bagaimana cara mendirikan solat sejak umur tujuh tahun lagi selaras dengan hadis Nabi S.A.W.:

“Perintahkanlah anak-anak kamu supaya mendirikan solat ketika umurnya tujuh tahun dan pukullah dia apabila mencapai usia sepuluh tahun ( jika dia enggan melakukannya )” .

Apabila seseorang itu telah mengabaikan kewajipan solat maka kita akan dapati ia juga akan mengabaikan tanggungjawabnya yang lain dan akhlak dalam kehidupan sehariannya juga menggambarkan akhlak yang mazmumah . Ini adalah kerana solat merupakan benteng kepada seseorang itu daripada melakukan perbuatan keji dan mungkar . Ia berdasarkan firman Allah yang bermaksud :

“Sesungguhnya solat itu dapat mencegah daripada perbuatan keji dan mungkar…”
Surah Al-Ankabut : 45

Kita juga dapat melihat remaja Islam sering mengabaikan kewajipan dalam hal menuntut ilmu. Oleh sebab inginkan keseronokan dalam kehidupan, mereka tidak menghiraukan masa depannya sendiri. Ilmu yang sepatutnya ditimba dan dicari sebanyak mungkin dalam masa usia muda dibiarkan walaupun peluang untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya amat luas. Justeru itu, kita dapati timbul masalah-masalah disiplin di sekolah seperti ponteng kelas atau sekolah , tidak membuat kerjarumah yang diarahkan oleh guru jauh sekali membuat kajian sendiri atau ulangkaji .


2. MENSIA-SIAKAN WAKTU MUDA

Perkara ini berlaku disebabkan oleh tiada kesedaran mengenai hakikat usia muda dan hakikat realiti kehidupan manusia . Sekiranya remaja mengetahui hakikat masa muda itu adalah kehidupan sebenar manusia, maka mereka tidak akan membiarkan zaman remaja berlalu begitu sahaja. Masa muda adalah masa yang paling produktif dan medan yang subur untuk memperbanyak amal kebajikan, masa yang penuh semangat dan keinginan yang membara.

Cuba remaja perhatikan dan renungkan bagaimana seorang yang telah uzur menunaikan solat. Betapa kepayahan dan kesukaran untuk duduk dan bangkit semasa menunaikan kewajipan tersebut. Bayangkanlah sekiranya anda berada dalam situasi itu. Sebahagian ulamak salaf berkata:

“Wahai anak Adam! Kamu adalah hari-hari yang berputar, apabila berlalu satu hari, maka umur kamu telah berkurangan”.


3. TABIAT MEROKOK

Fenomena merokok di kalangan remaja terutama pelajar sekolah amat membimbangkan . Ini berdasarkan kepada sikap remaja hari ini yang tidak merasakan segan dan silu terhadap masyarakat sekitarnya semasa membeli rokok di kedai secara terbuka. Walaupun amaran tidak boleh menjual rokok kepada remaja di bawah umur 18 tahun terpampang di mana-mana, namun keghairahan remaja untuk mendapatkannya menggambarkan kepada kita betapa seriusnya masalah ini dan betapa remaja tidak dapat menahan dan mengekang rasa ketagih terhadap rokok.

Keburukan tabiat merokok sudah diketahui umum, sama ada dilihat dari aspek kesihatan, kejiwaan, sosial malah ekonomi. Oleh sebab itu, tidak hairanlah banyak ulamak yang menyatakan hukum merokok adalah haram berdasarkan dalil yang berkaitan dengan bahaya-bahaya tersebut.


4. SUKA MENIRU BUDAYA ORANG KAFIR

Naluri remaja yang belum mencapai tahap kematangan yang memadai mudah terikut dengan arus perdana sama ada positif atau negatif. Ini ditambah dengan keinginan mencuba perkara baru dalam kehidupan tanpa memikirkan kesan, risiko serta akibat daripada percubaan tersebut. Sementara dari aspek kesihatan pula, budaya mewarnakan rambut menurut kajian klinikal oleh doktor boleh menyebabkan penyakit barah otak atau barah kulit yang serius. Manakala dari aspek keagamaan, Islam melarang umatnya mewarnakan rambut kerana ia menjadi punca sesuatu amalan yang dilakukan tidak diterima.

Remaja lebih bangga apabila menjadikan seseorang artis sebagai idola mereka. Tidak cukup hanya membeli kaset atau cakera padat artis yang dipuja, malah sanggup menampal gambar artis tersebut di dinding bilik mereka. Lebih membanggakan lagi apabila remaja tersebut dapat menyanyikan lagu-lagu artis pujaan mereka seperti nyanyian dalam kaset.

Remaja kini merasa amat malu untuk menghiasi diri mereka dengan ketinggian akhlak yang dianjurkan oleh Islam sehingga mereka lupa sabda Rasulullah S.A.W:

“Sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum, maka ia termasuk dalam golongan itu”.
(Riwayat Ahmad dan Abu Daud).


5. MENGGUNAKAN KATA-KATA KESAT DAN LUCAH

Fenomena ini amat ketara dalam masyarakat terutama di kalangan remaja. Sikap ini telah diberi penekanan oleh al-Qur’an di dalam surah al-hujurat ayat 11-12. Sikap suka memperlekehkan orang lain berpunca daripada keegoan yang tinggi dan sikap dengki yang tidak terkawal. Suka memandang orang lain dengan penuh rasa curiga dan syak wasangka. Bermula dari sinilah lahir sikap suka menggelar seseorang dengan gelaran yang tidak baik yang boleh menjatuhkan maruahnya.

Pengaruh media massa terutama media elektronik seperti televisyen, komputer dan radio menyajikan maklumat lucah dan kata-kata yang kesat menggalakkan penggunaan kata-kata tersebut di kalangan remaja. Dalam hal ini, marilah kita mengimbas sebuah hadith Rasulullah S.A.W. yang mengingatkan kita bahaya mencaci dan menghina orang lain :

“Di antara dosa besar adalah seseorang mencaci kedua ibu bapanya ?” Para sahabat bertanya:“Bagaimana seseorang mencaci orang tuanya?” Nabi bersabda: “Dia mencaci bapa seseorang maka orang itu mencaci bapanya”.


6. DERHAKA KEPADA KEDUA IBU BAPA

Ibu bapa adalah orang yang istimewa dalam kehidupan seorang insan. Tanpa mereka berdua , siapalah kita sebagai anak. Namun pada hari ini anak-anak kurang menghormati dan menghargai ibu bapa mereka, terutama anak-anak remaja.

Mereka sanggup menengking dan mengherdik ibu bapa mereka bagaikan orang gaji di rumah apabila permintaan mereka tidak dipenuhi . Lebih malang lagi terdapat di kalangan remaja yang berani mengugut ibu bapa dengan ugutan yang boleh mengancam keselamatan ibu bapa.

Kekadang anak remaja yang sedang meningkat dewasa , dilamun cinta dengan pasangan yang berlainan jantina. Mereka sanggup berkorban apa sahaja demi memenuhi permintaan pasangan mereka , walaupun terpaksa menggunakan wang saku yang diberikan oleh ibu bapa mereka . Malah mereka tergamak mengenepikan harapan ibu bapa mereka demi menjaga hati pasangan mereka.

Adakah wajar tindakan anak remaja yang telah dididik dan dibesarkan dalam suasana kasih sayang sekian lama oleh ibu bapa , dengan tidak semena-mena mereka lebih mengutamakan orang lain yang baru dikenali dan tidak diketahui hati budi mereka?

Cukuplah maksud hadis Nabi S.A.W. sebagai amaran keras kepada remaja yang belum sedar dan insaf tentang keterlanjuran mereka menderhaka ibu bapa :
“ Terlaknatlah siapa saja yang menderhakai kedua ibu bapanya ”.

KESIMPULAN

Remaja adalah manusia muda yang sedang mengalami alam pancaroba secara biologikal dan psikologikal . Mereka memerlukan pendekatan tersendiri dalam membentuk tingkah laku dan pertumbuhan jiwa agar tidak terkeluar dari garis panduan yang ditetapkan oleh syariat . Di sinilah letaknya peranan golongan dewasa khususnya ibu bapa, para pendidik dan ahli cendekiawan yang bertanggungjawab sepenuhnya terhadap perkembangan diri remaja . Mereka perlu memainkan peranan secara kolektif termasuklah mendidik , membimbing , melindungi dan mempersiap anak remaja untuk menjadi anggota masyarakat yang berkualiti . Mereka juga seharusnya bertindak sebagai penghubung antara kehidupan remaja dengan kehidupan sosial sehingga mereka dapat memahami matlamat kehidupan yang sebenar .



More

Teman Setia Kami

Tafsir al-Quran Miracle Reference 22 in 1

Dapatkan Sekarang. Tempahan boleh dibuat dengan menghantar email kepada saya di: fazakkeer@gmail.com atau arqustany@gmail.com. Sementara stok dengan saya masih ada. Harga yang ditawarkan masa sekarang ialah RM150.00 sebuah (termasuk penghantaran hanya di semenanjung Malaysia) Jika mengambil sendiri harga hanya RM130.00 sebuah.

Ruangan Iklan

Jika ada sesiapa yang ingin mengiklankan bisnes mereka bolehlah emailkan kepada saya di: fazakkeer@gmail.com

wibiya widget

Download MP3 Ceramah

MP3 Ceramah: Tuan Ibrahim Tuan Man

1. Antara Ahli Syurga & Neraka
2. Antara Ujian & Bala
3. Azab Neraka
4. Dajjal
5. Ikhlas Dalam Amalan
6. Mendidik Anak Yang Soleh
7. Kelahiran & Kematian


MP3 Ceramah: Ustaz Azhar Idrus

1. 12 Ribu Dosa
http://www.mediafire.com/?yvmj4zlzwmm
2. Dua Kali Bodoh
http://www.mediafire.com/?diwzhy12tjk
3. 28 Nabi
http://www.mediafire.com/?nmtwn0u0zyk
4. Adab Sembelih
http://www.mediafire.com/?bdmjmudmk4z
5. Air Zam Zam
http://www.mediafire.com/?ztmrahzzzti
6. Alam Barzakh
http://www.mediafire.com/?yuqlqym15n4
7. Amanah yang Semakin Hilang
http://www.mediafire.com/?tnqkwjjotnt
8. Anak Derhaka
http://www.mediafire.com/?om1ygodmmnt
9. Angin Merah
http://www.mediafire.com/?it5g0jddmj0
10. Awek Takraw
http://www.mediafire.com/?w2wnozmjzua
11. Bab Jenazah
http://www.mediafire.com/?dmmj0mojjjz
12. Bahaya Fitnah
http://www.mediafire.com/?qntgdndzrco
13. Bahaya Kemewahan
http://www.mediafire.com/?h3zzyzmymht
14. Baiki Agama
http://www.mediafire.com/?ixjmoh4mwry
15. Baju Telanjang
http://www.mediafire.com/?d1e2ytwmzwc
16. Basuh Hati
http://www.mediafire.com/?idh4qnzqjhm
17. Batu Pelesit
http://www.mediafire.com/?gv3v1kndhmj



MP3 Ceramah: Dato Ismail Kamus

1. Adab & Hikmah Menziarahi Orang Sakit: klik di sini
2. Perjalanan Umur: klik di sini
3. Asbab Nuzul: klik di sini
4. Adab vs Ibadat: klik di sini
5. 6 perkara antara doa dan zikir: klik di sini
6. Cari Hidayah: klik di sini
7. Apa Perlu Tauliah: klik di sini
8. Bidaah Dalam Solat
: klik di sini
9. Fitnah Kubur: klik di sini
10. Hukum Berjampi: klik di sini
11. Kelebihan Ilmu: klik di sini
12. Kelebihan Umat Nabi Muhammad: klik di sini
13. Alam Jin 1: klik di sini
14. Alam Jin 2: klik di sini
15. Alam Jin 3: klik di sini
16. Mengenal Jin 1: klik di sini
17. Mengenal Jin 2: klik di sini
18. Mengenal Jin 3: klik di sini
19. Mengenal Jin 4: klik di sini
20. Mengenal Jin 5: klik di sini



MP3 Ceramah: Tuan Guru Nik Abdul Aziz

1. Malam Nisfu Sya'ban: klik di sini
2. Bohong yang dibolehkan: klik di sini
3. Bertauhid mengenal Allah: klik di sini
4. Asal Usul Sifat 20: klik di sini
5. Doa Mengukuhkan Hati Si Mati: klik di sini
6. Ikat Setia Cara Islam: klik di sini
7. Islam Daya Penyelesaian: klik di sini
8. Keadilan Islam: klik di sini
9. Konsep Barakah Dalam Islam: klik di sini
10. Kunjungan Munkar Nakir: klik di sini


MP3 Ceramah: Dato Haron Din

1. Talaqqi Al-Fatihah: Klik di sini
2. Talaqqi Selawat Syifa': Klik di sini
3. Jiwa yang Tenang: Klik di sini
4. Israk Mikraj 1: Klik di sini
5. Israk Mikraj 2: Klik di sini
6. Manusia dan Islam: Klik di sini
7. Cabaran Perjuangan Islam: Klik di sini
8. Cahaya Iman: Klik di sini
9.
Cintai Islam: Klik di sini
10. Ikuti Para Ulama': Klik di sini
11. 4 Halangan Daie (side A): Klik di sini
12. 4 Halangan Daie (side B): Klik di sini


MP3 Ceramah: Ustaz Zaharuddin Abd Rahman

1. Halal Haram (Aurat): klik di sini
2. Halal Haram Pelaburan Saham: klik di sini
3. Kaedah & Hukum Jual Beli: klik di sini
4. Pelaburan Internet: klik di sini
5. Maulid Nabi: klik di sini
6. Penjelasan FOREX: klik di sini
7. Rasulullah Pakar Ekonomi: klik di sini


Muat turun

Doa-doa
Doa harian: klik di sini
Doa masuk hutan: klik di sini
Doa sakit kepala: klik di sini
Doa Bismillah enam: klik di sini
Doa Istikharah: klik di sini
Doa jamuan akhir tahun: klik di sini
Doa kejayaan: klik di sini
Doa pengasih anak: klik di sini
Doa peperiksaan: klik di sini
Doa kem bestari solat: klik di sini
Doa Yaasiin: klik di sini
Doa sempena mesyuarat: klik di sini
Doa angin ahmar: klik di sini
Doa Solat Hajat: klik di sini
Doa Solat Dhuha: klik di sini
Doa Solat Tahajjud: klik di sini
Doa Solat Terawih: klik di sini
Doa Solat Witir: klik di sini
Doa Sepanjang Mengerjakan Haji: klik di sini


Selawat Nabi
Selawat al-I'tiraf: klik di sini
Selawat Badar: klik di sini
Ya Nabi Salam Alaika 1: klik di sini
Ya Nabi Salam Alaika 2: klik di sini
Ya Rabbil-Bil-Mustafa: klik di sini
Selawat-Badwi: klik di sini
Selawat-Dawam: klik di sini
Selawat-Syifa': klik di sini
Muhammad Ya Habibi: klik di sini
Selawat-Maulid: klik di sini


Kategori

Logo SKSSJ

Logo SKSSJ